Ekologi sebagai Subjek Hukum: Rekonstruksi Paradigma Perlindungan Lingkungan Hidup di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.35194/jhmj.v11i2.5970Keywords:
Ecology As Legal Subject, Environmental Justice, Ekologi Sebagai Subjek Hukum, Keadilan Ekologis, Keberlanjutan. Sustainability,Abstract
Abstract
The transformation of environmental law requires a shift from an anthropocentric to an ecocentric approach that recognizes ecology as a legal subject rather than a mere object of exploitation. Weak environmental protection in Indonesia is largely rooted in the objectification of nature within the prevailing legal framework, contributing to escalating ecological degradation. Using a normative legal research method with conceptual and philosophical approaches, this study examines the juridical foundations and feasibility of recognizing ecology as a legal subject in the Indonesian legal system. The findings demonstrate that granting legal personality to ecological entities can strengthen environmental protection by expanding legal standing, redefining legal responsibility, and reinforcing sustainability-oriented norms. The novelty of this study lies in its formulation of ecology as a juridical subject within a reconstructive framework of Indonesian positive law, rather than merely as a moral or rights-based discourse commonly found in ecocentric or rights-of-nature studies. This study concludes that such legal reconstruction is essential to advancing ecological justice and improving the effectiveness of environmental protection in Indonesia.
Abstrak
Transformasi hukum lingkungan menuntut pergeseran dari pendekatan antroposentris menuju ekosentris, yang mengakui ekologi sebagai subjek hukum dan bukan semata-mata objek eksploitasi. Lemahnya perlindungan lingkungan hidup di Indonesia terutama berakar pada pemaknaan alam sebagai objek dalam kerangka hukum yang berlaku, sehingga berkontribusi pada meningkatnya degradasi ekologis. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif melalui pendekatan konseptual dan filosofis, penelitian ini mengkaji landasan yuridis serta kemungkinan penerapan pengakuan ekologi sebagai subjek hukum dalam sistem hukum Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kepribadian hukum kepada entitas ekologis dapat memperkuat perlindungan lingkungan hidup melalui perluasan legal standing, redefinisi tanggung jawab hukum, serta penguatan norma berorientasi keberlanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan ekologi sebagai subjek hukum yuridis dalam kerangka rekonstruksi hukum positif Indonesia, bukan sekadar sebagai wacana moral atau hak alam sebagaimana lazim ditemukan dalam kajian ekosentrisme. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi hukum tersebut merupakan langkah esensial untuk mewujudkan keadilan ekologis dan meningkatkan efektivitas perlindungan lingkungan hidup di Indonesia.
References
Asiva Noor Rachmayani. Krisis, Ketidakadilan, Dan Keadilan Sosio-Ekologis. 2015.
Aswandi, Aswandi. “Interpretasi Pemikiran Hukum Kritis Terhadap Kebijakan Perlindungan Lingkungan Hidup Dalam Hukum Positif Di Indonesia.” Tanjungpura Law Journal 6, no. 2 (2022). https://doi.org/10.26418/tlj.v6i2.50516.
Aufa, Ali Agil. “Prinsip Sustainable Development Dalam Penegakan Hukum Lingkungan.” Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan Dan Politik Islam 1, no. 2 (2021). https://doi.org/10.14421/staatsrecht.v1i2.2473.
Awaluddin, M, and R Hidayat. “Kerusakan Lingkungan Dalam Kegiatan Peningkatan Produktivitas Manusia Sebagai Tantangan Pemerintah Daerah.” Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik 3, no. 2 (2018).
Cortes, Carolina Montes. “Recognition Of Nature As An Entity Subject To Rights: ¿A Consequence Of The Limitations Of Environmental Law?” Revista Catalana de Dret Ambiental 13, no. 1 (2022). https://doi.org/10.17345/rcda3338.
Dewa, Muhammad Jufri, La Sensu, Guasman Tatawu, Oheo Kaimuddin Haris, Muhammad Sabaruddin Sinapoy, and Nurnashriady Jufri. “Penegakan Hukum Dalam Tata Kelola Pertambangan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan.” Halu Oleo Legal Research | 5, no. 1 (2023).
Ferrando, Francesca. “The Party of the Anthropocene: Post-Humanism, Environmentalism and the Post-Anthropocentric Paradigm Shift.” Relations, no. 4.2 (2016). https://doi.org/10.7358/rela-2016-002-ferr.
Helmi. “Hukum Lingkungan Dalam Negara Hukum Kesejahteraan Untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.” Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum 4, no. 5 (2011).
Humaida, Nida, Miftahul Aula Sa’adah, Huriyah Huriyah, and Najminnur Hasanatun Nida. “Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan (Sustainable Development Goals) Dalam Perspektif Islam.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 18, no. 1 (2020). https://doi.org/10.18592/khazanah.v18i1.3483.
Jones, Emily. “Posthuman International Law and the Rights of Nature.” Journal of Human Rights and the Environment 12 (2021). https://doi.org/10.4337/jhre.2021.00.04.
Junef, Muhar, and Moh. Husain. “Pembentukan Pengadilan Khusus Lingkungan Sebagai Wujud Tanggung Jawab Negara Pada Upaya Keadilan Ekologis.” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 21, no. 1 (2021). https://doi.org/10.30641/dejure.2021.v21.59-74.
Meyresta, Lovina, Muhammad Iqbal Fasa, and Suharto. “Etika Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Dalam Perspektif Islam.” Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah 9, no. 2 (2022). https://doi.org/10.53429/jdes.v9i2.389.
Munir, M. Ied Al. “Corak Paradigma Etika Lingkungan: Antroposentrisme, Biosentrisme Dan Ekosentrisme.” JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan 9, no. 1 (2023). https://doi.org/10.24235/jy.v9i1.10000.
Muthmainnah, Rasyid, W., & Lestari, I. “Penegakan Hukum Lingkungan Terhadap Kerusakan Lingkungan Hidup.” Madani Legal Review 4, no. 2 (2020).
Rühs, Nathalie, and Aled Jones. “The Implementation of Earth Jurisprudence through Substantive Constitutional Rights of Nature.” In Sustainability (Switzerland), vol. 8. no. 2. 2016. https://doi.org/10.3390/su8020174.
Salim, Agus, Ria Anggraeni Utami, and Zico Junius Fernando. “Green Victimology: Sebuah Konsep Perlindungan Korban Dan Penegakan Hukum Lingkungan Di Indonesia.” Bina Hukum Lingkungan 7, no. 1 (2022). https://doi.org/10.24970/bhl.v7i1.302.
Siti Latifah, Kasyful azhim, Putri Elma Wulandari, Muhamad Zidni Syahniar, and Hendra Priagung. “Analisis Dampak Lingkungan Galian Tambang Pasir Di Pesisir Sungai Brantas Kabupaten Tulungagung.” YUDHISTIRA?: Jurnal Yurisprudensi, Hukum Dan Peradilan 1, no. 1 (2023). https://doi.org/10.59966/yudhistira.v1i1.289.
Sukarna, Raden Mas. “Interaksi Manusia Dan Lingkungan Dalam Perspektif Antroposentrisme, Antropogeografi Dan Ekosentrisme.” Hutan Tropika 16, no. 1 (2022). https://doi.org/10.36873/jht.v16i1.2969.
Tahamata, Lucia, Eigberth Noya, and Regina Apituley. “Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Atas Lingkungan Yang Sehat Dan Bersih.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa 1, no. 9 (2023). https://doi.org/10.59837/jpmba.v1i9.427.
Tampubolon, Yohanes Hasiholan. “Menilai Dampak Etika Lingkungan Terhadap Kerusakan Lingkungan: Sebuah Pertimbangan Melampaui Moralisme.” Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan 8, no. 1 (2022). https://doi.org/10.24235/jy.v8i1.9309.
Tampubolon, Yohanes Hasiholan, and Dreitsohn Franklyn Purba. “Kapitalisme Global Sebagai Akar Kerusakan Lingkungan.” Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat 9, no. 1 (2022). https://doi.org/10.33550/sd.v9i1.265.
Usman, Abdurrahman Supardi. “Lingkungan Hidup Sebagai Subjek Hukum: Redefinisi Relasi Hak Asasi Manusia Dan Hak Asasi Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Negara Hukum.” Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY 26, no. 1 (2018). https://doi.org/10.22219/jihl.v26i1.6610.
Yunizar Prajamufti, Jundiani,. “Konsep Konstitusi Hijau (Green Constitution) Dalam Kegiatan Ekonomi Berkelanjutan.” De Jure: Jurnal Hukum Dan Syar’iah 3, no. 2 (2011). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v3i2.2147.
Yuono, Yusup Rogo. “Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan.” Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika 2, no. 1 (2019). https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.40.
Yusuf, Yusuf, St. Fatmawati. L, Fitriananingsih Nurmalasari, Hijriani Hijriani, Amir Faisal, and Muh. Fitriadi. “Penegakan Hukum Illegal MiningTerhadap Kerusakan Lingkungan Hidup Di Konawe Utara.” Sultra Research of Law 5, no. 2 (2023). https://doi.org/10.54297/surel.v5i2.63.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Jurnal Hukum Mimbar Justitia by Editor is licensed under CC BY-SA 4.0