Tradisi Sadranan sebagai Ekspresi Folklor dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Kalisari

Authors

  • Yossi Aliya Ariviani Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
  • Rosita Sofyaningrum Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Abstract

This article describes the form, implementation, values of local wisdom, and efforts to preserve the Sadranan tradition in Kalisari Village, Rowokele District, Kebumen Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with a folklore study based on Alan Dundes' theory. Data were obtained through observation, in-depth interviews with village heads, hamlet heads, traditional leaders, and community members, as well as documentation of Sadranan activities. The results of the study indicate that the Sadranan tradition in Kalisari Village is a folklore that is still practiced in society, encompassing oral, partly oral, and non-verbal folklore. The implementation of this tradition includes communal prayer, tahlil (religious remembrance), pilgrimage, kenduri (celebration), and communal eating as a form of respect for ancestors and an expression of gratitude to God Almighty. The values of local wisdom contained in the Sadranan tradition include religious values, togetherness, mutual cooperation, social solidarity, respect for ancestors, and preservation of tradition. Efforts to preserve the tradition are carried out through hereditary inheritance, active involvement of the community across generations, and the role of village officials in organizing activities. Even though there are changes in the form of implementation due to developments in people's lifestyles, the essence and socio-cultural function of the Sadranan tradition remains intact..

Abstrak:

Artikel ini mendeskripsikan bentuk, pelaksanaan, nilai-nilai kearifan lokal, serta upaya pelestarian tradisi Sadranan di Desa Kalisari, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor berdasarkan teori Alan Dundes. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala desa, kepala dusun, tokoh adat, dan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan Sadranan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Sadranan di Desa Kalisari merupakan folklor yang masih dipraktikkan dalam masyakarat yang mencakup folklor lisan, sebagian lisan, dan nonlisan. Pelaksanaan tradisi ini meliputi doa bersama, tahlil, ziarah, kenduri, dan makan bersama sebagai wujud penghormatan kepada leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Sadranan meliputi nilai religius, kebersamaan, gotong royong, solidaritas sosial, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian tradisi. Upaya pelestarian tradisi dilakukan melalui pewarisan turun-temurun, keterlibatan aktif masyarakat lintas generasi, serta peran perangkat desa dalam pengorganisasian kegiatan. Meskipun terdapat perubahan dalam bentuk pelaksanaan akibat perkembangan gaya hidup masyarakat, esensi dan fungsi sosial-budaya tradisi Sadranan tetap terjaga

 

References

Astuti, A. P., Sutoyo, & Trisiana, A. (2024). Internalisasi nilai karakter peduli lingkungan melalui kerja bakti pada Karang Taruna Desa Tempel Kelurahan Jenggrik Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen tahun 2024. Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 13(2), 29–43. https://doi.org/10.33061/jgz.v13i2.11102

Audia, N. (2025). Analisis nilai-nilai edukasi dalam cerita prosa rakyat di Kabupaten Dharmasraya (Skripsi S1). Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/487277

Azhari, Z. (2025). Eksistensi tradisi Maballa sebagai simbol identitas dan kebersamaan masyarakat di Desa Tokkonan Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang (Skripsi S1). IAIN Parepare. https://repository.iainpare.ac.id/id/eprint/10740

Basri, L., Jamlaay, S., Ayuniza, P., Hulihulis, R., & Mambrasar, S. (2025). Pembangunan dan identitas sosial: Kajian literatur tentang interaksi antara modernisasi dan pelestarian tradisi dalam masyarakat lokal. Papua Journal of Sociology, 3(1), 56–78. https://doi.org/10.33506/pjs.v3i1.4737

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. Pustaka Utama Grafiti.

Dewi, T. T., Ramadhan, S., & Amir, A. (2025). Orientasi Nilai Budaya dalam Cerpen Ngaben Sederhana Karya I Made Sugiyanto. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 14(2). https://doi.org/10.35194/alinea.v14i2.4757

Dundes, A. (1965). The study of folklore. Prentice-Hall.

Dundes, A. (1980). Interpreting folklore. Indiana University Press.

Dundes, A. (2007). Folklore as a mirror of culture. In B. Rosenberg & L. P. Doniger (Eds.), The meaning of folklore (pp. 1–15). Utah State University Press.

Durkheim, É. (2014). The division of labor in society (W. D. Halls, Trans.). Free Press. (Original work published 1893)

Halim, J. A., Nur, C., & Mahendra, M. A. (2025). Desain kap lampu kontemporer dengan metode ATUMICS dari revitalisasi tenong dalam tradisi Sadranan di Temanggung. Jurnal Strategi Desain dan Inovasi Sosial, 6(2). https://doi.org/10.37312/jsdis.v6i2.10316

Hasan, N. A. I., Wijayanti, Y., & Ratih, D. (2023). Peranan tokoh adat dalam pelestarian dan pemanfaatan potensi budaya pada masyarakat Kampung Adat Kuta Tambaksari Kabupaten Ciamis. Jurnal KIP (Kajian Ilmu Pendidikan), 4(2). https://doi.org/10.25157/j-kip.v4i2.8998

Hasan, R. (2025). Agama dalam pandangan antropolog: Perspektif sosial-budaya. Tajdid, 9(1). https://doi.org/10.52266/tadjid.v9i1.4315

Hartianti, A. N. T., & Halim, A. (2025). Simbolisme integrasi Islam dan budaya Jawa dalam tradisi Nyadran: Studi di Desa Ngayung Lamongan. Panuntun: Jurnal Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, 2(4). https://doi.org/10.61476/0g68ee71

Hikma, N. (2025). Solidaritas sosial dalam tradisi Ngelepot Napai di Pekon Way Kerap. Socio Religia, 6(1). https://doi.org/10.24042/wntb7y09

Ishmatuddiana, I., Widodo, D. P., Naila, N. H., & Surur, A. T. (2025). Moderasi beragama ramah budaya (I’tibar al-‘urf): Mencari keseimbangan antara keagamaan dan budaya Nyadran di Pekalongan. Jurnal Sains Student Research, 3(1). https://doi.org/10.61722/jssr.v3i1.3691

Wulanjari, T. P., (2024). Makna tradisi Sadranan bagi masyarakat di Dukuh Dungus dalam perspektif interaksi simbolik George Herbert Mead. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(6). https://doi.org/10.54371/jiip.v7i6.49

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Kusumawardani, R., & Riyanto, B. (2024). Komunikasi simbolik tradisi Sadranan di Dusun Pantaran Desa Candisari Kecamatan Gladaksari Kabupaten Boyolali. Solidaritas, 8(2).

Laily, N., & Nashiruddin. (2021). Kearifan lokal Islami masyarakat Jawa: Mengupas nilai tasawuf dalam tradisi Nyadran. PUTIH: Jurnal Pengetahuan tentang Ilmu dan Hikmah, 6(1). https://doi.org/10.51498/yes3p718

Maharani, M. S. P. (2024). Tradisi Sadranan Jawa pada masyarakat Kampung Tua Surabaya Ilir, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah. Abdi Putra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3). https://doi.org/10.52005/abdiputra.v4i3.255

Maulana, I., & Umami, Z. (2025). Pelestarian kesenian melalui tradisi Saparan. Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik, 12(1), 401–415. https://doi.org/10.37676/professional.v12i1.8520

Marhamah, S., & Ramadhani, D. (2025). Pertahanan budaya pada upacara Sadranan di Dukuh Karang Duwur Banjarsari Wetan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas: Kajian etnolinguistik. Jurnal Iswara, 4(2), 114–119. https://doi.org/10.20884/1.iswara.2024.4.2.12125

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Musrifah, N. A. (2025). Peran dan upaya pelestarian nilai-nilai budaya tradisi Nyadran di Dusun Kebuntaman Kabupaten Semarang (Skripsi S1). Universitas Ivet. https://eprint.ivet.ac.id/id/eprint/1044

Nurhayati. (2022). Tradisi Sadranan sebagai penguatan nilai-nilai pendidikan Islam di Dusun Gesing Desa Jatipuro Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah (Tesis Magister). IIQ An Nur Yogyakarta. https://repository.nur.ac.id/id/eprint/70

Putri, V. A. H. W., Syahrani, N. P., Zahrotul, A. B., Bilqis, J., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Peluang dan tantangan dalam transformasi tradisi Sadranan: Studi kasus di Gunung Kelud Kecamatan Ngancar. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(3), 58–67. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.41

Saniyah, I. H., & Zustiyantoro, D. (2025). Preserving a transforming tradition: Modifications in the Nyadran tradition in Pacekulon Village, Pace District, Nganjuk Regency. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 9(1), 93–109. https://doi.org/10.22219/satwika.v9i1.39395

Suyitno, M. (2022). Sadranan: Tradisi, ritual, sosial, dan ekonomi pada masyarakat Tumang. Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora, 1(7). https://doi.org/10.53625/jpdsh.v1i7.2136

Wicaksono, B., & Rosyidah, E. A. (2025). Struktur dan fungsi cerita legenda Mbah Wungu bagi masyarakat Desa Kwaron Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Belajar Bahasa, 10(2), 267–280. https://doi.org/10.32528/bb.v10i2.4117

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

Ariviani, Y. A., & Sofyaningrum, R. (2026). Tradisi Sadranan sebagai Ekspresi Folklor dan Identitas Budaya Masyarakat Desa Kalisari. Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran, 15(1), 46–59. Retrieved from https://jurnal.unsur.ac.id/index.php/ajbsi/article/view/6089