ANALISIS RANTAI PASOK BIJI KEMIRI DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA

Authors

  • Muhammad Yusuf Universitas Mataram
  • Dudi Septiadi ID SINTA (6703984) Universitas Mataram

Keywords:

pertanian berkelanjutan, perubahan iklim., diversifikasi pendapatan

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Penelitian ini dilakukan di empat desa di Kecamatan Kayangan, KLU yaitu Desa Salut, Desa Selengen, Desa Mumbul Sari dan Desa Akar-Akar secara purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif, sedangkan sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Data dianalisis secar adeskriptif dengan menggunakan analisis kerangka Food Supply Chain Network (FSCN) dan Supply Chain Operating Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jaringan rantai pasok biji kemiri di Kecamatan Kayaangan Kabupaten Lombok Utara, yaitu: a). Sasaran pasar rantai pasok biji kemiri kupasan yang adalah di dalam maupun luar pulau Lombok (Bali dan Jawa), sedangkan pengembangannya adalah: memperhatikan kadar air, memangkas salah satu pelaku rantai pasok, dan menyeragamkan harga; b). Manajemen rantai pasok terdiri atas pemilihan mitra yang ditentukan berdasarkan faktor kedekatan lokasi, besar kecilnya skala pembelian dan kemudahan memasarkan biji kemiri. Kesepakatan yang terjadi antar mata rantai dilakukan secara non formal (lisan) dengan transaksi secara tunai. Belum adanya bantuan dari pemerintah pada pelaku rantai pasok biji kemiri; c). Struktur rantai pasok meliputi 2 saluran yaitu saluran I (petani – PP dusun – PP desa – pengupas – pedagang besar – pengecer) dan saluran II (petani - PP desa - pengupas - pedagang besar – pengecer) yang masing – masing mata rantai pasok memiliki peran yang berbeda. Pasokan biji kemiri gelondongan Lombok belum mampu memenuhi permintaan industri pengolah; d) Sumberdaya rantai pasokterdiri atas sumberdaya fisik berbeda – beda tiap anggota rantai sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan sumberdaya teknologi masih menggunakan peralatan sederhana, sumberdaya manusia menggunakan tenaga kerja dalam keluarga dan luar keluarga serta sumberdaya modal yang masih terbatas; e) Proses bisnis rantai pasok terdiri atas 3 (tiga) aliran yaitu aliran produk, aliran dana dan aliran informasi yang terditribusi secara merata dan lancar. Risiko yang dihadapi oleh setiap mata rantai adalah terkait harga fluktuatif, kerusakan hasil produksi dan kemacetan pasar serta cara untuk membangun kepercayaan (trust building) adalah dengan lancar berkomunikasi dan dijual pada pelaku yang sama.

References

Arlene A. 2013. Ekstraksi kemiri dengan metode soxhlet dan karakterisasi minyak kemiri. Jurnal Teknik Kimia USU. 2(2):6–10. 10(2):59–63.

BPS, 2023. Buku Statistik Tanaman Perkebunan. BPS. Jakarta.

charcoal as absorbent of lead ions in used oil. Jurnal Akademika Kimia.

Departemen Pertanian. 2006. Pedoman budidaya kemiri (Aleurites moluccana Willd). Jakarta. (ID): Direktorat jenderal perkebunan.

Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, 2023. Statistik Tanaman Perkebunan Provinsi NTB. Mataram.

Direktorat Budidaya Tanaman Tahunan. 2008. Budidaya Kemiri. http://ditjenbun.deptan.go.id/budtanan/images/copy%20of%20budidaya%20kemir.pdf. [ 1 Desember 2021 Elevitch CR, Manner HI. 2006. Aleurites moluccana (kukui). Species profiles for pacific island agroforestry. Permanent agricultural resources (PAR), Holualoa, Hawaii. [internet]. [diacu 2014 September 20]. Tersedia pada: http://www.traditionaltree.org/ Aleurites-kukui.pdf.

Rakhman (2019). Menyimpan Kemiri, Pohon Uang dan Penyimpan Air. https://www. mongabay.co.id/2019/02/22/ menjaga-kemiri-pohr/. (Diakses 2 April 2022)

Hardjanto, Patabang M. 2019. Application of the brandis method for yield regulation of pine private forest in Tana Toraja. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 25(2):82-92.

Krisnawati H, Kallio M, Kannien M. (2011). Aleurites moluccana (L.) Willd. Ekologi, silvikultur dan produktivitas. Bogor (ID): Center for international forestry research.

Muthmainnah, Irma, S., & Juliati. (2021). Analisis Nilai Manfaat Ekonomi Tanaman Kemiri (Aleurites Moluccana). Universitas Muslim Maros Jurnal Eboni, 3(1), 39–45.

Https://Ejournals.Umma.Ac.Id/Index.Php/Ebo ni/Index.

Nazir, M. (2017). Metode Penelirian. Bogor : Ghalia Indonesia.

Nurrochmat, D. R. & T. Tiryana, (2005). Analisis Pemasaran Domestik dan Ekspor Hasil Hutan Non Kayu. Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB Bogor.

Pranowo D, Herman M, Syafaruddin. (2015). Potensi Pengembangan Kemiri Sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) di Lahan Terdegradasi. Perspektif. 14(2):87–101. 10.21082/p.v14n2.2015.87-101.

Sahidu, A., Muktasam, Siti Nurjannah dan Hayati, (2018). Analisis Rantai Nilai Kemiri dan Strategi Pemberdayaan Petani: Studi Kasus di Desa Batudulang Kecamatan Batulanteh Kabupaten Sumbawa. Jurnal Agrimansion, 19 (1):

https://doi.org/10.29303/agrimansion.v19i1.226

Shaah MA, Allafi F, Hossain MS, Alsaedi A, Ismail N, Kadir MOA, Ahmad MI. (2021). Candlenut Oil: Review on Oil Properties snd Future Liquid Biofuel Prospects. Int J Energy Res. 45(12):1–23. doi.org/10.1002/er.6446.

Suparyana, P. K., Nabilah, S., Wahyuningsih, E., & Ketut, I. (2023). Faktor Internal Eksternal Pengembangan Potensi HHBK Kelompok Mitra Tani di Sekitar Kawasan Hutan Desa Pemepek Internal External Factors Development Of Potential Ntfps Of Farmer Partner Groups Around The Forest Area Of Pemepek Village Eissn 2685-4368 P-Iss. 33 (1), 260– 269. https://doi.org/10.29303/agroteksos.v33i1.832.

Wibowo, A. (2019). Potensi Pengembangan Kemiri (Aleurites moluccana) sebagai Komoditas Unggulan Hasil Hutan Bukan Kayu. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 8(1), 27-37.

Widia, Artika. (2019). Analisis Faktor–Factor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mengelola Tanaman Kemiri (AlauritesMoluccana(L.) Wild) Rakyat di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Thesis.UniversitasAndalas.WWF Indonesia Program Nusa Tenggara. (2016). Analisis Rantai Nilai dan Insentif Ekonomi

Komoditas HHBK Unggulan Pulau Lombok. Yayasan WWF Indonesi.

Yusuf, M., Septiadi, D., Nursan, M., & Fadli, F. (2023). Analisis Ekonomi dan Tingkat Kesejahtraan Rumah Tangga Petani Peserta Program Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Sambalia Kabupaten Lombok Timur. Ganec Swara, 401–411

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Yusuf, M., & Septiadi, D. (2026). ANALISIS RANTAI PASOK BIJI KEMIRI DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA. JURNAL AGRITA, 8(1), 16–33. Retrieved from https://jurnal.unsur.ac.id/index.php/agrita/article/view/5804

Issue

Section

Articles