PENGUJIAN KOMPOS KULIT KOPI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.)

Penulis

  • Widya Sari Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
  • Yuliani Yuliani Universitas Suryakancana
  • Firdaus Annisa Yuanita Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.35194/prs.v7i2.5916

Kata Kunci:

kompos kulit kopi, pupuk kandang kambing, terong ungu, Solanum melongena L

Abstrak

Terong ungu adalah salah satu komoditas sayuran yang dibudidayakan di daerah tropis maupun sub tropis. Peningkatan kuantitas dan kualitas pertumbuhan dan produksi terong dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi kompos kulit kopi dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu (Solanum melongena L). Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik kampung Wargaluyu RT/RW 02/11 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, pada bulan Februari sampai Mei 2024. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari dua Faktor yaitu: A (Kompos Kulit Kopi) dan K (Pupuk Kambing). Masing-masing Faktor terdiri dari 4 taraf. Faktor Pertama (A) yaitu: A0: 0 (kontrol), A1: 50g, A2:100 g dan A3:150 g. Faktor kedua (K) yaitu K0: (kontrol), K1:100 g, K2:200 g, dan K3: 300 g. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga. Pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga dengan hasil terbaik pada perlakuan K1 (100 g). Kombinasi perlakuan faktor pupuk kompos kulit kopi (A) dan pupuk kambing (K) menunjukkan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah bunga.

Referensi

Abdillah, M. I., Setyorini, T., & Hastuti, P. B. (2023). Pengaruh Waktu Dekomposisi dan Dosis Pupuk Kandang Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena). AGROISTA : Jurnal Agroteknologi, 7(1), 1–7. https://doi.org/10.55180/agi.v7i1.500
Abidin, M., Darwanto, S., & Andayani, R. D. (2017). Pengaruh dosis pupuk organik petroganik dan mikoriza terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays Saccharata) varietas talenta. Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia, 2(2),47–54.
Anjarwati, H., Waluyo, S., & Purwanti, S. (2017). Pengaruh Macam Media dan Takaran Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica rapa L.). Vegetalika, 6(1), 35. https://doi.org/10.22146/veg.25983
Ansoruddin, Purba, W. D., & Kusuma, D. (2017). Respon Pemberian Pupuk Kandang dan Pupuk NPK Mutiara Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Gaharu (Aquilria crassna) di polibag. Jurnal Penelitian BERNAS, 13(1),31–36.
Habibie, H. (2020). Pengaruh Pemberian Pupuk Cantik Dan Pupuk Organik Cair Hormonik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum melongena L.) Varietas Yuvita F1. Agrifor, 19(1),135. https://doi.org/10.31293/af.v19i1.4622
Hartatik, W., Setyorini, D., Widowati, L. R., & Widati, S. (2005). Laporan akhir penelitian teknologi pengelolaan hara pada budidaya pertanian organik. Laporan Bagian Proyek Penelitian Sumberdaya Tanah dan Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian Partisipatif (Tidak dipublikasikan).
Hidayati, S., Nurlina, N., & Purwanti, S. (2021). Uji Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Dengan Pemberian Macam Pupuk Organik Dan Pupuk Nitrogen. Jurnal Pertanian Cemara, 18(2),81–89. https://doi.org/10.24929/fp.v18i2.1638
Irawan, A. R., & Suprijono, E. (2023). Pengaruh Lama Fermentasi Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kangkung. In Prosiding Seminar Nasional Pertanian Pesisir, 2(1),138-149.
Laviendi, A., Ginting, J., & Irsal. (2017). Pengaruh Perbandingan Media Tanam Kompos Kulit Biji Kopi dan Pemberian Pupuk NPK (15:15:15) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi (Coffea arabica L.) di Rumah Kaca. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 51(1), 72–77.
Myrna, N. E. F. (2006). Hasil tanaman jagung pada berbagai dosis dan cara pemupukan N pada lahan dengan sistem olah tanah minimum. J. Agronomi, 9(1):9–15.
Nasrullah, Ibrahim, B., & Robbo, A. (2023). Pengaruh Pemberian berbagai Macam Pupuk Organik Padat terhadap. AGrotekMAS, 4(2), 200–205. https://jurnal.fp.umi.ac.id/index.php/agrotekmas200
Nuryani, E., Haryono, G., & Historiawati. (2019). Pengaruh Dosis dan Saat Pemberian Pupuk P terhadap Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L .) Tipe Tegak. Jurnal Imu Pertanian Tropika Dan Subtropika, 4(1), 14–17.
Polii, M. G. M., Tumewu, P., Doodoh, B., Mamarimbing, R., & Raintung, J. S. M. (2022). Pemberian Tiga Jenis Pupuk Kandang Dan Pupuk Phonska Growth Of Chili ( Capsicum annum L .) Plants On The Application Of Three. Eugenia, 28(1),16–21.
Putro, B. P., Samudro, G., & Dwi, W. N. (2016). Pengaruh Penambahan Pupuk NPK Dalam Pengomposan Sampah Organik Secara Aerobik Menjadi Kompos Matang dan Stabil Diperkaya. Jurnal Teknik Lingkungan, 5(2),1–10. http://ejournal- s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan
Roidah, I. S. (2013). Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Bonorowo, 1(1), 30-43.
Rona, Setia, B., & Maulidi. (2020). Pengaruh Pupuk Kotoran Kambing dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Hijau di Tanah Aluvial. Journal of Agrotech, 10, 1– 12.
Ramlan, & Purnaningsih, P. (2023). Pengaruh pemberian pupuk bokashi kotoran kambing terhadap kesuburan tanah pada tanaman jahe merah (Zingiber officinable rosc) di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Mautong. E-J. Agrotekbis, 11(1), 173–180.
Safitri, D. A., Linda, R., & Rahmawati. (2017). Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC) Kotoran Kambing Difermentasikan Dengan EM4 Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescents L.) Var. Bara. Jurnal Protobiont, 6(3), 182–187.
Sahputra, H., Suswati, & Gusmeizal. (2020). Efektivitas Aplikasi Kompos Kulit Kopi dan Fungi Mikoriza Arbuskular Terhadap Produktivitas Jagung Manis. Jurnal Ilmiah Pertanian (JIPERTA), 1(2), 102–112.
Simanungkalit, R. D. M., Suriadikarta, D. A., Saraswati, R., Setyorini, D., & Hartatik, W. (2006). Pupuk organik dan pupuk hayati. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 312.
Sutedjo, M. M. (2005). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.
Supadma, A. A. N., & Arthagama, D. M. (2008). Uji formulasi kualitas pupuk kompos yang bersumber dari sampah organik dengan penambahan limbah ternak ayam, sapi, babi dan tanaman pahitan. Jurnal Bumi Lestari, 8(2), 113–121.
Suparhun, S., Anshar, M., & Tambing, Y. (2015). Pengaruh Pupuk Organik dan POC dari Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi ( Brassica juncea L .). Agrotekbis, 3(5), 602–611.
Sutriana, S., & Baharuddin, R. (2019). Uji Tingkat Kematangan Kompos Terhadap Produksi Tiga Varietas Bawang Merah ( Allium ascolanicum L.) Pada Tanah Gambut. Jurnal Ilmu Pertanian, 1, 25–35.
Triono, B. (2021). Pengaruh Dosis Pupuk Organik Limbah Kulit Biji Kopi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terong Ungu. (Skripsi) Jurnal Universitas Mercu Buana Yogjakarta.
Wahyudin, & Nurhidayatullah. (2018). Pengomposan sampah organik rumah tangga menggunakan mikroorganisme lokal bonggol pisang sebagai bioaktivator. Jurnal Agriovet, 1(10), 19–36.

Diterbitkan

2026-01-03

Terbitan

Bagian

Articles