Sistem Kecerdasan Artifisial untuk Diagnosis Penyakit Kusta Menggunakan Metode Certainty Factor
Keywords:
Certainty Factor, Kecerdasan Artifisial, Penyakit Kusta, Sistem PakarAbstract
Kecerdasan artifisial merupakan salah satu stategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Pemanfaatan kecerdasan artifisial pada sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas seperti yang tertuang dalam strategi nasional kecerdasan artifisial Indonesia tahun 2020-2045. Pada sektor kesehatan akurasi hasil suatu diagnosis penyakit merupakan hal yang penting. Penyakit kusta merupakan infeksi penyakit yang dapat mengakibatkan kecacatan permanen pada penderita. Selain kecacatan permanen, dampak lain yang muncul adalah gangguan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi. Penyembuhan penyakit ini juga memakan waktu yang relatif lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem berbasis kecerdasan artifisial yang dapat mendiagnosis penyakit kusta dengan menggunkan metode certainty factor. Metode certainty factor dipilih karena memiliki keunggulan dapat memberikan akurasi terhadap hasil kepastian berdasarkan pengetahuan seorang pakar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode certainty factor mampu menghasilkan akurasi hasil keputusan sebesar 98% untuk mendiagnosis penyakit kustaReferences
[1] BPPT, “Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia 2020 - 2045,” Badan Pengkaj. dan Penerapan Teknol., p. 194, 2020, [Online]. Available: https://ai-innovation.id/server/static/ebook/stranas-ka.pdf
[2] Siswanto, T. Asrianti, and D. Mulyana, “Neglected Tropical Disease Kusta (Epidemiologi Aplikatif),” Mulawarman Univ. Press, pp. 1–65, 2020.
[3] F. R. Makarim, “Kusta,” 2022. https://www.halodoc.com/kesehatan/kusta
[4] R. Riza, H., Usino, W., Utoyo, OLI., Diah, J., Sibarani, F., and Kumar, Ai and Data Science Tecnology, Innovation & Use Case in Indonesia. Perkumpulan Basis Data Indonesia, 2020.
[5] P. Wahyuningsih and S. Zuhriyah, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Campak Rubella pada Anak Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Website,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 8, no. 1, p. 85, 2021, doi: 10.25126/jtiik.0812710.
[6] N. A. Hasibuan, H. Sunandar, S. Alas, and Suginam, “Gajah Menggunakan Metode Certainty,” J. Ris. Sist. Inf. dan Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 29–39, 2017.
[7] A. U. Bani and F. Nugroho, “Sistem Pakar Dalam Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Otak Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Media Inform. Budidarma, vol. 4, no. 4, pp. 1170–1174, 2020, doi: 10.30865/mib.v4i4.2507.
[8] I. H. Santi and B. Andari, “Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Jenis Kulit Wajah dengan Metode Certainty Factor,” INTENSIF J. Ilm. Penelit. dan Penerapan Teknol. Sist. Inf., vol. 3, no. 2, p. 159, 2019, doi: 10.29407/intensif.v3i2.12792.
[9] P. S. Muhammad Angga Kurnia Cahyana1, “Expert System Application For Diagnosis Of Leprosy With Forward Chaining Method,” vol. 01, no. 01, pp. 64–75, 2020.
[10] D. Gusmaliza, R. Masdalipa, and Y. Yadi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit ISPA dengan Metode Forward Chaining,” Build. Informatics, Technol. Sci., vol. 3, no. 4, pp. 738–746, 2022, doi: 10.47065/bits.v3i4.1203.
[2] Siswanto, T. Asrianti, and D. Mulyana, “Neglected Tropical Disease Kusta (Epidemiologi Aplikatif),” Mulawarman Univ. Press, pp. 1–65, 2020.
[3] F. R. Makarim, “Kusta,” 2022. https://www.halodoc.com/kesehatan/kusta
[4] R. Riza, H., Usino, W., Utoyo, OLI., Diah, J., Sibarani, F., and Kumar, Ai and Data Science Tecnology, Innovation & Use Case in Indonesia. Perkumpulan Basis Data Indonesia, 2020.
[5] P. Wahyuningsih and S. Zuhriyah, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Campak Rubella pada Anak Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Website,” J. Teknol. Inf. dan Ilmu Komput., vol. 8, no. 1, p. 85, 2021, doi: 10.25126/jtiik.0812710.
[6] N. A. Hasibuan, H. Sunandar, S. Alas, and Suginam, “Gajah Menggunakan Metode Certainty,” J. Ris. Sist. Inf. dan Tek. Inform., vol. 2, no. 1, pp. 29–39, 2017.
[7] A. U. Bani and F. Nugroho, “Sistem Pakar Dalam Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Otak Menggunakan Metode Certainty Factor,” J. Media Inform. Budidarma, vol. 4, no. 4, pp. 1170–1174, 2020, doi: 10.30865/mib.v4i4.2507.
[8] I. H. Santi and B. Andari, “Sistem Pakar Untuk Mengidentifikasi Jenis Kulit Wajah dengan Metode Certainty Factor,” INTENSIF J. Ilm. Penelit. dan Penerapan Teknol. Sist. Inf., vol. 3, no. 2, p. 159, 2019, doi: 10.29407/intensif.v3i2.12792.
[9] P. S. Muhammad Angga Kurnia Cahyana1, “Expert System Application For Diagnosis Of Leprosy With Forward Chaining Method,” vol. 01, no. 01, pp. 64–75, 2020.
[10] D. Gusmaliza, R. Masdalipa, and Y. Yadi, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit ISPA dengan Metode Forward Chaining,” Build. Informatics, Technol. Sci., vol. 3, no. 4, pp. 738–746, 2022, doi: 10.47065/bits.v3i4.1203.