Analisis Eksperimen Tingkat Kebasahan Clay pada Proses Dryer di Laboratorium PT. XYZ
DOI:
https://doi.org/10.35194/jmtsi.v9i2.4640Keywords:
Clay, drying process, experiment, two-way ANOVA, wetness levelAbstract
PT. XYZ is a manufacturing company that produces ceramic roof tiles. A good tile specification is if the clay as raw material has a wetness level after the drying process ?2.5%. The level of clay wetness affects the quality of the product. If the level of wetness after the drying process does not meet the specifications, the product will break easily. Currently, the average initial wetness level of clay (before the drying process) is 18%-22%. This research aims to determine the right time setting in the ceramic tile drying process to produce a wetness level after drying according to specifications by conducting an experimental study at the Company's Laboratory. Experiments were conducted on five clay samples with initial wetness levels of 18.60%; 19.87%; 20.45%; 21.42%; and 22.03%. Each sample was dried for 30, 40, 50, 60, and 70 minutes to produce post-drying wettability according to specifications. The experimental results were processed by Two-Way ANOVA without interaction to evaluate the effect of initial wetness level and drying duration on clay wetness level after drying process. The analysis resulted in clay drying duration for initial wetness of 18.60% at least 40 minutes, initial wetness of 19.87% at least 50 minutes, initial wetness of 20.45% and 21.42% at least 60 minutes, and initial wetness of 22.03% at least 70 minutes with a temperature of 180°C, resulting in clay wetness after drying according to specifications. Based on these findings, an SOP for checking the initial wetness of clay for the drying process was developed to produce good quality roof tiles. PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi genteng keramik. Spesifikasi genteng yang baik adalah jika clay sebagai bahan baku memiliki tingkat kebasahan setelah proses pengeringan ?2,5%. Tingkat kebasahan clay berpengaruh terhadap mutu produk. Jika tingkat kebasahan setelah proses pengeringan tidak sesuai spesifikasi, akan berakibat pada produk mudah pecah. Saat ini, rata-rata tingkat kebasahan awal clay (sebelum proses pengeringan) adalah 18%-22%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaturan waktu yang tepat pada proses pengeringan genteng keramik untuk menghasilkan tingkat kebasahan clay setelah proses pengeringan sesuai spesifikasi dengan melakukan studi eksperimen di laboratorium PT. XYZ serta menyusun SOP pengecekan kebasahan awal clay. Eksperimen dilakukan terhadap lima sampel clay dengan tingkat kebasahan awal 18,60%; 19,87%; 20,45%; 21,42%; dan 22,03%. Masing-masing sampel dikeringkan selama 30, 40, 50, 60, dan 70 menit hingga menghasilkan tingkat kebasahan clay setelah proses pengeringan sesuai spesifikasi. Hasil eksperimen diolah dengan Two-Way ANOVA tanpa interaksi untuk mengevaluasi pengaruh tingkat kebasahan awal clay dan durasi pengeringan terhadap tingkat kebasahan clay setelah proses pengeringan. Hasil analisis menghasilkan durasi pengeringan clay untuk kebasahan awal 18,60% selama 40 menit, kebasahan awal 19,87% selama 50 menit, kebasahan awal 20,45% dan 21,42% selama 60 menit, dan kebasahan awal 22,03% selama 70 menit dengan suhu 180°C sehingga menghasilkan tingkat kebasahan clay setelah proses pengeringan sesuai spesifikasi. Berdasarkan temuan ini, disusun SOP pengecekan kebasahan awal clay untuk proses pengeringan agar menghasilkan kualitas genteng yang baik.References
[1] A. F. Wati, E. Y. Erwan, N. Azizah dan P. Jurdila, “Analisis Industri Keramik di Indonesia,” INA-Rxix Papers, p. 2, 2019.
[2] T. I. Sari, “Keberlanjutan dan Kontribusi Industri Kecil Kerajinan Gentang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin,” Tesis Sarjana, Institut Agama Islam Purwokero, Purwokerto, 2018.
[3] Badan Pusat Statistik Indonesia, “Persentase Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Bahan Bangunan Utama Atap Rumah Terluas,” 2021. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id. [Diakses 1 April 2024].
[4] Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia, “About s: Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia,” 2022. [Online]. Available: https://asaki.or.id/. [Diakses 1 April 2024].
[5] F. Zuhra, “Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja di PT. KIA Keramik MAS Plant Gresik,” Tesis Sarjana, Universitas Airlangga, Surabaya, 2019.
[6] A. B. Adhyatma, “Studi Eksperimen Pengaruh Keseragaman Bahan Baku dan Proses Produksi Terhadap Keseragaman Kekuatan Briket Shisha,” Tesis Sarjana, Universitas Indonesia, Depok, 2024.
[7] [1] Z. Noer and I. Dayana, Buku Fisika dan Teknologi Keramik, Medan: Guepedia, 2021.
[8] N. Khikmah, “Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Statistical Process Control (SPC) Pada PT. Keramindo Megah Pertiwi,” Tesis Sarjana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, 2016.
[9] t. D. Untari, Metodologi Penelitian (Penelitian Kontemporer Bidang Ekonomi dan Bisnis), Purwokerto Selatan: CV. Pena Persada Redaksi, 2018.
[10] M. K. Damayanti, “Desain Parameter Eksperimen untuk Optimasi Nilai Frangibility Factor Material Komposit dengan Metode Taguchi dan Neural Network,” Tesis Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2020.
[11] B. I. A. Muttaqin, “Telaah Kajian dan Literature Review Design of Experiment (DOE),” Journal of Advances in Information and Industrial Technology (JAIIT), vol. I, no. 1, pp. 33-34, 2019.
[12] A. S. Rahmawati dan R. Erina, “Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan Uji ANOVA Dua Jalur,” OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika , vol. 4, no. 1, 2020.
[13] B. Nurgiyantoro, Gunawan dan Marzuki, Statistik Terapan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2017.
[14] Usmadi, “Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas dan Uji Normalitas),” Inovasi Pendidikan, vol. VII, no. 1, pp. 58-61, 2020.
[15] R. Sianturi, “Uji Homogenitas sebagai Syarat Pengujian Analisis,” Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama, vol. V, no. 1, pp. 388-395, 2022.
[16] Usmadi, “Uji Tukey Dan Uji Schefee Uji Lanjut (Post Hoc Test),” Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Padang, 2021.
[17] N. N. Hidayanti, M. Murrudin dan Hidayat, “Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi pada TEFA (Teaching Factory) (Studi Kasus: SMK Manbaul Ulum),” JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri), vol. II, no. 2, pp. 303-305, 2022.
[2] T. I. Sari, “Keberlanjutan dan Kontribusi Industri Kecil Kerajinan Gentang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pengrajin,” Tesis Sarjana, Institut Agama Islam Purwokero, Purwokerto, 2018.
[3] Badan Pusat Statistik Indonesia, “Persentase Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Bahan Bangunan Utama Atap Rumah Terluas,” 2021. [Online]. Available: https://www.bps.go.id/id. [Diakses 1 April 2024].
[4] Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia, “About s: Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia,” 2022. [Online]. Available: https://asaki.or.id/. [Diakses 1 April 2024].
[5] F. Zuhra, “Pengaruh Kebisingan Terhadap Status Pendengaran Pekerja di PT. KIA Keramik MAS Plant Gresik,” Tesis Sarjana, Universitas Airlangga, Surabaya, 2019.
[6] A. B. Adhyatma, “Studi Eksperimen Pengaruh Keseragaman Bahan Baku dan Proses Produksi Terhadap Keseragaman Kekuatan Briket Shisha,” Tesis Sarjana, Universitas Indonesia, Depok, 2024.
[7] [1] Z. Noer and I. Dayana, Buku Fisika dan Teknologi Keramik, Medan: Guepedia, 2021.
[8] N. Khikmah, “Pengendalian Kualitas Produk Menggunakan Statistical Process Control (SPC) Pada PT. Keramindo Megah Pertiwi,” Tesis Sarjana, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, 2016.
[9] t. D. Untari, Metodologi Penelitian (Penelitian Kontemporer Bidang Ekonomi dan Bisnis), Purwokerto Selatan: CV. Pena Persada Redaksi, 2018.
[10] M. K. Damayanti, “Desain Parameter Eksperimen untuk Optimasi Nilai Frangibility Factor Material Komposit dengan Metode Taguchi dan Neural Network,” Tesis Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2020.
[11] B. I. A. Muttaqin, “Telaah Kajian dan Literature Review Design of Experiment (DOE),” Journal of Advances in Information and Industrial Technology (JAIIT), vol. I, no. 1, pp. 33-34, 2019.
[12] A. S. Rahmawati dan R. Erina, “Rancangan Acak Lengkap (RAL) Dengan Uji ANOVA Dua Jalur,” OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika , vol. 4, no. 1, 2020.
[13] B. Nurgiyantoro, Gunawan dan Marzuki, Statistik Terapan, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2017.
[14] Usmadi, “Pengujian Persyaratan Analisis (Uji Homogenitas dan Uji Normalitas),” Inovasi Pendidikan, vol. VII, no. 1, pp. 58-61, 2020.
[15] R. Sianturi, “Uji Homogenitas sebagai Syarat Pengujian Analisis,” Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama, vol. V, no. 1, pp. 388-395, 2022.
[16] Usmadi, “Uji Tukey Dan Uji Schefee Uji Lanjut (Post Hoc Test),” Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Padang, 2021.
[17] N. N. Hidayanti, M. Murrudin dan Hidayat, “Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) proses produksi pada TEFA (Teaching Factory) (Studi Kasus: SMK Manbaul Ulum),” JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri), vol. II, no. 2, pp. 303-305, 2022.