RESPON MULTIPLIKASI ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) TERHADAP PENAMBAHAN BEBERAPA KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) PADA MEDIA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v10i2.1157Keywords:
Anggrek bulan (Phalaenopsis sp.), Benzyl Amino Purine, Multiplikasi, media in vitro.Abstract
Jenis anggrek yang paling banyak diminati dan dibudidayakan adalah anggrek bulan (Phalaenopsis sp.). Perbanyakan anggrek bulan dapat dilakukan dengan metode alternatif yang lebih efektif yaitu dengan melalui kultur in vitro. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan beberapa konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap multiplikasi, waktu muncul tunas (HST), jumlah tunas, waktu muncul daun (MST), dan jumlah daun anggrek bulan (Phalaenopsis sp.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Kebun Percobaan Tanaman Hias Cipanas Balai Penellitian Tanaman Hias (BALITHI) dari bulan Februari – Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan beberapa konsentrasi BAP : B0 (0 mg/Liter), B1 (0,50 mg/Liter), B2 (1,00 mg/Liter), B3 (1,50 mg/Liter), B4 (2,00 mg/Liter). Hasil penelitian penambahan BAP berpengaruh positif terhadap waktu muncul tunas, waktu muncul daun dan jumlah daun tanaman anggrek. Penambahan BAP dengan konsentrasi 2,00 mg/L merupakan perlakuan paling baik. Sedangkan pengaruh terhadap parameter jumlah tunas tanaman anggrek bulan ditunjukkan oleh perlakuan penambahan BAP dengan konsentrasi 1,50 mg/L.
References
Djajanegara, I. 2010. Pemanfaatan Limbah Buah Pisang dan Air Kelapa sebagai Bahan Media Kultur In Vitro Anggrek. Jurnal Teknologi Lingkungan. 13(3): 373-380.
Fereol, L, Chovelon, V, Causse, S, Mihaux – Ferriere N and Kahane, R. 2002. Evidence Of a somatic Embryogenesis Process for plan regeneration in Garlic (Allium sativum L). Plant cell Rep, 21 : 197-203.
Fithriyandini A, Maghfoer MD, Wardiyati T. 2015. Pengaruh Media Dasar 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan dan perkembangan nodus tangkai bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) dalam perbanyakam secara in vitro. Produksi tanaman. Vol. 3. Hal. 43-39.
Indarto, Novo. 2011. Pesona Anggrek Petunjuk Praktis Budidaya dan Bisnis
Anggrek. Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta.
Kartiman, Roni., Sukma, Aisyah, Purwito. 2018. Multiplikasi in vitro Anngrek Hitam (Coelogyne pandurata Lindl) pada perlakuan kombinasi NAA dan BAP. Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia. Institut Pertanian Bogor. 5(1). ISSN 2548-6IIX. Bogor.
Kusmianto J. 2008. Pengaruh thidiazuron tunggal dan kombinasi thidiazuron dan benzyl amino purine terhadap pembentukan tunas dari potongan daun Dendrobium antennatum Lindl secara in vitro. Skripsi. Fakultas MIPA Universitas Indonesia. Depok Jawa Barat.
Martin, KP and J. Madassary. 2006. Rapid In Vitro propagation of Dendrobium hybrids through direct shoot formation from foliar explants and protocrom like bodies. Sci, Hortic. 108: 95-99.
Panjaitan, Ernitha. 2005. Respon Pertumbuhan Tanaman Anggrek (Dendrobium sp.) Terhadap Pemberian BAP dan NAA Secara In Vitro. Jurnal Penelitian. 3(3): l 45-151.
Paramartha, A.I., D. Ermavitalin dan S. Nurfadillah. 2012. Pengaruh Penambahan Kombinasi Konsentrasi ZPT NAA dan BAP terhadap pertumbuhan dan Perkembangan Biji Dendrobium taurulinum J.J Smith secara In Vitro. Jurnal Sains dan Sen.i ITS. 1. (1): 40-43.
Saefas, S.A, S. Rosniawaty., dan Y. Maxyselly. 2017. Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Sintetik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sintensis (L) O. Kuntze) Kloon GMB7 setelah centering. Jurnal Kultivasi. 16(2): 368-372.
Salisbury, F. B and Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 3. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Tuhuteru S, Hehanussa ML, Raharjo SHT. 2012. Pertumbuhan dan Perkembangan anggrek Dendrobium anosmum pada media kultur in vitro dengan beberapa konsentrasi air kelapa. Agrologia. Vol. 1 : 1-12.
Wattimena, GA. 1998. Bioteknologi Tanaman. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Wu, P. H and D.C.N. Chang. 2009. The Use Of N-G-benziladenine of regulate flowering of Phalaenopsis orchids. Hort Tech. 19 (1) : 200-203.
Zulkarnain. 2009. Kultur In Vitro Tanaman Solusi Perbanyakan Tanaman Budidaya. Bumi Angkasa, Jambi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.


