Reaktualisasi Hukum Hak Asuh Anak Pasca Perceraian di Indonesia: Konsep Co-Parenting dan Kepentingan Terbaik Anak

Authors

  • Zaida Hayati Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Taufik Hidayat Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i2.5883

Keywords:

Co-Parenting, Joint Custody, The Best Interest of Child, Post-Divorce, Pengasuhan Bersama, Hak Asuh Bersama, Kepentingan Terbaik Bagi Anak, Paca-Perceraian.

Abstract

Abstract
This study aims to analyze regulations regarding child custody after divorce in Indonesian positive law and evaluate the potential application of the concept of co-parenting as a legal reform approach that is more in line with the best interests of the child. This study was conducted using a normative juridical method with a regulatory approach and a conceptual study of co-parenting. The results of the study show that the Indonesian legal framework still focuses on granting custody to one parent without mechanisms that encourage collaborative parenting. This study contributes by integrating legal norms and psychological co-parenting frameworks as a basis for legal reform in child custody arrangements, emphasizing that joint custody is applicable only in the absence of domestic violence.

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hak asuh anak pasca perceraian dalam hukum positif Indonesia serta mengevaluasi potensi penerapan konsep co-parenting sebagai pendekatan pembaruan hukum yang lebih berpihak pada kepentingan terbaik anak. Kajian dilakukan menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi konseptual co-parenting. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia masih berfokus pada penetapan hak asuh anak kepada salah satu orang tua tanpa mekanisme yang mendorong kolaborasi pengasuhan. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan mengintegrasikan norma-norma hukum dan kerangka kerja co-parenting psikologis sebagai landasan untuk reformasi hukum dalam pengaturan hak asuh anak, dengan menekankan bahwa hak asuh bersama hanya berlaku jika tidak ada kekerasan dalam rumah tangga.

References

Asy’ari, Abdul Hamid, Jumni Nelli, dan Almi Jera. “Konsep Pengasuhan Bersama (Join Custody) Pasca Perceraian dalam Pemeliharaan Anak Menurut Hukum Islam.” Posita: Jurnal Hukum Keluarga Islam 03, no. 01 (2025). https://doi.org/10.52029/pjhki.v3i1.245.
Atiyatul, Naswa, Maola Faqih, dan Erfaniah Zuhriah. “Pandangan Hakim Terkait Pengasuhan Anak (Joint Custody) Pasca Cerai Gugat Ditinjau UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.” SAKINA: Journal of Family Studies 7, no. 1 (2023): 142–52.
Azizah, Yasmin, Herien Puspitawati, dan Tin Herawati. “PENGARUH DUKUNGAN MANTAN SUAMI, STRATEGI KOPING, DAN RELASI ORANG TUA-ANAK TERHADAP KEBAHAGIAAN KELUARGA TUNGGAL.” Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen 15, no. 2 (2022): 127–41. https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.2.127.
Bachtiar. Metode Penelitian Hukum. UNPAM Press, 2018.
Basyarahil, Rania Muhammad, Della Ragil Putri, dan Arrely Syamsa Kartika. “Implementasi Perlindungan Hukum Atas Hak Anak dalam Proses Pemberian Hak Asuh Anak Akibat Perceraian.” UNES Law Review 7, no. 1 (2024): 71–78. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.
Djulaeka, dan Devi Rahayu. Buku Ajar Metode Penelitian Hukum. Scopindo Media Pustaka, 2020.
Feinberg, Mark E., Louis D. Brown, dan Marni L. Kan. “A Multi-Domain Self-Report Measure of Coparenting.” Parenting 12, no. 1 (2012): 1–21. https://doi.org/10.1080/15295192.2012.638870.
Firmansyah, Wahyu. “Penemuan Hukum Hakim Dalam Putusan Joint Custody Perspektif Hukum Islam.” PhD Thesis, UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri, 2025.
Hardeos, Yudi. “Menimbang Ulang Tipikal Hak Asuh dan Kriteria Moral Pemegang Hadanah.” Dalam Membangun Peradilan Agama Yang Bermartabat (Kumpulan Artikel Pilihan) 130 Tahun Peradilan Agama. Dirjen Badilag MA RI, 2012. http://www.badilag.net/artikel/8217-bingkai-ulang-.
Ilma Antawati, Dewi, dan Bambang Raditya Purnomo. “Indonesian Translation and Validation of Co-Parenting Relationship Scale Brief Version (Brief-CRS).” Qubahan Academic Journal 3, no. 4 (2023): 342–51. https://doi.org/10.58429/qaj.v3n4a183.
Indonesia, Badan Pusat. “Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor Penyebab Perceraian (perkara).” November 2025. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor-penyebab-perceraian--perkara---2024.html?year=2024.
Maghfirah dan Gushairi. “Konsep Shared Parenting Dalam Hadhanah Pasca Perceraian: Kajian Perundang-Undangan Perkawinan Islam Kontemporer.” Hukum Islam 20, no. 2 (2020): 185–202.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram University Press, 2020.
Ningrum, Dewi Sekar Wangi, Dwi Emilia Rosanti, Dyah Ayu Ratna Angely, Malikhatun Ni’mah, dan Shafa Aulia Rayyani. “Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Pasca Perceraian.” JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) 12, no. 2 (2025): 174–85. https://doi.org/10.21009/JKKP.122.05.
Noor, Fitrian, M. Fahmi Al-Amruzi, dan Ahmadi Hasan. “Problematika Hak Asuh Anak Pasca Putusan Perceraian di Pengadilan Agama (Studi Kasus Nomor 342/PDT.G/2020/PA.MTP Jo Putusan Banding Nomor 32/PDT.G/2020/PTA.BJM Jo Putusan Kasasi Nomor 392 K/AG/2021).” Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan 17, no. 6 (2023): 4085–104. https://doi.org/10.35931/aq.v17i6.2808.
Rahman, Tiara Ananda, dan Wardani Rizkianti. “Penyelesaian Sengketa Hak Asuh Anak Setelah Perceraian: Perbandingan Antara Indonesia Dan Inggris.” Jurnal USM Law Review 7, no. 1 (2024): 182–99. https://doi.org/10.26623/jic.v6i1.3282.
Saputra, Aldi, dan Muhamad Tanto Mulyana. “Pelaksanaan Hak Asuh Anak Atas Penetapan Pengadilan Yang Berkekuatan Hukum Tetap Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.” De Juncto Delicti 2, no. 1 (2022).
Saraswati, Rika, Emanuel Boputra, dan Yuni Kusniati. “Pemenuhan Hak Anak Di Indonesia Melalui Perencanaan Pengasuhan, Pengasuhan Tunggal Dan Pengasuhan Bersama.” Veritas et Justitia 7, no. 1 (2021): 188–210. https://doi.org/10.25123/vej.v7i1.4066.
Setiawan, Jenny Lukito, Lisa Indriati, Mychael Maoeretz Engel, Reynalda Fildzah Dessyrianti, dan Kezia Prijatna. Membangun Masa Depan Anak Dengan Coparenting: A Guide to a Happy and Meaningful Coparenting. Disunting oleh Vrilie Marbella Ariwibowo. PT Baskara Cipta Karya, 2023.
Siswanto, Dedy. Anak di Persimpangan Perceraian (Menilik Pola Asuh Anak Korban Perceraian). Airlangga University Press, 2020. https://ipusnas2.perpusnas.go.id/book/333e82d3-3dea-4455-9e91-ac418b4a85e7/789493d9-4f7c-48d1-ad32-e2c120461f68.
Ulum, M. Wildanul, Afrohatul Laili, Aisyatul Azizah, Binti Latifah, dan Firda Syarifatul Aini. “Cooperative Parenting Pasca Perceraian Perspektif Hukum Keluarga Islam.” Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam 4, no. 1 (2025): 1–12. https://doi.org/10.58518/al-faruq.v4i1.3364.
Uluta?, Demet Akarçay, dan Miyase Ta?k?ran. “Is Co-Parenting Possible After Divorce?: A Scoping Review of the Effects on Children.” ?mgelem, no. 15 (Desember 2024): 27–60. https://doi.org/10.53791/imgelem.1491998.
Usman, Musrayani. Sosiologi Keluarga. PT. Nas Media Indonesia, 2024. https://books.google.co.id/books?id=xKErEQAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false.
Visser, Margreet, Catrin Finkenauer, Kim Schoemaker, dkk. “I’ll Never Forgive You: High Conflict Divorce, Social Network, and Co-Parenting Conflicts.” Journal of Child and Family Studies 26, no. 11 (2017): 3055–66. https://doi.org/10.1007/s10826-017-0821-6.
Wahyuni, Anak Agung Istri Dina, Budi Andayani, dan Ardian Rahman Afandi. “Strategi Regulasi Emosi pada Orang Tua dengan Pola Asuh Co-parenting Pasca Perceraian.” Talenta: Jurnal Psikologi 10, no. 1 (2024): 13–31. https://doi.org/10.26858/talenta.v10i1.65409.
Widhyastuti, Cahyaning, dan Nida Muthi Annisa. “‘Bersama Dan Bahagia’: Peran Co-Parenting Dan Couple Conflict Terhadap Relationship Flourishing Pada Ayah.” Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen 17, no. 2 (2024): 195–207. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.2.195.

Downloads

Published

2025-12-31