EFEKTIVITAS PEMBERIAN BAHAN AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) THE EFFECTIVENESS OF ADDING AMELIORANT INGREDIENTS ON THE GROWTH OF ROBUSTA COFFEE SEEDLINGS (Coffea canephora)

Penulis

  • SUPRIADI AIDIL AMAR UNIVERSITAS ALMUSLIM

DOI:

https://doi.org/10.35194/prs.v7i2.5822

Kata Kunci:

Keywords, Humic Acid, Biochar, Robusta Coffee

Abstrak

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh bahan amelioran terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta, yang dilaksanakan di rumah kasa Fakultas Pertanian Universitas Almuslim dan Laboratorium MIPA Universitas Almuslim pada bulan Januari hingga Mei 2025. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang diteliti yaitu AoDe Kontrol, AD, Biochar 50 g/polybag, A,D, Biochar 100 g/polybag, A?D, Asam Humat 50 ml/polybag dan A2D2 Asam Humat 100 ml/polybag. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah, lebar daun, panjang akar, bobot akat dan biomasa tanaman. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan amelioran berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, lebar daun, panjang akar, dan bobot biomassa tanaman kopi robusta. Asam Humat dengan konsentrasi 50 ml/polybag menghasilkan pertumbuhan tanaman kopi robusta yang lebih baik dibandingkan dengan biochar. Bahan amelioran tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah daun dan bobot akar tanaman kopi robusta, menunjukkan bahwa aspek tersebut dipengaruhi oleh faktor lain selain bahan amelioran. Kata Kunci: Asam Humat, Biochar, Kopi Robusta ABSTRACT The research aimed to examine the effect of ameliorants on the growth of Robusta coffee seedlings. The study was conducted in the screenhouse of the Faculty of Agriculture, Almuslim University, and the Mathematics and Natural Sciences Laboratory, Almuslim University, from January to May 2025. The research method used a non-factorial Completely Randomized Design (CRD): A0DO Control, AIDI = Biochar 50 g/polybag, A1D2 Biochar 100 g/polybag, A2D1 Humic Acid 50 ml/polybag, and A2D2 Humic Acid 100 ml/polybag. Observed parameters included plant height, number, leaf width, root length, root weight, and plant biomass. The results concluded that the ameliorants significantly affected the growth of Robusta coffee plant height, leaf width, root length, and biomass weight. Humic acid at a concentration of 50 ml/polybag resulted in better robusta coffee plant growth compared to biochar. Ameliorants do not have a significant effect on the number of leaves und root weight of robusta coffee plants, indicating that these aspects are influenced by factors other than ameliorants. Keywords: Humic Acid, Biochar, Robusta Coffee

Biografi Penulis

SUPRIADI AIDIL AMAR, UNIVERSITAS ALMUSLIM

KEHUTANAN

Referensi

Adelia, R., Yuniarti, T., & Darlina. (2013). Pengaruh pemberian asam humat dan pupuk N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.) pada tanah podsolik merah kuning. Jurnal Agroteknologi Tropika, 1(1), 17–22.
Adriany, T. A., Pramono, A., & Setyanto, P. (2016). Pemberian amelioran pupuk kandang ayam pada penggunaan lahan gambut yang berbeda terhadap emisi CO?. Jawa Tengah: Balai Penelitian Lingkungan Pertanian.
Ananda, R. F. (2020). Pengaruh pemberian biochar tandan kosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi robusta (Coffea canephora var. robusta) [Skripsi, Universitas Andalas]. Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Dharmasraya.
Anshori, M. F. (2014). Analisis keragaman morfologi koleksi tanaman kopi arabika dan robusta Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Sukabumi [Tesis, Institut Pertanian Bogor]. Institut Pertanian Bogor.
Arief, M. (2021). Budidaya kopi konservasi. Jakarta.
Aulia, G. T., Zuraida, Z., & Muyassir, M. (2023). Kandungan hara dan pertumbuhan bibit kopi arabika Gayo akibat pemberian kompos kulit kopi dan fungi mikoriza arbuskular di Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(3), 489–501.
Backer, C. A., & Bakhuisen van den Brink, R. C. (2018). Flora of Java (Spermatophytes only) (Vol. 3). Wolters-Noordhoff NV.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Tengah. (2023). Kabupaten Aceh Tengah dalam angka. Takengon: BPS.
Canellas, L. P., Olivares, F. L., Okorokova-Facanha, A. L., & Facanha, A. R. (2015). Humic acids isolated from earthworm compost enhance root elongation, lateral root emergence, and plasma membrane H?-ATPase activity in maize roots. Plant Physiology and Biochemistry, 89, 24–30.
Daras, U., Octavia, T., & Ling, S. (2023). Pengaruh mikoriza dan amelioran terhadap pertumbuhan benih kopi. RISTI, 4(2), 145–156.
Direktorat Jenderal Perkebunan. (2019). Volume dan nilai ekspor, impor Indonesia. Retrieved from http://DirektoratJenderalPerkebunan.deptan.go.id
Dou, L., Komatsuzaki, M., & Nakagawa, M. (2012). Effects of biochar, mokusakueki and bokashi application on soil nutrients, yields and qualities of sweet potato. Journal of Agricultural Science and Soil Science, 2(8), 318–327.
Erdiansyah, N. P., & Yusianto. (2022). Hubungan intensitas cahaya di kebun dengan profil citarasa dan kadar kafein beberapa klon kopi robusta. Pelita Perkebunan, 28(1), 14–22.
Firmansyah. (2010). Biochar sebagai ameliorant tanah marjinal lahan kering dan lahan pasang surut untuk peningkatan produktivitas tanaman pangan di Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.
Fitri, H. (2020). Dampak penurunan harga kopi terhadap pendapatan usaha tani kopi arabika di Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah [Skripsi, Universitas Syiah Kuala]. Banda Aceh.
Fourelita, T., Dyan, Y. M., & Arini, A. (2022). Respon pemberian kapur dolomit dan asam humat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi arabika (Coffea arabica). Jurnal Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Intan Yogyakarta.
Glaser, B., Lehmann, J., & Zech, W. (2022). Ameliorating physical and chemical properties of highly weathered soils in the tropics with charcoal: A review. Biology and Fertility of Soils, 35, 219–230.
Goenadi, D. H. (2019). The potential use of humic acids. Journal of Soil Science and Environment, 2(2), 23–31.
Hanisah, Rusdi, E., Fitri, Y., & Sugiatno. (2020). Pengaruh formulasi biochar dan limbah kulit kopi terhadap pertumbuhan bibit kopi. Jurnal Agrotropika, 19(2), 102–109.
Hardjowigeno, S. (2015). Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Hermanto, D., Dharmayani, N. K. T., Kurnianingsih, R., & Kamali, S. R. (2023). Pengaruh asam humat sebagai pelengkap pupuk NPK terhadap ketersediaan dan pengambilan nutrien pada tanaman jagung di lahan kering Kee. Bayan-NTB. Ilmu Pertanian, 16(2), 28–41.
Hilwan, I. (2015). Respon pertumbuhan tiga jenis tanaman pada media tailing bekas penambangan pasir kuarsa di Kabupaten Belitung Timur. Jurnal Silvikultur Tropika, 6(2), 126–131.
Khaled, H., & Fawy, H. A. (2011). Effect of different levels of humic acids on nutrient content, plant growth, and soil properties under conditions of salinity. Soil and Water Research, 6(1), 21–29.
Laird, D. A., Fleming, P., Wang, B., Horton, R., & Karlen, D. L. (2010). Biochar impact on nutrient leaching from a Midwestern agricultural soil. Geoderma, 158(3–4), 436–442.
Lehmann, J., & Joseph, S. (2019). Biochar for environmental management. Earthscan.
Mahyuda, Amanah, S., & Tjitropranoto, P. (2018). Tingkat adopsi good agricultural practices budidaya kopi arabika Gayo oleh petani di Kabupaten Aceh Tengah.
Marschner, P. (2012). Marschner's mineral nutrition of higher plants (3rd ed.). Academic Press.
Melke, A., & Ittana, F. (2011). Nutritional requirement and management of arabica coffee (Coffea arabica L.) in Ethiopia: National and global perspectives. American Journal of Experimental Agriculture, 5(5), 30–36.
Minardi, S. (2020). Peran asam humat dan fulvat bahan organik dalam pelepasan P terjerap pada Andisol. Retrieved July 20, 2024, from http://www.uns.ac.id/cp/penelitian.php
Mumiati, & Zuhri, E. (2022). Peranan giberelin terhadap perkecambahan benih kopi robusta tanpa kulit. Jurnal Sagu, 1(1), 1–5.
Najiyati, S., & Danarti. (2016). Kopi budidaya dan penanganan lepas panen. Jakarta: Penebar Swadaya.
Nurida, N. L. (2014). Potensi pembenah tanah biochar dalam pemulihan sifat tanah terdegradasi dan peningkatan hasil jagung pada Typic Kanhapludults Lampung. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kelaman, 1(1), 69–74.
Panggabean, E. (2018). Buku pintar kopi. Jakarta: Agro Media Pustaka.
Piccolo, A., & Mbagwu, J. S. C. (2020). Effects of different organic waste amendments on soil microaggregate stability and molecular sizes of humic substances. Plant and Soil, 123(1), 27–37.
Rahardjo, P. (2018). Panduan budi daya dan pengolahan kopi arabika dan robusta. Jakarta: Penerbit Swadaya.
Rezeki, R., Jufri, Y., & Syakur. (2021). Pengaruh biochar terhadap serapan hara tanaman jagung manis pada tanah bekas tambang batubara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(2), 112–117.
Rofiul, A., & Ari, H. (2018). Pengaruh macam zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan stek beberapa klon kopi robusta (Coffea canephora). Biofarm, 14(2), 71–81.
Rosimarsela. (2025). Aplikasi asam humat untuk mendukung pertumbuhan bibit kopi robusta (Coffea canephora) pada media tanam ultisol [Skripsi, Universitas Batanghari]. Program Studi Agroteknologi, Universitas Batanghari, Jambi.
Rosniawaty, S., Sudirja, R., Ariyanti, M., Mubarok, S., & Akbar, R. (2019). Partisi bahan kering bibit kopi arabika (Coffea arabica L.) yang diberi asam humat dan pupuk NPK tablet. Jurnal Kultivasi, 18(1).
Sahrawat, K. L., Wani, S. P., Pathak, P., Rego, T. J., Pardhasaradhi, G., & Murthy, K. V. S. (2010). Wasteland reclamation in India: Developing micro-watersheds on a watershed basis. Journal of Sustainable Agriculture, 34(6), 637–658.
Setyoadji, A. (2015). Biochar: Pemanfaatan arang hayati untuk kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (2019). Prinsip dan prosedur statistika. Jakarta: PT Gramedia.
Stevenson, F. J. (2014). Humus chemistry: Genesis, composition, reactions (2nd ed.). John Wiley & Sons.
Suharta, I. W. (2012). Pengaruh pemberian asam humat terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimat, 1(2), 85–92.
Tan, K. H. (2013). Soil chemistry (4th ed.). CRC Press.
Thomas, E. S. (2021). Pengaruh pemberian biochar pada media tanam terhadap pertumbuhan bibit kopi robusta (Coffea canephora var. robusta) klon BP 358 [Skripsi, Politeknik Negeri Jember].
Tjitrosoepomo, G. (2019). Morfologi tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wahid, A. (2019). Peranan nitrogen dalam pertumbuhan tanaman dan produksi. Jurnal Agronomi Indonesia, 37(1), 45–52.
Wardani, N. (2022). Pengaruh pemberian asam humat sebagai bahan ameliorant tanah terhadap pertumbuhan dan serapan timbal tanaman bayam pada tanah yang tercemar logam berat timbal (Pb) [Skripsi, Institut Pertanian Bogor]. Bogor.
Yardani, Z., Zuraida, & Hifnalisa. (2021). Penggunaan kompos sumber bahan baku lokal untuk meningkatkan kandungan N, P, dan K pada daun tanaman kopi arabika di Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah. Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, 6(3).
Zandonadi, D. B., Santos, M. P., Dobbss, L. B., Olivares, F. L., Canellas, L. P., Binzel, M. L., & Facanha, A. R. (2017). Nitric oxide mediates humic acids-induced root development and plasma membrane H?-ATPase activation. Planta, 245(6), 1153–1166.
Zhang, X., & Ervin, E. H. (2014). Cytokinin-containing seaweed and humic acid extracts associated with creeping bentgrass leaf cytokinins and drought resistance. Crop Science, 44(5), 1737–1745.

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Articles