Bentuk dan Fungsi Mantra "Mangariau Banih"
DOI:
https://doi.org/10.35194/alinea.v13i1.3495Abstrak
This study aims to describe the forms and functions of the mantra “Mangariau Banih” of traditional farming communities in Pingaran Ulu Village, Astambul District, Banjar Regency. This study uses field research methods. This type of research is descriptive-qualitative. The data in this study is oral data. Sources of data in this study were informants (informants), namely Pingaran Ulu villagers who work as traditional farmers. Data collection techniques used in this study were interviews, recording and notes. Data analysis techniques in this study used qualitative data analysis techniques. The results of this study, in the form of seventeen mantras on the mangariau banih process, are divided into several forms and functions. Based on the results of this study, the forms in the Mangarau Banih mantra are 22 parts of the mantra in the form of repetition of sounds, 2 in the form of poetry, and 1 in the form of pantun. Meanwhile, the functions contained in the Mangarau Banih mantra include 21 parts of the mantra containing a religious function, 10 moral functions, 1 recreational function, and 1 aesthetic function.
Keywords: form; function; Mangariau banih mantra
Abstrak:
Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk dan fungsi mantra mangariau banih masyarakat petani tradisional di Desa Pingaran Ulu Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Jenis penelitian yaitu deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan data lisan. Sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat desa Pingaran Ulu yang berprofesi sebagai petani tradisional. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, rekam dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan tujuh belas buah mantra pada proses mangariau banih, yang terbagi menjadi beberapa bentuk dan fungsi. Berdasarkan hasil penelitian ini, bentuk yang ada pada mantra mangariau banih adalah 22 bagian mantra berbentuk pengulangan bunyi, 2 mantra bentuk puisi, dan 1 mantra bentuk pantun. Sedangkan, fungsi yang terkandung dalam mantra mangariau banih meliputi 21 bagian mantra yang mengandung fungsi religius, 10 fungsi moralitas, 1 fungsi rekreatif, dan 1 fungsi estetis.
Katakunci: bentuk; fungsi; mantra mangariau banih
Referensi
Danandjaya, J. Folklor Indonesia. Grafiti. 1982
Effendi, R. Sastra Banjar 1: Teori dan Interpretasi. Scripta Cendekia. 2011
Effendi, R., & Sabhan. Sastra Daerah. PBS FKIP Universitas Lambung Mangkurat. 2007
Harahap, N. Penelitian Kualitatif. Wal Ashri Publisher. 2020
Heidari, Shireen N. “Finding a New Mantra.” New England Journal of Medicine, vol. 387, no. 11, 2022, doi:10.1056/nejmp2206851.
Heri Isnaini. “Mantra Asihan Makrifat: Analisis Struktur, Konteks Penuturan, Proses Penciptaan, Dan Fungsi.” JURNAL RISET RUMPUN ILMU BAHASA, vol. 1, no. 1, 2022, doi:10.55606/jurribah.v1i1.12.
Humaeni, A. Kepercayaan Kepada Kekuatan Gaib Dalam Mantra Masyarakat Muslim Banten. Jurnal El Harakah , 16(1). 2014
Ismail, A., Lambut, M. P., Setyani, S. W., & Yassin, M. F. Fungsi Mantra dalam Masyarakat Banjar. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996
Kurniasari, D. A., Cahyono, E. D., & Yuliati, Y. Kearifan Lokal Petani Tradisional Samin di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora. Jurnal Habitat, 29(1), 33–37. 2018
Pamungkas, Onok Y., et al. “The Spirit of Islam in Javanese Mantra: Syncretism and Education.” HTS Teologiese Studies / Theological Studies, vol. 79, no. 1, 2023, doi:10.4102/HTS.V79I1.8407.
Rafiek, M. Teori Sastra dari Kelisanan sampai Perfilman. Pustaka pelajar. 2017
Ramadania, F., & Jamilah. Kajian Semiotika Mantra Banjar. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 51–57. 2018
Ramdiani, S. Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Upacara Adat “Ngalaksa” Dalam Upaya Membangun Karakter Bangsa. Universitas Pendidikan Indonesia. 2014
Seli, Sesilia. “Mantra Tolak Bala Komunitas Dayak Kalimantan Barat: Kajian Semiotik Riffaterre.” Jurnal Ilmu Komunikasi, vol. 19, no. 2, 2021, doi:10.31315/jik.v19i2.4326.
Sorayah, Y. Fungsi dan Makna Mantra Tandur di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. . Jurnal Bahtera Sastra Indonesia , 2(2). 2014
Sukarni, Yatni, Syukur, L, O., & Yunus. Fungsi Makna Mantra Kadiu Safara Desa Labunti Kabupaten Muna. Jurnal BASTRA (Bahasa Dan Sastra) , 4(3). 2019
Yeni. Jenis, Fungsi, dan Makna Mantra dalam Masyarakat Banjar di Desa Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara. Universitas Lambung Mangkurat. 2018
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.