PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KEDELAI PADA PEMBUATAN DENDENG ANALOG BERBASIS AMPAS KURMA (Phoenix Dectylifera) TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK
DOI:
https://doi.org/10.35194/prs.v6i1.4252Kata Kunci:
dendeng (jerky), ampas kurma, ampas kedelai.Abstrak
Berdasarkan nilai rata-rata hasil uji efektifitas seluruh metode pengolahan meliputi uji kimia dan sensorik seperti terlihat pada Tabel 3, terlihat bahwa perlakuan daging kering (dendeng) merupakan makanan yang diolah dalam bentuk irisan yang biasanya dibuat dengan bumbu dan di keringkan, bisa ada penambahan bahan pangan lain atau tidak dan bahan tambahan pangan yang diizinkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi terbaik ampas kurma dengan penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda dengan cara dikeringkan dengan food dehydrator dan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis bubuk ampas kedelai yang berbeda secara kimia dan sensorik. Rencana uji coba penelitian ini menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan tepung ampas kedelai dengan 4 taraf yaitu 0%, 10%, 20% dan 30%. Parameter pengujian yang dilakukan adalah uji sifat kimia yaitu kadar air, kadar protein, kadar gula total, kadar serat kasat dan uji sensorik meliputi rasa, aroma, warna dan tekstur. Merujuk hasil dari penelitian diperoleh bahwa metode perlakuan yang paling baik diantara semua metode perlakuan adalah perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 gram ampas kurma ditambah 10 gram bubuk ampas kedelai dengan nilai energi tertinggi sebesar 5,67. Kriteria variabel pengolahan DK2 adalah kadar protein = 24,585, gula total = 2,746, serat kasar = 2,570, kadar air = 9,028, rasa = 4 (suka), aroma = 4 (suka), warna = 4 (suka) dan tekstur. = 4 (suka). Cita rasa terbaik terdapat pada perlakuan DK2 dengan konsentrasi 100 g ampas kurma ditambah 10 g tepung ampas kedelai, dengan nilai rendemen (NH) tertinggi sebesar 0,69.
Referensi
Boulos, Nazik N., Heather Greenfield, dan Ron B. H. Wills. 2000. “Water holding capacity of selected soluble and insoluble dietary fibre.” International Journal of Food Properties 3(2):217–31. doi: 10.1080/10942910009524629.
Fitriyono Ayustaningwarno. 2014. Teknologi Pangan Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Hamizah, Siti, Binti Sulaiman, dan Hajar Binti Ramli. 2020. POLYTECHNIC SULTAN SALAHUDDIN ABDUL AZIZ SHAH FINITE ELEMENTS METHOD (FEM) ANALYSIS COUPLED OF PROCESSING THE FOOD DEHYDRATOR.
Ibidapo, Olubunmi Phebean, Folake Olayinka Henshaw, Taofik Akinyemi Shittu, dan Wasiu Akinloye Afolabi. 2020. “Quality evaluation of functional bread developed from wheat, malted millet (Pennisetum Glaucum) and ‘Okara’ flour blends.” Scientific African 10. doi: 10.1016/j.sciaf.2020.e00622.
Koswara, Ir Sutrisno, Msi. 2009. PENGOLAHAN DAGING.
Muis, H. ,. I. Martaguri, dan Mirnawati. 2009. “Teknologi Bioproses Ampas Kedelai untuk Meningkatkan Daya Gunanya. Laporan Peneliian Fundamental DIKTI, Universitas Andalas, Padang.”
Nasional Indonesia, Standar. 2013. “Badan Standardisasi Nasional Dendeng sapi.”
Purbowati, Purbowati, dan Riva Mustika Anugrah. 2022. “Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kadar Glukosa pada Nasi Putih.” Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya 4(1):15–24. doi: 10.21580/ns.2020.4.1.4565.
Rini Damayanti Moedji, dipl. CN &. Bernadius T. Wahyu Wiryanta,. 2002. Khasiat & Manfaat Susu Kambing?: Susu Terbaik Dari Hewan Ruminansia. Penerbit PT. Agro Media Pustaka.
Satria, Dhian, Yudha Kartika, dan Hendra Maulana. 2021. Classification of color features in butterflies using the Support Vector Machine (SVM). Vol. 2. doi: https://doi.org/10.33005/ijconsist.v2i02.50.
Satuhu Suyanti. 2010. Kurma khasiat dan olahannya. PT Niaga Swadaya.
Sudarmadji, Slamet dkk. 2003. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta: Yogyakarta?: Liberti.
Sulistiani. 2004. “Pemanfaatan Ampas Tahu dalam Pembuatan Tepung Tinggi Serat dan Protein sebagai Alternatif Bahan Baku Fungsional. Bogor: Institut Pertanian Bogor.”
Sunarti. 2018. Serat Pangan dalam Penanganan Sindrom Metabolik.
Susanto, T. 2000. “Penentuan Uji Efektivitas pada Bahan Pangan. Universitas Brawijaya Malang.”