Perancangan Tata Letak Berdasarkan GMP & 5S Di PD Sumpia 17
DOI:
https://doi.org/10.35194/jmtsi.v9i2.4885Keywords:
CRAFT, GMP (Good Manufacturing Practices), SLP (Systematic Layout Planning), 5SAbstract
Implementing standards in the food industry is mandatory for companies aiming to compete in the market. These standards are known as Good Manufacturing Practices (GMP) in food production processes. GMP implementation ensures product safety and compliance with industry requirements. This study aims to analyze the application of GMP standards at PD Sumpia 17. The 5S method (seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke) was incorporated to improve the work environment during production activities. The analysis revealed that the company needs to optimize its facility layout. The Systematic Layout Planning (SLP) method, optimized with CRAFT, was used to redesign the layout. As the proposed improvements require investment, an economic feasibility test was conducted to assess their viability. The study recommends that facility and layout upgrades align with GMP and 5S standards, presenting the proposed layout in a 3D visualization. The required investment amounts to IDR 37,768,000. Feasibility analysis shows an IRR of 27.89%, exceeding the MARR of 16.35%, confirming the investment's financial viability.. Penerapan standar dalam industri makanan merupakan kewajiban bagi perusahaan yang ingin berkompetisi di pasar. Dalam proses produksi makanan dikenal dengan Good Manufacturing Practices (GMP). Penerapan standar GMP untuk memastikan keamanan produk dan memenuhi standar industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar GMP di PD Sumpia 17. Metode 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke) ditambahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik pada kegiatan proses produksinya. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh temuan bahwa perusahaan perlu melakukan perbaikan tata letak fasilitas pabriknya. Metode yang digunakan untuk perancangan tata letak fasilitas adalah metode Systematic Layout Planning (SLP) yang dioptimalisasi dengan metode CRAFT. Implementasi rancangan perbaikan memerlukan investasi, untuk itu perlu dilakukan uji kelayakan secara ekonomis apakah perbaikan layak dilaksanakan. Hasil penelitian merekomendasikan perbaikan fasilitas dan tata letak agar sesuai standar GMP dan 5S. Rancangan tata letak usulan disajikan dalam bentuk visualisasi 3D. Investasi yang diperlukan sebesar Rp 37.768.000,00. Analisis kelayakan menunjukkan IRR 27,89%, melebihi MARR 16,35%, sehingga investasi ini layak dijalankan.References
[1] M. Saleh, M. Rasyidin, D. Azmi, I. Shintia, Miswardi, and M. Rizal, “Peningkatan Kapasitas Produksi dan Penjualan Produk Kelapa Gongseng Aceh Pasca Pandemi COVID-19 Melalui Teknologi Tepat Guna dan Pemasaran Digital,” AJAD J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 4, no. 2, pp. 400–407, 2024, doi: 10.59431/ajad.v4i2.356.
[2] Y. Darmawan and S. Maryati, “Penerapan Good Manufacturing Practice (Gmp) Pada Industri Minuman Nozy Juice Di Gampong Lambaro Skep Banda Aceh,” J. Teknol. Pengolah. Pertan., vol. 5, no. 2, p. 62, 2023, doi: 10.35308/jtpp.v5i2.7707.
[3] A. Nurrahmah, S. Hartini, and P. P. P. Santosa, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Roti Menggunakan Metode Good Manufacturing Practices (GMP) Dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Pada UKM Ahnaf Bakery,” J. Teknol. dan Manaj., vol. 20, no. 2, pp. 119–132, 2022, doi: 10.52330/jtm.v20i2.61.
[4] Y. Syafitri, I. Irwandi, D. Sulaimawan, R. Astika, and D. Susianto, “Penguatan Kapasitas SDM/UMKM Pengembangan Industri Pangan Lokal Tahun 2021 pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung,” J. Abdi Masy. Indones., vol. 2, no. 1, pp. 183–190, 2022, doi: 10.54082/jamsi.198.
[5] F. Z. Rasdiana et al., “Pengembangan Usaha Umkm Uberrr Melalui Pelatihan Produksi Makanan Ringan Terstandar,” LOGISTA - J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, no. 1, p. 142, 2023, doi: 10.25077/logista.7.1.142-147.2023.
[6] F. Nugraha and P. Purwadhi, “Efektivitas Pelatihan Berbasis Gamifikasi dalam Meningkatkan Pemahaman Karyawan Terhadap Konsep Good Manufacturing Practices,” Serv. Manag. Triangle J. …, vol. 2, no. 2, pp. 89–99, 2020.
[7] Kementerian Perindustrian RI, Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices). 2010.
[8] B. L. Purnomo and R. P. Sitakar, “Konsideran Good Manufacturing Practices pada Modified SystematicLayout Planning untuk Renovasi Perancangan Tata Letak Fasilitas,” pp. 130–143, 2023.
[9] A. Gordon, D. DeVlieger, A. Vasan, and B. Bedard, Technical considerations for the implementation of food safety and quality systems in developing countries. 2020. doi: 10.1016/B978-0-12-814272-1.00001-2.
[10] V. Geraldo et al., “Implementation of good manufacturing practices (GMP) to improve the quality of smoked fish (Scomber colias),” Heliyon, vol. 10, no. 5, p. e27401, 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e27401.
[11] S. Muotka, A. Togiani, and J. Varis, “A Design Thinking Approach: Applying 5S Methodology Effectively in an Industrial Work Environment,” Procedia CIRP, vol. 119, pp. 363–370, 2023, doi: 10.1016/j.procir.2023.03.103.
[12] M. A. Saputra, D. Rachmawaty, and H. Q. Karima, “MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada UMKM Sepatu ‘ Prohana ’ menggunakan Systematic Layout Planning,” J. Manaj. Tek. Ind. – Produksi, vol. 23, no. 1, 2022, doi: 10.350587/Matrik.
[13] A. Prayudha, C. Nurlela, F. Nur, Fastabiqul, and K. Leonita, “Optimalisasi Efisiensi Penataan Ruang Gudang Dalam Pertanian Berbasis 5S (Kasus: Cv Lapak Bibit Alpukat),” J. Logistik Bisnis, vol. 14, no. 1, pp. 18–26, 2024.
[14] P. Pérez-Gosende, J. Mula, and M. Díaz-Madroñero, “A bottom-up multi-objective optimisation approach to dynamic facility layout planning,” Int. J. Prod. Res., vol. 62, no. 3, pp. 626–643, 2024, doi: 10.1080/00207543.2023.2168308.
[15] D. Cancar and H. Yu, “Layout design of a liquid packaging facility featuring GMP and Lean manufacturing,” pp. 1–81, 2015.
[16] F. R. Putri and R. Amalia, “Analysis of Good Manufacturing Practices (GMPs) Implementation In Gudeg SMEs to Improve Food Safety Product,” Agroindustrial J., vol. 9, no. 2, p. 77, 2023, doi: 10.22146/aij.v9i2.84158.
[17] P. W. Utari, Y. M. Hasibuan, and R. H. Nasution, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Konvensional Berbasis 5S,” JiTEKH, vol. 8, no. 2, pp. 85–91, 2020, doi: 10.35447/jitekh.v8i2.350.
[18] D. Untuk, M. Persyaratan, K. Program, and S. Sarjana, “USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DI CV . TIGA BINTANG JAYA MENGGUNAKAN METODE 5S DI CV . TIGA BINTANG JAYA MENGGUNAKAN METODE 5S,” 2022.
[19] U. Zulfa Nadia and I. Betanursanti, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Service Quality Dan 5S Di Apotek Ahda Farma Pada Era Pandemi Covid-19,” Nadia & Betanursanti, vol. 1, no. 2, p. 114, 2022, [Online]. Available: http://ejournal.unimugo.ac.id/JITIN
[20] A. B. C. Putra and E. Aryanny, “Penerapan Konsep ‘5S’ Untukmenciptakan Lingkungan Kerja Yang Ergonomis Di Pt. Sri Yogyakarta,” J. Ilm. Sain dan Teknol., vol. 2, no. 1, pp. 335–343, 2024.
[21] N. Panjaitan, “TALENTA Conference Series: Energy & Engineering Analisis dan Usulan Perbaikan Lingkungan Kerja PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) dengan Konsep 5S,” Talent. Conf. Ser., vol. 5, no. 2, pp. 613–623, 2022, doi: 10.32734/ee.v5i2.1627.
[22] E. Wiratmani, “IMPLEMENTASI METODE 5S PADA DIVISI GUDANG BARANG JADI ( Studi Kasus Pada PT . X ) Jurnal Ilmiah Faktor Exacta,” J. Ilm. Fakt. Exacta, vol. 3, no. 3, pp. 268–286, 2010.
[23] B. Febriyanto and W. Setiafindari, “Optimasi Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning ( SLP ) untuk Meningkatkan Efisiensi Material Handling,” vol. 4, no. 1, pp. 10–19, 2025.
[24] M. A. Risa Elfia, “Studi Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) Pada Pabrik Kopi Green Bean di Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh Tengah,” J. Teknol. Pengolah. Pertan., vol. 1, p. 9, 2023, doi: https://doi.org/10.35308/jtpp.v5i1.6902.
[25] A. Hesthi, P. Ningtyas, P. Sudirjdo, I. A. Pahlawan, and R. Chandra, “Peningkatan kapabilitas penerapan 5R pada siswa SMK Assa ’ adah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja,” vol. 8, pp. 1862–1868, 2024.
[26] N. Afifah et al., “Fasilitas Produksi Dengan Metode Systematic Layout Planning ( Slp ) Di Pt .,” Juminten, vol. 01, no. 04, pp. 104–116, 2020.
[27] A. B. Patria, B. Suhardi, and I. Iftadi, “Perancangan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Algoritma CRAFT untuk Meminimasi Biaya Material Handling,” Performa Media Ilm. Tek. Ind., vol. 21, no. 2, p. 119, 2022, doi: 10.20961/performa.21.2.53445.
[28] C. T. Lumban Gaol and I. Ramadhani, “Perancangan Desain Meja Receptionist Dengan Konsep Minimalis Pada Pt. Garuda Mas Perkasa,” J. Ilmu Sos. Seni, Desain dan Media, vol. 1, no. 3, pp. 25–36, 2022.
[29] R. Ramadhanti, E. Chumaidiyah, and Y. Prambudia, “Perancangan Usaha dan Kelayakan Pembukaan Usaha Kinar Mete di Kota Surabaya,” vol. 6, no. 6, pp. 2674–2680, 2024.
[30] R. Rinofah and I. S. Kurniawan, “Analisis Kelayakan Usaha Warung ”Burjo” (Studi Kasus Di Dusun Karang Gayam, Catur Tunggal, Depok Sleman, Yogyakarta),” J. Kewirausahaan Dan Bisnis, vol. 19, no. X, pp. 1–11, 2016.
[2] Y. Darmawan and S. Maryati, “Penerapan Good Manufacturing Practice (Gmp) Pada Industri Minuman Nozy Juice Di Gampong Lambaro Skep Banda Aceh,” J. Teknol. Pengolah. Pertan., vol. 5, no. 2, p. 62, 2023, doi: 10.35308/jtpp.v5i2.7707.
[3] A. Nurrahmah, S. Hartini, and P. P. P. Santosa, “Analisis Pengendalian Kualitas Produk Roti Menggunakan Metode Good Manufacturing Practices (GMP) Dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) Pada UKM Ahnaf Bakery,” J. Teknol. dan Manaj., vol. 20, no. 2, pp. 119–132, 2022, doi: 10.52330/jtm.v20i2.61.
[4] Y. Syafitri, I. Irwandi, D. Sulaimawan, R. Astika, and D. Susianto, “Penguatan Kapasitas SDM/UMKM Pengembangan Industri Pangan Lokal Tahun 2021 pada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung,” J. Abdi Masy. Indones., vol. 2, no. 1, pp. 183–190, 2022, doi: 10.54082/jamsi.198.
[5] F. Z. Rasdiana et al., “Pengembangan Usaha Umkm Uberrr Melalui Pelatihan Produksi Makanan Ringan Terstandar,” LOGISTA - J. Ilm. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 7, no. 1, p. 142, 2023, doi: 10.25077/logista.7.1.142-147.2023.
[6] F. Nugraha and P. Purwadhi, “Efektivitas Pelatihan Berbasis Gamifikasi dalam Meningkatkan Pemahaman Karyawan Terhadap Konsep Good Manufacturing Practices,” Serv. Manag. Triangle J. …, vol. 2, no. 2, pp. 89–99, 2020.
[7] Kementerian Perindustrian RI, Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (Good Manufacturing Practices). 2010.
[8] B. L. Purnomo and R. P. Sitakar, “Konsideran Good Manufacturing Practices pada Modified SystematicLayout Planning untuk Renovasi Perancangan Tata Letak Fasilitas,” pp. 130–143, 2023.
[9] A. Gordon, D. DeVlieger, A. Vasan, and B. Bedard, Technical considerations for the implementation of food safety and quality systems in developing countries. 2020. doi: 10.1016/B978-0-12-814272-1.00001-2.
[10] V. Geraldo et al., “Implementation of good manufacturing practices (GMP) to improve the quality of smoked fish (Scomber colias),” Heliyon, vol. 10, no. 5, p. e27401, 2024, doi: 10.1016/j.heliyon.2024.e27401.
[11] S. Muotka, A. Togiani, and J. Varis, “A Design Thinking Approach: Applying 5S Methodology Effectively in an Industrial Work Environment,” Procedia CIRP, vol. 119, pp. 363–370, 2023, doi: 10.1016/j.procir.2023.03.103.
[12] M. A. Saputra, D. Rachmawaty, and H. Q. Karima, “MATRIK Jurnal Manajemen dan Teknik Industri-Produksi Perancangan Tata Letak Fasilitas Pada UMKM Sepatu ‘ Prohana ’ menggunakan Systematic Layout Planning,” J. Manaj. Tek. Ind. – Produksi, vol. 23, no. 1, 2022, doi: 10.350587/Matrik.
[13] A. Prayudha, C. Nurlela, F. Nur, Fastabiqul, and K. Leonita, “Optimalisasi Efisiensi Penataan Ruang Gudang Dalam Pertanian Berbasis 5S (Kasus: Cv Lapak Bibit Alpukat),” J. Logistik Bisnis, vol. 14, no. 1, pp. 18–26, 2024.
[14] P. Pérez-Gosende, J. Mula, and M. Díaz-Madroñero, “A bottom-up multi-objective optimisation approach to dynamic facility layout planning,” Int. J. Prod. Res., vol. 62, no. 3, pp. 626–643, 2024, doi: 10.1080/00207543.2023.2168308.
[15] D. Cancar and H. Yu, “Layout design of a liquid packaging facility featuring GMP and Lean manufacturing,” pp. 1–81, 2015.
[16] F. R. Putri and R. Amalia, “Analysis of Good Manufacturing Practices (GMPs) Implementation In Gudeg SMEs to Improve Food Safety Product,” Agroindustrial J., vol. 9, no. 2, p. 77, 2023, doi: 10.22146/aij.v9i2.84158.
[17] P. W. Utari, Y. M. Hasibuan, and R. H. Nasution, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Menggunakan Metode Konvensional Berbasis 5S,” JiTEKH, vol. 8, no. 2, pp. 85–91, 2020, doi: 10.35447/jitekh.v8i2.350.
[18] D. Untuk, M. Persyaratan, K. Program, and S. Sarjana, “USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI DI CV . TIGA BINTANG JAYA MENGGUNAKAN METODE 5S DI CV . TIGA BINTANG JAYA MENGGUNAKAN METODE 5S,” 2022.
[19] U. Zulfa Nadia and I. Betanursanti, “Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Dengan Metode Service Quality Dan 5S Di Apotek Ahda Farma Pada Era Pandemi Covid-19,” Nadia & Betanursanti, vol. 1, no. 2, p. 114, 2022, [Online]. Available: http://ejournal.unimugo.ac.id/JITIN
[20] A. B. C. Putra and E. Aryanny, “Penerapan Konsep ‘5S’ Untukmenciptakan Lingkungan Kerja Yang Ergonomis Di Pt. Sri Yogyakarta,” J. Ilm. Sain dan Teknol., vol. 2, no. 1, pp. 335–343, 2024.
[21] N. Panjaitan, “TALENTA Conference Series: Energy & Engineering Analisis dan Usulan Perbaikan Lingkungan Kerja PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) dengan Konsep 5S,” Talent. Conf. Ser., vol. 5, no. 2, pp. 613–623, 2022, doi: 10.32734/ee.v5i2.1627.
[22] E. Wiratmani, “IMPLEMENTASI METODE 5S PADA DIVISI GUDANG BARANG JADI ( Studi Kasus Pada PT . X ) Jurnal Ilmiah Faktor Exacta,” J. Ilm. Fakt. Exacta, vol. 3, no. 3, pp. 268–286, 2010.
[23] B. Febriyanto and W. Setiafindari, “Optimasi Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning ( SLP ) untuk Meningkatkan Efisiensi Material Handling,” vol. 4, no. 1, pp. 10–19, 2025.
[24] M. A. Risa Elfia, “Studi Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) Pada Pabrik Kopi Green Bean di Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Aceh Tengah,” J. Teknol. Pengolah. Pertan., vol. 1, p. 9, 2023, doi: https://doi.org/10.35308/jtpp.v5i1.6902.
[25] A. Hesthi, P. Ningtyas, P. Sudirjdo, I. A. Pahlawan, and R. Chandra, “Peningkatan kapabilitas penerapan 5R pada siswa SMK Assa ’ adah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja,” vol. 8, pp. 1862–1868, 2024.
[26] N. Afifah et al., “Fasilitas Produksi Dengan Metode Systematic Layout Planning ( Slp ) Di Pt .,” Juminten, vol. 01, no. 04, pp. 104–116, 2020.
[27] A. B. Patria, B. Suhardi, and I. Iftadi, “Perancangan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Algoritma CRAFT untuk Meminimasi Biaya Material Handling,” Performa Media Ilm. Tek. Ind., vol. 21, no. 2, p. 119, 2022, doi: 10.20961/performa.21.2.53445.
[28] C. T. Lumban Gaol and I. Ramadhani, “Perancangan Desain Meja Receptionist Dengan Konsep Minimalis Pada Pt. Garuda Mas Perkasa,” J. Ilmu Sos. Seni, Desain dan Media, vol. 1, no. 3, pp. 25–36, 2022.
[29] R. Ramadhanti, E. Chumaidiyah, and Y. Prambudia, “Perancangan Usaha dan Kelayakan Pembukaan Usaha Kinar Mete di Kota Surabaya,” vol. 6, no. 6, pp. 2674–2680, 2024.
[30] R. Rinofah and I. S. Kurniawan, “Analisis Kelayakan Usaha Warung ”Burjo” (Studi Kasus Di Dusun Karang Gayam, Catur Tunggal, Depok Sleman, Yogyakarta),” J. Kewirausahaan Dan Bisnis, vol. 19, no. X, pp. 1–11, 2016.