Penguatan Pengaturan Kebijakan Taman Nasional Berbasis Community Based Conservation Terhadap Hutan Adat di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i2.5974Keywords:
Community Based Conservation, Customary Forest, Indigenous Peoples’ Rights, National Park Policy, Pluralistic Legal System.Abstract
Abstract
Escalating deforestation and agrarian conflicts in and around national parks reveal the weak protection of customary forests and indigenous peoples’ rights despite constitutional recognition and Constitutional Court Decision No. 35/PUU-X/2012. This study is urgent because disharmony among sectoral regulations and a state-centric forest governance paradigm produce tenure insecurity and criminalization of indigenous communities. Using a normative legal research method with statutory and conceptual approaches, it analyzes the 1945 Constitution, Forestry Law, Conservation Law, Government Regulation No. 28/2011, Decision 35/PUU-X/2012, and literature on community-based conservation. The results show that integration of adat rights into national law remains partial and often reduced by licensing regimes, while CBC practices in Lore Lindu and Wakatobi National Parks demonstrate that tenure recognition and collaborative governance improve conservation effectiveness. The article concludes that a pluralistic, people-centered conservation policy grounded in adat law is required.
Abstrak
Deforestasi yang terus meningkat dan konflik agraria di kawasan taman nasional menunjukkan lemahnya perlindungan hutan adat dan hak masyarakat hukum adat meski telah ada pengakuan konstitusional dan Putusan MK 35/PUU-X/2012. Penulisan ini mendesak karena ketidakharmonisan regulasi sektoral dan paradigma pengelolaan hutan yang masih state-centric menimbulkan kerentanan tenurial dan kriminalisasi masyarakat adat. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual terhadap UUD 1945, UU Kehutanan, UU Konservasi, PP 28/2011, Putusan MK 35/PUU-X/2012, serta literatur tentang community based conservation. Hasilnya menunjukkan integrasi hak adat dalam hukum nasional masih parsial dan sering tereduksi oleh rezim perizinan, sementara praktik CBC di Taman Nasional Lore Lindu dan Wakatobi membuktikan bahwa pengakuan hak tenurial dan tata kelola kolaboratif meningkatkan efektivitas konservasi. Disimpulkan perlunya reformulasi politik hukum konservasi yang pluralistik dan people-centered berbasis hukum adat.
References
Anugerah, Bayu, Sandyka Buana, and Helmi Helmi. “Optimization Of Government Policy For Kerinci Seblat National Park.” Mendapo: Journal of Administrative Law 5, no. 3 (October 2024): 241–64. https://doi.org/10.22437/mendapo.v5i3.29118.
Artharini, Isyana. “Ini 5 Masalah Utama Perlindungan Hutan Indonesia.” Opini. Gemawan, December 8, 2011. https://gemawan.org/lima-masalah-utama-perlindungan-hutan-indonesia/.
Berkes, Fikret. “Rethinking Community-Based Conservation.” Conservation Biology 18, no. 3 (2004): 621–30. https://doi.org/10.1111/j.1523-1739.2004.00077.x.
Bungin, Burhan. Metodologi Penelitian Kualitatif: Aktualisasi Metodologis Ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: Rajawali Press, 2017.
Capistrano, Doris, and Carol J. Pierce Colfer. “Desentralisasi: Persoalan, Pelajaran, Dan Refleksi.” In Politik Desentralisasi: Hutan, Kekuasaan Dan Rakyat. Pengalaman Di Berbagai Negara, translated by Agus Widodo and Ida Aju Pradnja Resosudarmo. Bogor: Indonesia: Center for International Forestry Research (CIFOR), 2006.
Clifton, Julian. “Refocusing Conservation through a Cultural Lens: Improving Governance in the Wakatobi National Park, Indonesia.” Marine Policy, Governing marine protected areas: towards social-ecological resilience through institutional diversity, vol. 41 (September 2013): 80–86. https://doi.org/10.1016/j.marpol.2012.12.015.
Dewi, Septya Hanung Surya, I. Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, and Fatma Ulfatun Najicha. “Kedudukan Dan Perlindungan Masyarakat Adat Dalam Mendiami Hutan Adat.” Jurnal Legislatif, December 27, 2020, 79–92. https://doi.org/10.20956/jl.v4i1.12322.
Dobinson, Ian, and Francis Johns. “Qualitative Legal Research.” In Research Methods for Law. Edinburgh: Edinburgh University Press, 2007.
Dunggio, Iswan, and Hendra Gunawan. “Telaah Sejarah Kebijakan Pengelolaan Taman Nasional di Indonesia.” Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan 6, no. 1 (2009): 29205. https://doi.org/10.20886/jakk.2009.6.1.%p.
Fajar, Mukti, and Yulianto Ahmad. Dualisme Penelitian Hukum Normatif Dan Hukum Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.
Faryuni, Irfana Diah, Antoine Saint-Amand, Thomas Dobbelaere, Widyastuti Umar, Jamaluddin Jompa, Abigail Mary Moore, and Emmanuel Hanert. “Assessing Coral Reef Conservation Planning in Wakatobi National Park (Indonesia) from Larval Connectivity Networks.” Coral Reefs 43, no. 1 (February 2024): 19–33. https://doi.org/10.1007/s00338-023-02443-y.
Forest Declaration Assessment. Forest Declaration Assessment 2025. Assessment Report. Oktober 2025. https://forestdeclaration.org/resources/forest-declaration-assessment-2025/.
Forest Watch Indonesia. “Forest Watch Indonesia: Indonesia Gagal Hentikan Deforestasi dan Capai Target FoLU.” Press Release. Forest Watch Indonesia, June 20, 2025. https://fwi.or.id/indo-gagal-hentikan-deforestasi-dan-capai-target-folu/.
Fuad, Fokky. “Studi Kritis Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan Dalam Perananan Masyarakat Hukum Adat.” Lex Jurnalica 3, no. 2 (2006). https://doi.org/10.47007/lj.v3i2.247.
Hidayat, Herman. Politik lingkungan: pengelolaan hutan masa Orde Baru dan reformasi. Yayasan Obor Indonesia, 2008.
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. “Hutan dan Deforestasi Indonesia Tahun 2024.” Kehutanan, March 21, 2025. https://www.kehutanan.go.id.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Laporan Evaluasi Program Kemitraan Konservasi Di Taman Nasional Lore Lindu. Jakarta: KLHK, 2021.
Lubis, Ikhsan, Taufik Siregar, Duma Indah Sari Lubis, Rodiatun Adawiyah, and Andi Hakim Lubis. “Integrasi Hukum Adat Dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan Dan Solusi Dalam Pengakuan Hak Ulayat.” Tunas Agraria 8, no. 2 (May 2025): 143–58. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401.
Madonna, Elizabeth Arden. “Penerapan Hak Masyarakat Hukum Adat Dalam Pengelolaan Hutan Di Indonesia.” Bina Hukum Lingkungan 3, no. 2 (2019): 264–78.
Mamnun, M. Khairu, and Aulia Iqlima Viutari. “Penguatan Hukum Adat Dalam Politik Hukum Nasional (Integrasi untuk Penguatan Pluralisme Hukum).” Tanjungpura Law Journal 9, no. 2 (August 2025): 197–219. https://doi.org/10.26418/tlj.v9i2.92745.
Mayasari, Riezka Eka. “TANTANGAN HUKUM ADAT DALAM ERA GLOBALISASI SEBAGAI LIVING LAW DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL.” JOURNAL EQUITABLE 2, no. 1 (2017): 94–114.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press, 2020.
Nugroho, Wahyu. “Konstitusionalitas Hak Masyarakat Hukum Adat Dalam Mengelola Hutan Adat: Fakta Empiris Legalisasi Perizinan.” Jurnal Konstitusi 11, no. 1 (2014): 109–29. https://doi.org/10.31078/jk1116.
Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 32 Tahun 2022 Tentang Badan Pengelola Kawasan Geopark Meratus Provinsi Kalimantan Selatan.
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan Pelestarian Alam.
Pradhani, Sartika Intaning. “Pendekatan Pluralisme Hukum Dalam Studi Hukum Adat: Interaksi Hukum Adat Dengan Hukum Nasional Dan Internasional.” Undang: Jurnal Hukum 4, no. 1 (June 2021): 81–124. https://doi.org/10.22437/ujh.4.1.81-124.
Putri, Nabilla Desyalika. “Kajian Yuridis Urgensi Penguatan Kedudukan Masyarakat Hukum Adat Dalam Mitigasi Perubahan Iklim Di Indonesia.” Journal of Law, Society, and Islamic Civilization 13, no. 1 (April 2025): 89–104. https://doi.org/10.20961/jolsic.v13i1.101079.
Putri, Resha Roshana. “Konstitusi Dan Masyarakat Hukum Adat: Meninjau Pengakuan Dan Perlindungan Hak Ekonomi, Sosial, Dan Budaya Masyarakat Hukum Adat Dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945.” Padjadjaran Law Review 5 (2017). https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/plr/article/view/466.
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012 Tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.
Tupan, Joberth. “Hutan: Satu Tempat, Beragam Sudut Pandang (Suatu Analisis Komponen Ekologi, Sosial, Ekonomi Dan Budaya Hutan Hatunuru Dalam Framework Pembangunan Negeri Hatunuru Pasca-Resistensi).” KRITIS 25, no. 2 (November 2016): 97–119. https://doi.org/10.24246/kritis.v25i2p97-119.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan.
Widyastuti, Lina, and Saiful Anam. “Kedudukan Konstitusi Adat Dalam Sistem Hukum Indonesia.” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 13, no. 1 (June 2024). https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v13i1.1593.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jurnal Hukum Mimbar Justitia by Editor is licensed under CC BY-SA 4.0