KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MITIGASI BENCANA BERKAITAN DENGAN PENATAAN RUANG PASCA GEMPA BUMI
DOI:
https://doi.org/10.35194/jj.v4i02.4118Keywords:
Kebijakan Pemerintah Daerah, Mitigasi Bencana, Penataan Ruang, Disaster mitigation, Local Government Policy, Spatial planning.Abstract
ABSTRAK
Kabupaten Cianjur, dengan sejarah panjangnya terkait kerentanan terhadap bencana alam, khususnya gempa bumi, mengalami peristiwa signifikan pada Senin, 21 November 2022. Bencana tersebut menambah daftar panjang peristiwa alam yang mengguncang wilayah ini, menyebabkan kerugian materi dan korban jiwa yang besar. Kondisi ini mendorong perlunya penanganan yang lebih efektif dalam penataan ruang dan kebijakan mitigasi bencana yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah terkait mitigasi bencana dalam penataan ruang di Kabupaten Cianjur. Fokus utama meliputi proses penentuan tata ruang wilayah, peran politik hukum dalam mitigasi bencana, dan implementasi kebijakan oleh pemerintah daerah. Melalui metode studi literatur dan analisis kebijakan, hasil penelitian menyoroti pentingnya integrasi politik hukum yang berkelanjutan dalam tata ruang pasca bencana. Peran aktif pemerintah, partisipasi masyarakat, dan sinergi antara kebijakan mitigasi bencana serta tata ruang diidentifikasi sebagai krusial dalam membangun ketahanan wilayah terhadap bencana. Peningkatan kesadaran akan politik hukum mitigasi bencana menjadi kunci untuk mencapai tata ruang yang berkelanjutan dan adaptif pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur.
ABSTRACT
Cianjur Regency, with its long history of vulnerability to natural disasters, especially earthquakes, experienced a significant event on Monday, November 21 2022. This disaster added to the long list of natural events that rocked this region, causing material losses and large casualties. This condition encourages the need for more effective management in spatial planning and sustainable disaster mitigation policies. This research aims to evaluate local government policies regarding disaster mitigation in spatial planning in Cianjur Regency. The main focus includes the process of determining regional spatial planning, the role of legal politics in disaster mitigation, and policy implementation by local governments. Through literature study and policy analysis methods, the research results highlight the importance of sustainable integration of legal politics in post-disaster spatial planning. The active role of government, community participation, and synergy between disaster mitigation policies and spatial planning are identified as crucial in building regional resilience to disasters. Increasing awareness of the legal politics of disaster mitigation is the key to achieving sustainable and adaptive spatial planning after the earthquake disaster in Cianjur Regency.
References
Belladonna, A. P., Tripuspita, N., & Sakung, N. T. (2022). Internalisasi Karakter Disiplin Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler Polisi Taruna (POLTAR). Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(22), 88–94. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.7272821
Fara Waida, D., & Huzairin. (2021). Studi Pendekatan Perencanaan Kota Kawasan Perkantoran Kabupaten Karimun. Jurnal Pelita Kota, 2(I), 25–35. https://doi.org/10.51742/pelita.v2iI.296
Fikri, A. (2023). PUTR Cianjur catat perbaikan infrastruktur rusak setelah gempa tuntas. ANTARA.
Justitia Avila Veda, R. R. (2021). Modul Pelatihan Pendampingan Korban TPPO untuk Paralegal, International Organization for Migration (IOM) Indonesia. IOM Publications Unit (PUB).
Kartika, S. D. (2015). Politik Hukum Penanggulangan Bencana. Kajian Menjembatani Teori Dan Persoalan Masyarakat Dalam Perumusan Kebijakan, 20(4). https://doi.org/https://doi.org/10.22212/kajian.v20i4.633
Koran Sulindo. (2022). Rumah Tahan Gempa Sebagai Kearifan Lokal Leluhur. Koran Sulindo.
Lanini, A., Yodo, S., & Syafiuddin, I. (2019). The Protection of Refugees Rights of Natural Disasters in Central Sulawesi Indonesia. 358(Icglow), 48–50.
Lauri, M. A. (2011). Triangulation of Data Analysis Techniques. Peer Reviewed Online Journal, 20.
Maulana, A. T., & Andriansyah. (2024). Mitigasi Bencana di Indonesia. COMSERVA Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 3(10).
Maulidina, S. A., Kamilah, A., & Sofyan, M. I. (2024). Kebijakan Relokasi Terhadap Status Tanah Masyarakat Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 03(03).
Muksin, Z., Rahim, A., Hermansyah, A., Samudra, A. A., & Satispi, E. (n.d.). Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Cianjur. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) (EISSN: 2614-8854), 6(4).
Pelleng, G. O., Karwur, D. B. A., & Mokorimban, M. A. T. (2021). Pengendalian Tata Ruang Guna Mencegah Alih Fungsi Lahan Pertanian Menurut Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Lex Administratum, 9(2), 221–229.
Permana, R. H. (2023). Kilas Balik Duka Cianjur Diguncang Gempa Dashyat. DetikNews.
R. Widodo Dwi Pramono. (2021). Modul Teknik Analisis Dan Perencanaan Wilayah. Penerbit Deepublish (Group Penerbitan CV Budi Utama).
Salumpu, I. H. (2023). Politik Hukum Mitigasi Bencana dalam Penataan Ruang Kota Palu Pasca Bencana Gemptsulikui (Gempa, Stunami, Likuifaksi). Adulako Master Law Journal, 7(2), 290–306.
Umam. (2021). Rumah Adat Sunda – Jenis, Keunikan, Ciri Khas, dan Bentuk. Gramedia Blog.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.