PERTUMBUHAN Euphorbia pulcherrima AKIBAT BENTUK PEMOTONGAN STEK DAN KONSENTRASI AUKSIN

Aghnia Rahmawati, Ai Komariah, Hudaya Mulyana

Abstract


        Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertumbuhan Kastuba akibat bentuk pemotongan stek dan konsentrasi auksin. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengungkap konsentrasi auksin optimum yang dapat meningkatkan pertumbuhan Kastuba. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan eksperimen di lahan percobaan. Percobaan dilaksanakan di lahan milik Petani Di Desa Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.  Pendekatan eksperimen ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial diulang tiga kali. Tidak terdapat interaksi antara bentuk pemotongan stek bentuk v dan miring dengan konsentrasi auksin terhadap pertumbuhan tanaman kastuba yakni terhadap jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, volume akar, panjang akar, jumlah akar, dan bobot kering. Bentuk pemotongan stek dengan bentuk v meningkatkan jumlah daun, jumlah cabang, dan volume akar pada umur 40 hst. Konsentrasi auksin 0,3 g L-1 memberikan hasil tertinggi pada aspek pertumbuhan luas daun, jumlah cabang, volume akar, dan jumlah akar. Tidak terdapat model kuadratik yang sesuai sehingga konsentrasi auksin yang optimum tidak dapat ditentukan. Konsentrasi auksin 0,3 g L-1 memberikan hasil tertinggi pada aspek pertumbuhan jumlah akar. Konsentrasi Auksin 0,1 g L-1dapat diusahakan untuk mendapatkan pertumbuhan kastuba yang lebih baik dengan bentuk pemotongan stek bentuk pemotongan stek miring 450 dan bentuk “v” di Kecamatan Parongpong. Konsentrasi Auksin 0,3 g L-1dapat diusahakan untuk mendapatkan pertumbuhan kastuba yang lebih baik dengan bentuk pemotongan stek bentuk pemotongan stek miring 450 dan bentuk “v” di Kecamatan Parongpong.


Keywords


Kastuba, Bentuk Stek, Auksin, Pertumbuhan1Program Studi Agroteknologi

References


Astuti, dan Agung Sugianto. 2008. Buku Pintar Tanaman Hias. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Chairur, Rozikin. 2016. Budidaya Tanaman Kastuba. http://www.caraberkebunku.com/2016/05/budidaya-bunga-kastuba-dengan-cara-stek.html.

Gardner FP, RB Pearce and RL Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: UI Press

Mashudi, Hamdan. 2015. Kemampuan Tumbuh Stek Pucuk Pulai Gading (Alstonia Scholaris (L.) R. Br.) Dari Beberapa Posisi Bahan Stek Dan Model Pemotongan Stek. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea.(4) (1).

Olberg, M W., dan Lopez, R G. 2016. Growth And Development Of Poinsettia (Euphorbia Pulcherrima) Finished Under Reduced Air Temperature And Bench-Top Root-Zoneheating. Elsevier. (197-204).

Purnamasari. 2014. Keuntungan dan Kerugian Stek. https://janahpurnamasari.com/2014/08/22/perbanyakan-tanaman-secara-vegetatif-dengan-cara-setek/.

Ratna Dewi A, Intan. 2008. Peranan dan Fungsi Fitohormon bagi Pertumbuhan Tanaman. Bandung: Universitas Padjadjaran.

Salisbury, B. F. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. ITB, Bandung.

Suprapto, A. 2014. Zat Pengatur Tumbuh Penting Meningkatkan Mutu, 21(1), 81–90.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Agroscience (AGSCI) INDEXED BY : 

       

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Telp. (0263) 283579, Email: agroscience@unsur.ac.id 

Agroscience is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.