PENGUJIAN KONSENTRASI GIBERELLIN DAN LAMA PENYINARAN (FOTOPERIODE) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH SEMANGKA (Citrullus lanatus)

Penulis

  • Angga Adriana Imansyah Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
  • Widya Sari Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana
  • Maqbul Qobus Nazhir Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.35194/prs.v3i2.1922

Kata Kunci:

Dormansi, Fotoperiode, Giberelin, Viabilitas, Vigor, Zat pengatur tumbuh.

Abstrak

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan tanaman hortikultura. Salah satu tanaman hortikultura yang buahnya memiliki nilai jual relatif tinggi adalah semangka. Kendala yang dihadapi dalam budidaya semangka adalah dormansi benih semangka. Terdapat beberapa cara memecah dormansi benih semangka diantaranya penggunaan zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) dan lama penyinaran (fotoperiode). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin dan lama penyinaran (fotoperiode) terhadap benih berkecambah, bernih berkecambah normal, tinggi bibit semangka. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, 1-30 Juni 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, faktor pertama yaitu dengan beberapa konsentrasi giberelin, faktor kedua yaitu lama penyinaran (fotoperiode). Parameter yang diteliti yaitu, jumlah benih berkecambah (viabilitas), jumlah benih berkecambah normal(vigor), dan tinggi bibit. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi giberelin 15 ppm berpengaruh nyata terhadap viabilitas, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor, giberelin 25 ppm berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit semangka. Pengaruh lama penyinaran (fotoperiode) 24 jam berpengaruh nyata terhadap viabilitas tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vigor dan tinggi tanaman. Kedua perlakuan tersebut tidak terdapat interaksi terhadap viablitas, vigor, dan tinggi tanaman.

Referensi

Abidin, Z. (1997). Ilmu Tanaman. Angkasa Bandung.
Arum, B. (2008). Peran Hormon Auksin, www.nurlairum.wordpress.com
Copeland LO dan McDonald MB (1995). Seed Science and Technology, 3rd ed, Chapman & Hall: New York.
Davies PJ. (1995). Plant Hormones. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht.
Hopkins, WG.(1999). Introduction to Plant Physiology. John Wiley & Sons. New York: Inc.
Kamil, J. (1982). Teknologi Benih. Angkasa. Bandung
Kusumo, S. (1984). Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Jakarta: Yasaguna.
Lakitan, B. (1996). Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Jakarta: Grafindo Persada.
Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. (1995). Fisiologi tumbuhan. Jilid 3. ITB: Bandung.
Stirling, K. J., R. J. Clark, P. H. Brown and S. J. Wilson. (2002). Effect Of Photoperiod On Flower Bud Initiation And Development In Myoga. Scientia Horticulturae.
Syukur M,S.dan Bambang G. (1995). Analisis Pertumbuhan. Tanaman. Gadjah Mada University Press:Yogyakarta.
Wilkins, M.B. (1989). Fisiologi Tanaman Budidaya. Terjemahan Sutedjo, M dan A. G. Kartasapoetra. Jakarta: Gramedia.

Diterbitkan

2021-12-29

Terbitan

Bagian

Articles