TANGGUNG JAWAB HUKUM DEWAN PENGAWAS SYARIAH TERHADAP SECURITIES CROWDFUNDING SYARIAH DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.35194/jj.v2i2.2066Keywords:
Dewan, Hukum, Jasa, Keuangan, Syariah, Board, Finance, Law, Service, Sharia.Abstract
ABSTRAK
Dalam pelaksanaan securities crowdfunding syariah, diperlukan adanya analisis mengenai pelaksanaannya sehingga tidak merugikan para pihak dan dibutuhkan regulasi berdasarkan aktivitas dan aturan yang ada, kemudian pemerintah mengevaluasi tentang peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini, dimana ketentuannya mengikuti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 57 /POJK.04/2020 Tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi dan Fatwa DSN No 140/DSN-MUI/VIII/2021 Penawaran Efek Syariah Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian normatif; tahap penelitian, studi kepustakaan; dan analisis deduktif, jenis pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (library research). Dalam tanggung jawab hukum Dewan Pengawas Syariah terhadap Securities Crowfunding Syariah di Indonesia, OJK hendaknya menciptakan kegiatan industri keuangan syariah di Indonesia berdasarkan prinsip syariah yang teratur, adil, transparan, akuntabel, dan menstabilkan sistem keuangan di Indonesia.
ABSTRACT
In the implementation of sharia securities crowdfunding, it is necessary to have an analysis of its implementation so that it does not harm the parties and regulations are needed based on existing activities and rules, then the government evaluates the current laws and regulations, where the provisions follow the Regulation of the Financial Services Authority of the Republic of Indonesia Number 57 /POJK.04/2020 Regarding Securities Offering Through Information Technology-Based Crowdfunding Services and DSN Fatwa No. 140/DSN-MUI/VIII/2021 Sharia Securities Offering Through Information Technology-Based Crowdfunding Services (Islamic Securities Crowd Funding). The research method used in this article is normative research; research stage, literature study; and deductive analysis, the type of research approach used is a conceptual approach and a statutory approach. Researchers also use library research. In the Sharia Supervisory Board's legal responsibility for Sharia Securities Crowfunding in Indonesia, OJK should create sharia financial industry activities in Indonesia based on sharia principles that are orderly, fair, transparent, accountable, and stabilize the financial system in Indonesia
References
Eduardus, T. (2010). Portofolio dan Investasi teori dan aplikasi. Kanisius.
Gunawan, S., Malkan, M., & Jalil, A. (2019). Peranan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Upaya Meningkatkan Penggunaan Uang Logam. Jurnal Ilmu Perbankan Dan Keuangan Syariah, 1(1), 56–72. https://doi.org/10.24239/jipsya.v1i1.5.57-72
Hu, Y. (2015). Regulation of equity crowdfunding in Singapore. Singapore Journal of Legal Studies, Jul 2015, 46–76. https://search.informit.org/doi/10.3316/informit.564340930912834
Iman, N. (2016). Financial Technology dan Lembaga Keuangan Kulonuwun … I am Nofie Iman. Gathering Mitra Linkage Bank Syariah Mandiri. https://nofieiman.com/wp-content/images/financial-technology-lembaga-keuangan.pdf
Isnantiana, N. I. (2019). Hukum dan Sistem Hukum sebagai Pilar Negara. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1), 19–35. https://doi.org/10.30595/jhes.v2i1.4470
Kader, M. A. (2018). Peran UKM dan Koperasi dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan di Indonesia. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen, VIII(1), 15–32.
Kadir, M. R. (2021). Shariah Compliance Pada Investasi Sukuk Dalam Securities Crowdfunding Di Indonesia. Jurnal Ilmu Perbankan Dan Keuangan Syariah, 3(1), 15–29.
Mahardhika, J. (2021). Shafiq Digital Jadi Securities Crowdfunding Syariah Pertama yang Dapat Izin dari OJK. Investor Daily. https://investor.id/market-and-corporate/261216/shafiq-digital-jadi-securities-crowdfunding-syariah-pertama-yang-dapat-izin-dari-ojk
Nafik, H. R. M. (2009). Bursa Efek dan Investasi Syariah. Serambi Ilmu Semesta.
Novitarani, A., & Setyowati, R. (2018). Analisis Crowdfunding Syariah Berdasarkan Prinsip Syariah Compliance serta Implementasinya dalam Produk Perbankan Syariah. Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, XII(2), 247–262. https://doi.org/10.24090/mnh.v12i2.1759
Pudjiraharjo, M., & Muhith, N. F. (2019). Fikih Muamalah Ekonomi Syariah. Universitas Brawijaya Press.
Rahardjo, A. P., Katherina, A. M. F., Cendhani, C., Putri, E., Anjania, J., Agustin, W., & Nugraha, X. (2018). Iuris Muda: Bunga Rampai Ilmu Hukum. Xavier Nugraha.
Raharjo, S. (2005). Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.
Rasyid, M. A.-Z., Setyowati, R., & Islamiyati. (2017). Crowdfunding Syariah Untuk Pengembangan Produk Perbankan Syariah Dari Perspektif Shariah Compliance. Diponegoro Law Jurnal, 6(4), 1–16.
Susilawati. (2021). Memantapkan Pemahaman Pancasila Sebagai Dasar Negara Untuk Mencapai Tujuan Nasional. Jurnal Prajaiswara, 2(1), 48–60.
Tripalupi, R. I. (2019). Equity Crowdfunding Syari’ah dan Potensinya Sebagai Instrumen Keuangan Syari’ah Di Indonesia. ’Adliya, 13(2), 229–245.
Triyanta, A. (2010). Gharar; Konsep Dan Penghindarannya Pada Regulasi Terkait Screening Criteria Di Jakarta Islamic Index. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 17(4), 615–632. https://doi.org/10.20885/iustum.vol17.iss4.art6
Weekly, F. (2022). Fintech Definition. FinTech Weekly. https://www.fintechweekly.com/fintech-definition
Widiatmodjo, S. (2016). New Business Model In Digital Age. Elex Media Komputindo.
Yolanda, A., & Selian, M. A. H. (2020). Tinjauan Yuridis Ketentuan Uang Muka Di Bawah Ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Dan Otoritas Jasa Keuangan. Journal of Legal Research, 2(2), 393–412. https://doi.org/10.15408/jlr.v2i2.16171
Yudha, A. T. R. C. (2021). Fintech Syariah dalam Sistem Industri Halal: Teori dan Praktik. Syiah Kuala University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.