Perjuangan dan Realitas Gender dalam Puisi "Perempuan Yang Tergusur" karya W.S Rendra

Authors

  • Asia Asia* Universitas Negeri Makassar
  • Ridwan Ridwan Universitas Negeri Makassar
  • Welda Wulandari Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.35194/alinea.v13i2.4148

Abstract

This article will describe gender inequality and social stereotypes in a poem. This study uses a qualitative approach because poetry is subjective and full of symbolic meaning, which allows for an in-depth approach to understanding and interpreting the poem's message. The results of the study show that the poem “Perempuan yang Tergusur” by W.S. Rendra intensely describes the struggle of marginalized women through the combination of natural elements with emotional and social journeys. In addition, from a feminist perspective, the poem depicts issues such as sexual exploitation, oppression, legal injustice, and eviction as a result of inequality. This is a deep, thought-provoking depiction of inequality and women's struggles, making this poem a call for more just and equal change.

Keywords: feminism; inequality; poetry 

Abstrak:

Artikel ini akan menggambarkan ketidaksetaraan gender dan stereotip sosial dalam sebuah puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena puisi bersifat subjektif dan penuh makna simbolis, yang memungkinkan pendekatan mendalam untuk memahami dan menginterpretasikan pesan puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Perempuan yang Tergusur” karya W.S. Rendra menggambarkan secara intens perjuangan perempuan yang terpinggirkan melalui penggabungan elemen alam dengan perjalanan emosional dan sosial. Selain itu, dari kaca mata feminisme dalam puisi tergambar isu-isu seperti eksploitasi seksual, penindasan, ketidakadilan hukum, dan pengusiran sebagai akibat ketidaksetaraan. Inilah gambaran mendalam yang menggugah pemikiran mengenai ketidaksetaraan dan perjuangan perempuan, menjadikan puisi ini sebagai panggilan untuk perubahan yang lebih adil dan setara.

Katakuncifeminisme; ketidaksetaraan; puisi

 

References

Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, vol. 13, no. 1, pp. 25-37, 2019.
Ariaini, D.F. and Wijaya, M.A., Gerakan Sosial Feminisme Sebagai Kekuatan Dalam Suatu Gerakan Perubahan. Post Modern Dalam Pemikiran Anak Muda, p.135.
Bell Hooks. (1981). “Ain't i a woman?: Black Women and Feminism”
Bendar, A., 2019. Feminisme dan gerakan Sosial. Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 13(1), pp.25-37.
Lestari, Puji. "Feminisme Sebagai Teori Dan Gerakan Sosial Di Indonesia." Universitas Negeri Semarang (2016).
Midesia, S. and Nadilla, T., 2022. Feminisme dalam Al-Qur'an. Saree: Research in Gender Studies, 4(1), pp.57-67.
Muhidin, S. (2015). "Membaca Puisi: Sebuah Pengantar Pemahaman." PT Grasindo.
Permana, M.D.A., Haerussaleh, H. and Huda, N., 2022. Analisis Citraan Dalam Puisi ‘Perempuan Yang Tergusur’Karya WS Rendra. ESTETIK: Jurnal Bahasa Indonesia, 5(2), pp.157-166.
Permana, M. D. A., Haerussaleh, H., & Huda, N. (2022). Analisis Citraan dalam Puisi “Perempuan yang Tergusur” Karya WS Rendra. J. Pendidik. Bhs. dan Sastra Indones. Met, 8(1), 8-11.
RIF, Ahmad, et al. SEBUAH REFLEKSI PERBANDINGAN DALAM PUISI URANGRAYUNG DASAMUKA DAN PEREMPUAN YANG TERGUSUR. METAMORFOSIS| Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 2024, 17.1: 39-47.
Setyawan, D. I. (2008). "Puisi Indonesia Masa Orde Baru dan Pasca-Orde Baru." Jakarta: Yayasan Bentang Budaya
Susanto, A. (2019). "Pengaruh Sosial dan Politik dalam Puisi Modern: Studi Kasus pada 'Perempuan yang Tergusur'." Jurnal Sastra Kontemporer, 15(1), 112-125.
Susanto, N.H. (2015). “Tantangan mewujudkan kesetaraan gender dalam budaya patriarki.” Muwazah, 7(2)
Wijaya, B. (2018). "Dinamika Emosi dan Sosial dalam Puisi Kontemporer: Tinjauan atas Karya 'Perempuan yang Tergusur'." Majalah Kajian Sastra, 10(3), 87-102.
W.S Rendra. (2003). “Puisi Perempuan yang Tergusur.” Cipayung Jaya

Downloads

Published

2024-10-28