Perlindungan Hukum Hak Upah Jurnalis
Studi Perbandingan Indonesia, Swedia dan Jerman
DOI:
https://doi.org/10.35194/jhmj.v12i1.6335Keywords:
Hukum Ketenagakerjaan, Hukum Perbandingan, Jurnalis, Kebebasan Pers, Perlindungan UpahAbstract
Diskursus kemerdekaan pers di Indonesia selama ini didominasi oleh isu perlindungan jurnalis dari intimidasi dan kekerasan, sehingga hak-hak ketenagakerjaan jurnalis cenderung terabaikan. Masih sedikit penelitian yang membahas hak-hak ketenagakerjaan jurnalis sebagai faktor penting dalam mewujudkan kemerdekaan pers. Banyak jurnalis belum mendapatkan upah yang layak karena faktor perusahaan pers yang mengabaikan UU Ketenagakerjaan. Penelitian ini membandingkan perlindungan hukum hak upah jurnalis di Indonesia dengan negara Swedia dan Jerman. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan perbandingan hukum. Swedia dipilih sebagai negara pembanding karena merepresentasikan model media welfare state, sedangkan Jerman memiliki sistem penegakan hukum ketenagakerjaan yang ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi mekanisme kedua negara pembanding tersebut dapat diimplementasikan di Indonesia: Pertama, mengadopsi model Swedia melalui penguatan peran serikat pekerja; Kedua, mengadopsi model Jerman dengan memperkuat penegakan hukum oleh pengawas ketenagakerjaan sebelum memasuki ranah pengadilan.
References
Ario, Syafri. “Tinjauan Yuridis Peranan Dewan Pers Dalam Peningkatan Profesionalme Wartawan.” Menara Ilmu: Jurnal Penelitian Dan Kajian Ilmiah 19, no. 1 (2025): 430–39. https://doi.org/10.31869/mi.v19i1.6527.
Buana, Mirza Satria. Perbandingan Hukum Tata Negara. Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2022.
Bundesministerium der Justiz und für Verbraucherschutz (n.d.).
Fatah, Abdul. Hukum Pers Indonesia. Malang: Setara Press, 2019.
Indrawan, Adiyta Fajar. “Tok! PHI Putuskan Pemotongan Upah Dan PHK CNN Indonesia Tidak Sah.” hukumonline.com, 2025. https://www.hukumonline.com/berita/a/tok-phi-putuskan-pemotongan-upah-dan-phk-cnn-indonesia-tidak-sah-lt68723ce20f22b/.
Jakobsson, Peter, Johan Lindell, and Fredrik Stiernstedt. “A Neoliberal Media Welfare State? The Swedish Media System in Transformation.” Javnost- The Public 28, no. 4 (2021): 375–90. https://doi.org/10.1080/13183222.2021.1969506.
———. “Normative Foundations of Media Welfare: Perspectives from the Nordic Countries.” Media, Culture and Society 45, no. 2 (2023): 305–22. https://doi.org/10.1177/01634437221111914.
Kunarti, Siti, Sri Hartini, Syarafina Dyah Amalia, Adhitia Pradana, and Bahar Elfudllatsani. “Reformulation of Minimum Wage Policy and Its Implications Concerning Justice and Workers’ Welfare in the Context Indonesian Law.” Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi 8, no. 1 (2025): 213–30. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v8i1.12975.
Layong, Mustafa, Gema Gita Persada, Chikita Edrini Marpaung, Wildanu Syahril Guntur, Gregorius Nikolaus Putrowardoyo, Reza Adzarin, Muhammad Taufik Parende, Muhamad Rafi Cardova, and Farhan Aditya Harmen. Annual Report LBH Pers 2025: Bayang-Bayang Kuasa Di Balik Teror Tak Terurai. LBH Pers, 2025. https://lbhpers.org/download/annual-report-lbh-pers-2025/.
Lindell, Johan, Peter Jakobsson, and Fredrik Stiernstedt. “The Media Welfare State: A Citizen Perspective.” European Journal of Communication 37, no. 3 (2022): 330–49. https://doi.org/10.1177/02673231211046792.
Masduki, Ahmad Arif, Febrina Galuh, Engelbertus Wendratama, and Putri Laksmi Nurul Suci. Potret Jurnalis Indonesia 2025: Demografi, Budaya Kerja, Kompetensi Digital Dan Kekerasan Terhadap Jurnalis. Jakarta Pusat: AJI Indonesia, 2025.
Nasution, Faizal Amir P, Yeni Nuraeni, and Firdausi Nuzula. “Penerapan Peraturan Pemerintah Mengenai Waktu Kerja Dan Waktu Istirahat: Perspektif Jurnalis.” Jurnal Ketenagakerjaan 17, no. 2 (2022): 105–20. https://doi.org/10.47198/naker.v17i2.138.
Nopianti, Wike, Imam Budi Santoso, and Muhamad Abas. “Pemenuhan Hak Pesangon Pekerja Akibat Pemutusan Hubungan Kerja Dalam Kepailitan Perusahaan Perspektif Pancasila.” Jurnal Hukum Mimbar Justitia 10, no. 1 (2024): 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.35194/jhmj.v10i1.4061.
Pers Dalam Pusaran Otoritarian. AJI Indonesia, 2025.
Putra, Tegar Kusuma, and Soediro. “Perlindungan Hukum Terhadap Jurnalis Dalam Mewujudkan Independensi Pers Di Indonesia.” Journal Presumption of Law 7, no. April (2025): 48–58. https://doi.org/https://doi.org/10.31949/jpl.v7i1.12567.
Putusan Kasasi Nomor Perkara 1276 K/Pdt.Sus-PHI/2025 (2025).
Putusan Pengadilan Nomor Perkara 28/Pdt.Sus-PHI/2025/PN Jkt.Pst (2025).
Sandiah, Rara Siti. “Urgensi Peningkatan Kesejahteraan Bagi Profesi Jurnalis Sebagai Bentuk Pemenuhan Hak Tenaga Kerja Di Indonesia.” Media Hukum Indonesia 2, no. 3 (2024): 316. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.11765737.
Setiawan, Mohamad Dino, and A Basuki Babussalam. “Perlindungan Hukum Atas Pemutusan Relasi Kerja Dalam GIG Economy Menurut Teori Philipus M. Hadjon.” Journal Presumption of Law 8, no. April (2026): 59–79. https://doi.org/https://doi.org/10.31949/jpl.v8i1.17501.
Simunjak, Maja, and Manuel Menke. “Workplace Well-Being and Support Systems in Journalism: Comparative Analysis of Germany and the United Kingdom.” Journalism 24, no. 11 (2023): 2474–92. https://doi.org/10.1177/14648849221115205.
Sveriges Riksdag atau The Swedish Parliament (Website Parlemen Swedia) (n.d.).
Sveriges Riksdag atau The Swedish Parliament (Website Parlemen Swedia) (n.d.).
Syarif, Munif Ibnu Fatchu. “Legal Protection of Wages and Welfare of Journalists in the City of Semarang.” Walisongo Law Review 3, no. 1 (2021): 87–109. https://doi.org/10.21580/walrev/2021.3.1.9035.
Thamrin, Husni. Filsafat Hukum. Karawang: CV Jaya Publisher, 2004.
Warikar, Elizabeth F. “Normalisasi Praktik Flexploitation Dan Kerentanan Jurnalis Daring Di Yogyakarta.” Jurnal Ilmu Komunikasi 22, no. 1 (2025): 85–102. https://doi.org/10.24002/jik.v22i1.8360.
Wiratraman, Herlambang P. “Kebebasan Pers, Hukum, Dan Politik Otoritarianisme Digital.” Undang: Jurnal Hukum 6, no. 1 (2023): 1–31. https://doi.org/10.22437/ujh.6.1.1-31.
Zuklarnaen, Ahmad Hunaeni. “Hukum Pengupahan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) Dan Keinginan Semua Pihak Dalam Hubungan Industrial.” Jurnal Hukum Mimbar Justitia 6, no. 2 (2020): 102–28. https://doi.org/https://doi.org/10.35194/jhmj.v6i2.1177.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fajar Bahruddin Achmad, Siti Kunarti, Sugeng Santoso PN, Abdul Aziz Nasihuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Jurnal Hukum Mimbar Justitia by Editor is licensed under CC BY-SA 4.0


