UJI RENDAM PERENCANAAN KOLAM RENANG VILLA PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL PATRA JASA SURABAYA

Authors

  • M. Yusril Inza Mahendra Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Muhammad Rivandi Isnaini Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.35194/jmts.v8i02.5924

Abstract

Pada proyek konstruksi Hotel Patra Surabaya, terdapat kolam renang villa yang memiliki ukuran 8m x 2,8m x 1,5m. Proses pembangunan kolam renang tidaklah sederhana, karena memerlukan beberapa tahap, termasuk persiapan lokasi, pemasangan struktur kolam renang, pemasangan sistem, pengecoran, pelapisan anti bocor, uji kedap air, dan akhirnya penyelesaian. Salah satu tahap yang sangat menentukan keberhasilan pembangunan kolam renang adalah uji kedap air atau yang biasa disebut uji rendam. Uji rendam Adalah suatu pengujian yang dilakukan untuk memeriksa kebocoran atau rembesan pada struktur bangunan yang telah selesai, baik pada dinding, lantai, maupun pada bagian lain. Penelitian Suhaimi [1] menegaskan bahwa penggunaan waterproofing merupakan salah satu metode efektif untuk meningkatkan kinerja beton terhadap rembesan air dan lingkungan agresif seperti air laut. Menurut Yuliana [2], penerapan waterproofing yang tepat pada struktur beton penampung air, seperti kolam renang, mampu meningkatkan ketahanan beton terhadap penetrasi air dan mengurangi risiko kerusakan dini akibat kebocoran. Suhaimi [3] menyatakan bahwa penggunaan waterproofing dalam campuran beton dapat memperbaiki kepadatan struktur beton sehingga mampu menekan terjadinya rembesan air pada struktur beton. Metode ini merupakan tahapan untuk menentukan dalam pembangunan kolam renang apakah terjadi kebocoran atau tidak. Selama uji rendam air, area kolam renang diisi dengan sejumlah air tertentu dan diamati selama minimal 24 jam atau bahkan hingga 2-3 hari untuk melihat apakah ada penurunan tingkat air yang tidak memenuhi syarat, yang dapat menandakan adanya kebocoran pada kolam renang. Hasil uji rendam air pada struktur kolam renang tidak terdapat kebocoran pada area dinding maupun area lantai kolam renang. Kurniawan dan Hidayat [4] menyatakan bahwa identifikasi lokasi dan penyebab kebocoran merupakan langkah awal yang sangat penting sebelum dilakukan tindakan perbaikan pada kolam renang beton. Menurut Purba [5], perencanaan metode dan waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi memiliki peran penting dalam mengendalikan biaya proyek agar tetap efisien dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

References

[1] S. Suhaimi, “Studi penambahan waterproofing terhadap sifat kedap air dengan rendaman air laut pada beton K-250,” Jurnal Sains Riset, vol. 15, no. 1, pp. 106–113, 2025.
[2] R. Yuliana, “Studi literatur sistem waterproofing pada struktur beton penampung air,” Jurnal Konstruksia, vol. 13, no. 1, pp. 50–58, 2022.
[3] S. Suhaimi, “Studi penambahan waterproofing terhadap sifat kedap air beton,” Jurnal Sains Riset, vol. 15, no. 2, pp. 85–92, 2025.
[4] D. Kurniawan dan R. Hidayat, “Evaluasi kebocoran kolam renang beton dan metode perbaikannya,” Jurnal Teknik Bangunan, vol. 26, no. 1, pp. 33–41, 2022.
[5] B. A. Purba, “Rancangan metode dan waktu pelaksanaan pekerjaan serta analisis biaya pada Proyek Villa Ungasan,” Disertasi Doktor, Politeknik Negeri Bali, 2025.
[6] I. K. Suryawan dan N. Putri, “Kajian teknis pekerjaan waterproofing dan finishing pada kolam renang beton,” Jurnal Teknik Arsitektur dan Sipil, vol. 12, no. 1, pp. 34–42, 2021.
[7] S. Wahyuni, “Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan waterproofing pada bangunan penampung air,” Jurnal Infrastruktur, vol. 9, no. 1, pp. 44–52, 2019.
[8] A. Nugroho, “Analisis metode waterproofing pada struktur beton bertulang kolam renang,” Jurnal Media Teknik Sipil, vol. 18, no. 2, pp. 101–109, 2021.
[9] P. Wicaksono dan A. Lestari, “Analisis rembesan air pada struktur beton kolam renang dan metode pencegahannya,” Jurnal Teknik Sipil Polinema, vol. 9, no. 2, pp. 95–103, 2021.
[10] Sugiyono dan S. Prasetyo, Teknik Konstruksi Kolam Renang, ed. ke-2. Jakarta: Penerbit Teknologi, 2022
[11] E. R. Gustiono dan P. S. Pudyastuti, “Perencanaan test rendam dan cara menanggulangi bocor kolam pengolahan IPAL terintegritas dan jaringan perpipaan KIT Batang Fase 1–450 Ha,” Journal of Comprehensive Science (JCS), vol. 2, no. 3, 2023.
[12] N. Aisyah, “Perencanaan konstruksi kolam renang beton bertulang pada bangunan komersial,” Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan, vol. 6, no. 2, pp. 73–81, 2019.
[13] T. Wahyu, A. Prasetyo, dan R. Adi, “Penggunaan sensor digital dalam pengujian kebocoran kolam renang,” Jurnal Teknologi Konstruksi, vol. 38, no. 1, pp. 45–59, 2024.
[14] F. Hadi dan S. Rachman, “Pengujian dan konstruksi kolam renang,” Jurnal Teknik Sipil, vol. 45, no. 2, pp. 112–130, 2023.
[15] F. Hayat dan H. Hafid, “Kondisi sanitasi kolam renang Waterboom Mattampa Kabupaten Pangkep,” Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, vol. 19, no. 1, pp. 43–49, 2019.
[16] T. Ramadhan dan S. Abadi, “Analisis kegagalan waterproofing pada struktur beton penahan air,” Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, vol. 24, no. 1, pp. 1–9, 2020.
[17] R. Saputra dan I. Gunawan, “Perbandingan metode waterproofing integral dan coating pada struktur beton,” Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, vol. 22, no. 1, pp. 15–24, 2020.
[18] R. Saputra dan A. Lestari, “Analisis pengaruh pelapisan waterproofing terhadap daya serap air beton kolam renang,” Jurnal Teknik Sipil Polinema, vol. 10, no. 1, pp. 12–20, 2022.
[19] R. Pratama dan A. Setiawan, “Pengaruh penambahan bahan waterproofing pada beton terhadap permeabilitas air,” Jurnal Rekayasa Sipil, vol. 14, no. 1, pp. 55–63, 2020.
[20] I. K. Suryawan, “Kajian teknis pekerjaan finishing dan waterproofing kolam renang,” Jurnal Teknik Arsitektur dan Sipil, vol. 11, no. 1, pp. 40–48, 2020.

Downloads

Published

2025-12-27