Analisis Ancaman Pencucian Hasil Perikanan (Fish laundering) terhadap Kedaulatan dan Keamanan Maritim Indonesia

Authors

  • Prasetyawan Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Suradi Agung Slamet Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Herliand Putra Octaviansya Tandayu Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35194/jhmj.v12i1.6193

Keywords:

IUU Fishing, Kedaulatan, Keamanan Maritim, Kejahatan Transnasional, Pencucian Hasil Perikanan

Abstract

Praktik pencucian hasil tangkapan ikan (fish laundering) berkembang sebagai bentuk kejahatan perikanan transnasional yang memanfaatkan kelemahan sistem ketertelusuran hasil perikanan, fragmentasi pengawasan maritim, dan celah regulasi terkait pemberantasan Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Praktik ini dilakukan melalui manipulasi dokumen asal tangkapan, illegal transshipment, serta lemahnya integrasi traceability system sehingga hasil tangkapan ilegal dapat masuk ke rantai perdagangan global secara legal. Artikel ini bertujuan menganalisis konstruksi hukum dan kelemahan tata kelola maritim yang memungkinkan terjadinya fish laundering di Indonesia serta implikasinya terhadap keamanan maritim dan kedaulatan sumber daya laut nasional. Artikel ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis terhadap UNCLOS 1982, Port State Measures Agreement, IPOA-IUU Fishing, dan regulasi nasional bidang perikanan. Hasil penelitian menunjukkan perlunya harmonisasi regulasi, interoperabilitas pengawasan lintas lembaga, dan penguatan sistem ketertelusuran perikanan berbasis digital. Pendekatan tersebut diperlukan guna memperkuat kontrol negara terhadap pengelolaan sumber daya kelautan nasional berkelanjutan.

References

Ambarsari, Karina Tri, Ilham Rahmansyah, Muhammad Andi Fajar, dan Aurellya Desita Ananda Putri. “Concept of Illegal Fishing for Indonesian Regulations and UNCLOS.” Yuridika 38, no. 1 (2023): 1–16. doi:10.20473/ydk.v38i1.38045.

Bagaskara, Djandika, Alfredo Vicausar, dan Indra Tamsyah. “Upaya Indonesia dalam Mempertahankan Kekuatan Maritim terhadap Kedaulatan Negara Studi Kasus: Illegal Fishing Perairan Indonesia” 4, no. 1 (t.t.): 2024.

Damastuti, Natalia, Aulia Aisjah, dan Agoes Achmad Masroeri. “Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing and Transshipment Identification System Design Towards a Resilient Indonesian Marine.” Journal of ETA Maritime Science, 13 Oktober 2025. doi:10.4274/jems.2025.04935.

Darajati, Muhammad Rafi, dan Muhammad Syafei. “Strategi Pemberantasan Praktik Penangkapan Ikan Secara Ilegal di Wilayah Laut Indonesia.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 30, no. 1 (2023): 138–58. doi:10.20885/iustum.vol30.iss1.art7.

Fauziyah, Fitriana Dina Rizkina, dan Ahmad Rihnu Erzal Wahyudi. “Handling of Illegal Fishing Based on Legal Perspectives in Indonesia.” Jurnal Magister Hukum Udayana 13 (2024). doi:10.24843/JMHU.2024.v1.

Food and Agriculture Organitation, Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing, Juni 2026.

Fox, Michaela, Mike Mitchell, Moira Dean, Christopher Elliott, dan Katrina Campbell. “The seafood supply chain from a fraudulent perspective.” Food Security. Springer Netherlands, 1 Agustus 2018. doi:10.1007/s12571-018-0826-z.

Jevon Tampubolon, Bona, Raden Roro Kamilia Hana Putri, dan Abqary Faraz Darmawan. Praktik Illegal Fishing di Perairan Indonesia Sebagai Transnational Organized Crime (Studi Kasus Kapal Run Zeng di Laut Arafura), t.t. https://www.fao.org/indonesia/news/detail-events/en/c/1184212/.

Khayla, Eunike, Asafita Pesulima, Roberto Octovianus Cornelis Seba, dan Christian H J De Fretes. “Analisis Kebijakan Pemerintah Indonesia Mengatasi Illegal Fishing di Kawasan Laut Arafura (2023-2024): Studi Kasus Kapal Run Zeng.” Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial 5, no. 2 (2026). doi:10.55606/jurrish.v5i2.7551.

Lestari, Deby Indah, Arfian R. Putra, dan Amanda Yofani Larasuci. “The Main Consequences of Continued Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing Within Indonesian Waters for Maritime security Actors and Coastal Communities.” Research, Society and Development 9, no. 1 (2020): e24911566. doi:10.33448/rsd-v9i1.1566.

Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. 1 ed. Mataram: Mataram University Press, 2020.

Mulyani, Mari. “Securitisation, Sovereignty, and Regional Cooperation: ASEAN Insights for IORA on Addressing IUU Fishing as a Transnational Environmental Crime.” Geopolitics. Routledge, 2025. doi:10.1080/14650045.2025.2583281.

Oral, Ferhan. “Examination of the literature on SDG 14-IUU-trade and maritime security.” Marine Development. Springer, 1 Desember 2024. doi:10.1007/s44312-024-00036-z.

Putranti, Ika Riswanti. “Implementation of Trade Regulations on Fisheries to Prevent Fish Laundry in Indonesia.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 25, no. 1 (2018): 1–23. doi:10.20885/iustum.vol25.iss1.art1.

Sugianto, Anthoni, Dafri Agussalim, dan Armaidy Armawi. Penanganan Keamanan Maritim Perbatasan Wilayah Laut dan Dampaknya pada Aspek Pertahanan Keamanan (Studi di Wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau), 2021.

Penanganan Keamanan Maritim Perbatasan Wilayah Laut dan Dampaknya Pada Aspek Pertahanan Keamanan (Studi di Wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau), 30 Juni 2021.

Wartoyo, Franciscus Xaverius, Belardo Prasetya Mega Jaya, Muhammad Rusli Arafat, Mohd Hazmi Bin Mohd Rusli, Asari Taufiqurrohman, Imam Ibnu Malik, dan Devi Rakhmatika. “Strengthening Indonesia’s Maritime Sovereignty: Implementing a Single agency multi-task Model to Combat IUU Fishing.” Diponegoro Law Review 10, no. 1 (1 April 2025): 1–15. doi:10.14710/dilrev.10.1.2025.1-15.

Published

30-06-2026

Issue

Section

Artikel Penelitian

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.