Analisis Hukum Gugatan Ganti Rugi Dalam Kasus Pembatalan Perkawinan
DOI:
https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i1.5177Keywords:
Pembatalan perkawinan, Ganti rugi, Perlindungan hukum, Gugatan, Sistem hukum Indonesia, Marriage annulment, Compensation, Legal protection, Lawsuit, Indonesian legal system.Abstract
Pembatalan perkawinan dapat menimbulkan dampak hukum yang signifikan bagi pihak yang terlibat, terutama dalam hal kerugian materiil dan immateriil yang dialami oleh pihak yang dirugikan. Artikel ini membahas analisis hukum terkait gugatan ganti rugi dalam kasus pembatalan perkawinan menurut sistem hukum Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah dasar hukum yang mendasari gugatan ganti rugi, pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan, serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada pihak yang dirugikan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normative. Pengumpulan data menggunakan Bahan hukum pimer, sekunder dan tersier yang dilakukan melalui studi kepustakaan. Kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem hukum Indonesia memberikan ruang bagi pihak yang dirugikan untuk mengajukan gugatan ganti rugi berdasarkan Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Selain itu, pengadilan mempertimbangkan berbagai faktor hukum, sosial, dan moral dalam membuat keputusan yang adil bagi pihak yang dirugikan.
References
Azmi, Nofan Nurkhafid, Hasan Bisri, Ending Solehudin, Usep Saepullah, and Ahmad Hasan Ridwan. “Application of Progressive Law to Marriage Annulment Cases: Prospects and Development in Indonesia’s Religious Court.” Al-Qadha?: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan 11, no. 1 (2024): 21.
Bairatnissa, Zulvira Zalleh, Barzah Latupono, and Sabri Fataruba. “Akibat Hukum Pembatalan Pelaksanaan Perkawinan Secara Sepihak.” Tatohi: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 4 (2022): 22.
Dysmala, Emma, Tita Meirina Djuwita, and Sofyan Mei Utama. “Legal Certainty of Decision Number 719/Pdt. G/2021/PA. Pbun Concerning the Nullification of Marriage According to Islamic Syari’at.” European Journal of Law and Political Science 3, no. 4 (2024): 2.
Fawdhi, Muhammad Zarka, and Markoni andHelvis Joko Widarto. “Legal Position Of Second Wife Due To Annulment Of Polygamous Marriage Without Permission.” HERMENEUTIKA 8, no. 2 (2024): 121–135.
Harahap, Mhd. Yadi. “Dispute Resolution of Marriage Cancellation through Religious Court Decisions in Indonesia.” Jurnal Studi Dan Penelitian Hukum Islam 5, no. 2 (2022): 7.
Hartini, Sri Iin. “Legal Protection Of Marriage Agreements For Husband And Wife.” Awang Long Law Review 7, no. 1 (2024): 82–87.
Haryanti, Amelia. “Penyelesaian Sengketa Pembatalan Pernikahan Karena Adanya Penipuan Status Istri.” Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan 4, no. 2 (2017): 121–134. http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/PKn.
Jasmine, Safira Yuvika, and I Made Pria Dharsana. “Pembatalan Rencana Perkawinan Oleh Satu Pihak Yang Menimbulkan Kerugian.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam 5, no. 2 (2023): 23.
Kantriburi, Efrilius, Ketut Sudiatmaka, and Komang Febrinayanti Dantes. “Akibat Hukum Terhadap Pembatalan Pernikahan (Studi Putusan Mahkamah Agung Ri Nomor 1644 K/Pdt/2020).” Journal Komunikasi Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Ilmu Hukum 5, no. 3 (2022): 284–291.
Khairuddin, Djoko Budiarto andErizal. “Pertimbangan Hakim Terhadap Putusan Pembatalan Perkawinan(Studi Kasus Di Pengadilan Agama Yogyakarta).” Widya Pranata Hukum 4, no. 1 (2022): 84–102.
Lestari, Maryana, and Septhian Eka Adiyatma. “Marriage Cancelled, What about the Rights for Children?” The Indonesian Journal of International Clinical Legal Education 2, no. 2 (2020): 5.
Rama, Nabila Rahmawati andRizka. “Legal Protection Efforts for Wives and Children in Divorces Caused by Husband’s Nusyuz Case.” In International Conference Restructuring and Transforming Law 2, No, 224–231, 2024. https://proceedings.ums.ac.id/icrtlaw/article/view/4142.
Rasji, Rasji, and Hana Nabilah Putri. “Legal Certainty in Provening Case of Cancellation of Marriage Determination at The Decision of The DKI Jakarta High Court Number 139/PDT/2020/PT. DKI.” In 3rd Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH 2021), 308–314. Jakarta, 2022. http://repository.untar.ac.id/id/eprint/38229%0A.
Rizani, Akhmad Kamil, Muchimah Muchimah, Reza Noor Ihsan, and Aris Sunandar Suradilaga. “The Essence of Marriage Agreement as Protection in the Indonesian Marriage Law System.” Indonesian Journal of Law and Islamic Law (IJLIL) 6, no. 2 (December (2024): 9.
Soraya, Joice, and Muhammad Ansy Althafzufar. “Legal Consequences Of Annulment Of A Prenuptial Agreement In Marriage Between Individuals Of Different Nationalities.” Jurnal Hukum Dan Keadilan 1, no. 2 (2024): 16–25.
Utoyo, Prasetyo Budi, Indra Koswara, and Yopie Gunawan. “The Effectiveness of Legal Protection for Abandonment of Wives by Husbands as a Form of Domestic Violence.” Legal Brief 11, no. 2 (2022): 652–659. https://legal.isha.or.id/index.php/legal/article/view/181.
Yakin, Moh Ainul, Ali Ma’ruf, Ervita Septyanto Putri, Haidi Muslim, and Michael Gilrandy Kurniawan. “Legal Protection and Principles of Justice for Women Post-Annulment of Marriage in Asset Division.” Mimbar Keadilan 17, no. 2 (July (2024): 14.
Yuniarti, Silvi Eka, and Zuhda Mila Fitriana. “Tinjauan Yuridis Terhadap Perbuatan Melanggar Hukum Yang Dilakukan Oleh Salah Satu Pihak Dalam Perkawinan.” Jurnal Darma Agung 32, no. 4 (2024): 158–163.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jurnal Hukum Mimbar Justitia by Editor is licensed under CC BY-SA 4.0