EFEKTIVITAS BERBEDA PUPUK ORGANIK CAIR SERABUT KELAPA DAN PUPUK ORGANIK CAIR BATANG PISANG PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)

Authors

  • Angga Adriana Imansyah ID SINTA (6123137) Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur
  • Amrina Rosada Rahmawati Universitas Suryakancana
  • Ramli Ramli

DOI:

https://doi.org/10.35194/agsci.v15i2.5952

Keywords:

Batang pisang, Serabut kelapa, Pupuk organik cair, Tanaman tomat

Abstract

Tingkat produktivitas tanaman (Lycopersicum esculentum Mill.) di Indonesia mengindikasikan penurunan, salah satunya disebabkan oleh ketergantungan berlebihan terhadap pupuk kimia sintetik yang berpotensi mengganggu keseimbangan nutrisi tanah. Salah satu alternatif solusi berkelanjutan adalah penggunaan POC (Pupuk Organik Cair) yang berasal dari limbah pertanian seperti serabut kelapa (sumber K) dan batang pisang (sumber K). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas POC serabut kelapa dan POC batang pisang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis POC serabut kelapa (K0=0, K1=30, K2=40, K3=50 ml/tanaman) dan faktor kedua adalah dosis POC batang pisang (P0=0, P1=25, P2=50, P3=75 ml/tanaman). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian POC serabut kelapa secara tunggal berdampak signifikan terhadap tinggi tanaman dengan dosis terbaik K2 (40 ml/tanaman). Namun, untuk parameter generatif seperti jumlah bunga, jumlah buah, dan berat buah, perlakuan kontrol (tanpa POC) justru memberikan hasil terbaik. Pemberian POC batang pisang tidak berdampak signifikan, serta tidak terdapat interaksi antara kedua POC. Disimpulkan bahwa pada tanah dengan kesuburan alami yang optimal, penambahan kedua jenis POC tidak efektif dan diduga berlebihan sehingga aplikasinya perlu mempertimbangkan kondisi awal tanah.

Author Biography

Angga Adriana Imansyah, ID SINTA (6123137) Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

S1 Agribisnis Politeknik Negeri Jember 

S2 Agronomi Universitas Jendral Soedirman

References

Ainilza, Y. (2020). Budidaya Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) di Kelompok Tani Kunjung Mange Timur 3, Kelurahan Sidenre, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Anisa, Z. M., Ananto, A., Sari, W., & Putri, S. D. 2024. Efektivitas Kompos Tumbuhan Kirinyuh (Chromolaena ordorata L.) untuk Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Agroplasma, 11(1), 57-62.
BPS. (2023). Produksi tanaman sayuran menurut kabupaten/kota dan jenis tanaman di Provinsi Jawa Barat, 2023. Diakses pada 14 Januari 2025, dari https://bit.ly/3SayuranJabar
Gultom, E. S. (2021). Pemanfaatan limbah batang pohon pisang untuk pembuatan pupuk organik cair di Desa Kulasar Kecamatan Silinda Kabupaten Serdang Bedagai. Seminar Nasional Pengapdian Kepada Masyarakat, Seminar Dalam Jaringan LPPM Universitas Negeri Medan, 462–467.
Hafeez, B., Khanif, Y. M., & Saleem, M. (2013). Role of zinc in plant nutrition: A review. American Journal of Experimental Agriculture, 3(2), 374-391.
Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil fertility and fertilizers: An introduction to nutrient management (8th ed.). Pearson Education.
Innka Yasinta, A., Rasyid, I & Islan I. (2017). Respon tanaman kacang tanah (Arachis hypogea L.) terhadap pemberian pupuk fosfor dan asam triiodobenzoat. JOM Faperta Universitas Riau, 4(1), 1–13.
Kesumawati, N., Saputra, A. & Jafrizal, (2022). Respon Tanaman Tomat Terhadap Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk K. Jurnal AGRIBIS, 15(2), 2019–2030.
Liebig, J. von. (1840). Organic chemistry in its applications to agriculture and physiology. Taylor and Walton.
Mariyam, R., Azizah, N., & Suminarti, N. (2017). Pengaruh Dosis Pemupukan Nitrogen dan Jarak Tanam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wijen. J. Produksi Tanaman, 5(10), 1724–1730.
Maulidan, K., & Putra, B. K. (2024). Pentingnya unsur hara fosfor untuk pertumbuhan tanaman padi. Journal of Biopesticides and Agriculture Technology, 1(2), 47–54.
Munandar. (2021, September 4). Pupuk K merah dari abu, SuperVerde (super K), Rahasia pertanian organik Kolombia #3 [Video]. YouTube. https://youtu.be/Djp9G3nSbuw
Munandar. (2021, Mei 15). Buah jadi super, buat sendiri Pupuk SuperVerde Super P, Rahasia pertanian organik Kolombia #2 [Video]. YouTube. https://youtu.be/CYWZEn4AV6I
Nurhermawati, R., Supena, N., & Arif, M. (2023). Partisi Asimilat pada Buah Kelapa Sawit dan Kaitannya dengan Kapasitas Source dan Sink. WARTA Pusat Penelitian Kelapa Sawit, 28(3), 132–145.
Nurjannah, I. (2022). Pengaruh Pemberian POC Batang Pisang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat. Jurna; Agrotekbis, 10(2), 355–364.
Purnamasari, D. (2020). Pengaruh pemberian kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Mataram.
Raksun, A., Japa, L., & Mertha, I. G. (2019). Pengaruh Unsur Hara Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 123–130.
Riko Gultom. (2018). Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Tahu pada Berbagai Media Tanam Secara Fertigasi Skripsi. Universitas Medan Area.
Sambo, P., Nicoletto, C., Giro, A., Pii, Y., Valentinuzzi, F., Mimmo, T., Lugli, P., Mazzetto, F., Astolfi, S., Terzano, R., & Cesco, S. (2019). Hydroponic Solutions For Soilless Production Systems: Issues And Opportunities In a Smart Agriculture Perspective. Frontiers in Plant Science, 10, 923
Sulaminingsih. (2024). Evaluasi Efektivitas Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), 11877–11883.
Taiz, L., Zeiger, E., Moller, I. M., & Murphy, A. (2015). Plant Physiology and Development (6th ed.). Amerika: Sinauer Associates, Inc.
Thor, K. (2019). Calcium—Nutrient and messenger. Frontiers in Plant Science, 10, 440.
Tränkner, M., Tavakol, E., & Jákli, B. (2018). Functioning of potassium and magnesium in photosynthesis, photosynthate translocation and photoprotection. Physiologia Plantarum, 163(3), 414-431.
Purba, T. H. N., Salam, A., Junaedi, Gunawan, B., Junairiah, & Firgiyanto, A. R. (2021). Tanah dan nutrisi tanaman. Yayasan Kita Menulis.
Vance, C. P., Uhde-Stone, C., & Allan, D. L. (2022). Phosphorus acquisition and use: critical adaptations by plants for securing a nonrenewable resource. New Phytologist, 234(1), 27-40.
Widiyanto, A., Budiyanto, S., & Lukiwati, D. R. (2022). Pertumbuhan dan Produksi Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Akibat Perlakuan Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Sabut Kelapa. Jurnal Agroplasma, 9(2), 123–136.
Wang, Y., & Wu, W. H. (2023). Potassium transport and signaling in higher plants: Recent advances and perspectives. Annual Review of Plant Biology, 74, 109-136.
Zörb, C., Senbayram, M., & Peiter, E. (2014). Potassium in agriculture – Status and perspectives. Journal of Plant Physiology, 171(9), 656-669.

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles