INVENTARISASI PENYAKIT PADA DUA VARIETAS LOKAL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) BIMA BREBES DAN TRISULA

Authors

  • Widya Sari Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana
  • Siti Aulia Inayah Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.35194/prs.v2i2.1166

Keywords:

Bercak Ungu, Bima Brebes, Moler, Mosaik Kuning, Trisula

Abstract

Serangan patogen tumbuhan merupakan salah satu kendala yang di hadapi dalam budidaya bawang merah, beberapa diantaranya yaitu cendawan, bakteri, dan virus yang mampu menurunkan hasil produksi bawang merah. Varietas bawang Bima Brebes merupakan varietas yang paling disukai oleh petani dan adaptif pada dataran rendah sedangkan Varietas Trisula merupakan varietas yang bisa ditanam di luar musim ( off season), sehingga bisa ditanam pada musim penghujan dan adaptif pada dataran rendah. Tujuan dari penelititan ini adalah untuk mengetahui jenis dan gejala penyakit pada tanaman bawang merah varietas Bima Brebes dan varietas Trisula yang ditanam di dataran tinggi. Penelitian ini dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Hias (BALITHI) Kabupaten cianjur, Provinsi Jawa Barat pada bulan Agustus-September 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi yang dilakukan terhadap tanaman bawang merah varietas Bima Brebes dan  Trisula.  Inventarisasi penyakit dilakukan dengan pengamatan gejala serangan patogen pada daun, umbi maupun akar tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan  penyakit yang menginfeksi pada varietas Bima Brebes yaitu penyakit Bercak Ungu pada daun yang di sebabkan oleh cendawan (Alltenaria porri), dan penyakit mosaik kuning yang di sebabkan oleh virus (OnionYellow Dwarf Virus) pada bagian daun tua.Sedangkan penyakit yang menginfeksi pada varietas Trisula yaitu penyakit Moler yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f.sp.cepae, penyakit Bercak Ungu yang disebabkan oleh cendawan (Alltenaria porri), dan penyakit Mosaik Kuning yang di sebabkan oleh (Onion Yellow Dwarf Virus). Varietas Bima Brebes lebih tahan terhadap infeksi cendawan Fusarium oxysporum f.sp.cepae  dibanding varietas Trisula.

References

Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura. 2018. “Budidaya Bawang Merah Secara Pengendalian Hama Terpadu”. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. Padang.
Duriat, A.S. 1985. Virus-virus pada Kentang di Pulau Jawa, Identifikasi, Penyebaran, dan Kemungkinan Pengendalian. Disertasi. Universitas Padjadjaran. Bandung
Irawan, D. 2010. Bawang Merah dan Pestisida. Badan Ketahanan Pangan Sumatera Utara. Medan.
Nasiroh, U., & Trimulyono, G. 2015. Aktivitas Antifungi Serratia marcescens terhadap Alternaria porri Penyebab Penyakit Bercak Ungu Secara in vitro. Jurnal Biologi. 4(1):13–18.
Sakti, DM., Tejasukmana, KR., Rosliani, R. 2017. Kesamaan Genetis Tanaman Bawang Merah Yang Diperbanyak Secara Biji dan Umbi. Prosiding Seminar Nasional PERIPI : 587–591.
Shahraeen N., D.E. Lesemann, and T. Gholbi. 2008. Survey for Viruses Infecting Onion, Garlic, and Leek Crops in Iran. Eppo Bull. 38:131-135.
Udiarto, B. K., Setiawati, W., & Suryaningsih, E. 2005. Pengenalan hama dan penyakit pada tanaman bawang merah dan pengendaliannya. Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Lembang-Bandung.
Walkey, D.G.A. 1990. Virus Diseases. In Rabinowitch, H.D. and J.L. Brewster (Eds.) Onion and Allied Cropss. Volume 11 CRC Press, Boca Raton. Florida: p. 191-212.
Waluyo, N., & Sinaga, R. 2015. Bawang merah yang dirilis oleh balai penelitian tanaman sayuran. IPTEK Tanaman Sayuran. 1(004):1–5.
Wiyatiningsih, S., Wibowo, A., & Triwahyu, E. 2009. Keparahan penyakit moler pada enam kultivar bawang merah karena infeksi Fusarium oxysporum f. sp. cepae di tiga daerah sentra produksi. In Seminar Nasional Akselerasi Pengembangan Teknologi Pertanian dalam Mendukung Revitalisasi Pertanian. Fakultas Pertanian dan LPPM UPN “Veteran” Jawa Timur. Surabaya

Downloads

Published

2020-12-23

Issue

Section

Articles