Tindakan Anti-Dumping Kepada Eksportir Berdasarkan Ketentuan Gatt dan Upaya Penyelesaian Sengketanya

Authors

  • Grasia Kurniati Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Maruli Adam Tampubolon Fakultas Hukum Universitas Singaperbangsa Karawang

DOI:

https://doi.org/10.35194/jhmj.v10i1.4087

Keywords:

Praktek Dumping, GATT, Perdagangan, Dumping Practices, Trading.

Abstract

Abstrak

Penelitian ini mengkaji tentang tindakan antidumping pemerintah Indonesia kepada eksportir dari negara lain yang melakukan praktik dumping berdasarkan ketentuan GATT dan bagaimana upaya penyelesaian sengketanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akibat hukum dari praktik dumping dan bagaimana penyelesaian sengketa jika negara pengekspor tidak mendapatkan sanksi antidumping. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa praktik dumping harus dipelajari terlebih dahulu untuk menentukan apakah kriteria praktik dumping terpenuhi atau tidak. Oleh karena itu, investigasi akan dilakukan oleh instansi terkait dalam hal ini Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI). Kemudian KADI akan memutuskan apakah eksportir dari negara lain tersebut terbukti melakukan dumping berbahaya dengan bukti-bukti yang ada. Selanjutnya KADI memberikan sanksi berupa Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD). Jika negara tidak menerima sanksi yang dijatuhkan, WTO telah memberikan fasilitas untuk menyelesaikan sengketa perdagangan internasional, termasuk dumping.

 

Abstract

This study examines the Indonesian government's anti-dumping actions against exporters from other countries who practice dumping under GATT provisions and how to resolve the dispute. This study analyzes the legal consequences of dumping practices and how to resolve conflicts if the exporting country does not receive anti-dumping sanctions. The research method used is normative juridical. The study results concluded that dumping practices must be studied first to determine whether the criteria for dumping practices are met. Therefore, the relevant agency, in this case, the Indonesian Anti-Dumping Committee (KADI), will conduct an investigation. Then KADI will decide whether the exporter from another country is proven to have committed dangerous dumping based on the available evidence. They then gave sanctions in the form of Anti Dumping Import Duty (BMAD). If countries do not accept the sanctions imposed, the WTO has provided facilities to resolve international trade disputes, including dumping.

References

Alexander Sandkamp, and Erdal Yalcin. “Different Antidumping Legislations within the WTO: What Can We Learn from China’s Varying Market Economy Status?” Review of International Economics 29, no. 5 (2021): 1121–1147.
Anna v Agapova. “Analysis of Application of Anti-Dumping Duties in the Russian Federation within the Eurasian Economic Union (EEU).” Espacios 39, no. 12 (2018): 25–40.
Arifin Ma’ruf. “Tindakan Menguasai Pasar Luar Negeri Secara Illegal (Analisis Pengenaan Bea Masuk Anti Dumping Terhadap Impor Produk Hot Rolled Plate (HRP) Dari Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Ukraina, Dan Singapura).” Supremasi Hukum 6, no. 2 (2017): 98–111. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/Supremasi/article/viewFile/2021/1497.
Dewa Gede Pradnya Yustiawan. “Perlindungan Industri Dalam Negeri Dari Praktik Dumping.” Jurnal Analisis Hukum 1, no. 1 (2018): 170–186.
Dewi Anggraeni. “Prevention of Dumping Practice in Asean China Free Trade Area Regarding Government Regulation Number 34 Year 2011.” Jurnal Cita Hukum 5, no. 1 (2017): 135–170.
Diah Dini Wati, and Yusnarida Eka Nizmi. “Motivasi Indonesia Menerapkan Kebijakan Anti Dumping Terhadap Impor Baja Cold Rolled Coil (CRC) Jepang Tahun 2013.” JOM FISIP 2, no. 2 (2015): 1–11. https://www.neliti.com/publications/32487/motivasi-indonesia-menerapkan-kebijakan-anti-dumping-terhadap-impor-baja-cold-ro.
Esty Hayu Dewanty. “Rules of Origin Sebagai Instrumen Penanganan Praktik Illegal Transhipment.” Yuridika 27, no. 2 (2012): 157–172. https://e-journal.unair.ac.id/index.php/YDK/article/download/294/159.
Eunike Trisnawati, Farisi Mochammad, and Pebrianto Doni Yusra. “Mplikasi Pencegahan Dumping Sebagai Unfair Trade Practices Terhadap Negara Berkembang.” Uti Possidetis: Journal of International Law 1, no. 3 (2020): 254–276.
Fahmi Fairuzzaman. “Peran Hukum Dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia: Arah Kebijakan Pemerintah Menghadapi Praktik Dumping.” Lex Renaissan 6, no. 2 (2021): 313–323.
Idha Mutiara Sari. “Dispute Settlement Of Anti-Dumping Legal Aspect In Indonesia Based On Gatt/Wto Provisions (Allegations Case Study Of Dumping Wood Free Copy Paper Between South Korea And Indonesia).” Lampung Journal of International Law 21, no. 2 (2020): 85–98.
Irina Chervinskaya. “Specificity of Anti-Dumping Regulation for Transition Countries.” In Procedia Economics and Finance 8, no. 8 (2014): 144–149.
Lila Pratiwi. “Imposition Of Antidumping Duty (Bamd) Towards China’s Cold Rolled Coil/ Sheet (Crc/S) Products.” Indonesia Law Review 2 (2013): 151–161.
Lusy K.F.R. Gerungan. “Kajian Yuridis Kebijakan Antidumping Dalam Perdagangan Internasional.” Lex Administratum 2, no. 3 (2014): 135–144.
Meliyani Sidiqah. “Retaliasi Indonesia Atas Tuduhan Dumping Terhadap Korea Selatan.” Wawasan Yuridika 3, no. 1 (2019): 78–99. https://doi.org/10.25072/jwy.v3i1.207.
Minsoo Lee, Donghyun Park, and Aibo Cui. “Invisible Trade Barriers: Trade Effects of US Antidumping Actions Against the People’s Republic of China.” ADB Economics Working Paper Series 378 (n.d.).
Muhajir La Djanudin. “Mekanisme Penyelesaian Sengketa Dumping Antar Negara.” Lex Administratum 1, no. 2 (2013): 124–135.
Nella Octaviany Siregar. “Regulasi Anti Dumping Dalam Hukum Perdagangan Internasional Dan Penerapannya Di Indonesia.” Justisi 8, no. 1 (2022): 67–81.
Nita Anggraeni. “Dumping Dalam Perspektif Hukum Dagang Internasional Dan Hukum Islam.” Mazahib: Jurnal Pemikiran Hukum Islam 14, no. 2 (2015): 159–468.
Prawitra Thalib. “Implikasi Prinsip Most Favoured Nation Dalam Upaya Penghapusan Hambatan Pedagangan Internasional.” Yuridika 27, no. 1 (2012): 35–46.
Rahmadi Indra Tektona, and Nuzulia Kumala Sari. “Upaya Hukum Indonesia Terhadap Dumping Besi Dan Baja Yang Dilakukan Republik Rakyat Tiongkok Dan Vietnam.” Jurnal Legislasi Indonesia 19, no. 1 (2022): 106–120.
Rahmadi Indra Tektona, Nuzulia Kumala Sari, and Amru Hanifa Mukti. “Indonesian Legal Remedies Againts Tiongkok and Vietnam Dumping in Indonesia.” Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal 4, no. 2 (2020): 58–70.
———. “Kepastian Dalam Penyelesaian Hukum Oleh Indonesia Pada Dumping Yang Dilakukan Republik Rakyat Tiongkok Dan Vietnam.” Jurnal Ius Constituendum 6, no. 2 (2021): 328–347.
Rizki Tri Anugrah Bhakti. “Perlindungan Hukum Oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) DARI Praktek Dumping Akibat Perdagangan Internasional.” Jurnal Cahaya Keadilan 6, no. 1 (2019): 73–89. https://ejournal.upbatam.ac.id/index.php/cahayakeadilan/article/view/884.
Stepen Salinding. “Alasan Pakistan Menuduh Indonesia Melakukan Dumping Dan Subsidi Atas Produk Kertas Indonesia 2011-2014.” EJournal Ilmu Hubungan Internasional 6, no. 3 (2018): 1339–1354. https://ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2018/08/Jurnal Stepen Salinding - 1102045047 (PDF) (08-20-18-03-55-40).pdf.
Zulfana Rizki Danirmala, and Emmy Latifah. “Dampak Kebijakan Zeroing Oleh Amerika Serikat Terhadap Produk Impor Udang Dari China.” Belli Ac Pacis 1, no. 1 (2015): 34–43.
Zulfikar Jayakusuma, and Diana Ledy. “Implikasi Kebijakan Anti Dumping Terhadap Hubunganperdagangan Internasional Antara Indonesia Dan Uni Eropa (European Union).” JOM Fakultas Hukum 5, no. 2 (2018): 1–15.

Published

2024-06-30

Issue

Section

Artikel Penelitian