Kohesi dan Koherensi Wacana "Kasidi Menjadi Kepala Negara" dalam Youtube Tri Budhi Sastrio
DOI:
https://doi.org/10.35194/alinea.v12i2.3055Abstract
This article will discuss linguistic elements from the perspective of cohesion and coherence. This is done because the two are connected, giving rise to meaning. The method used is what is commonly called descriptive with the descriptive text object on the YouTube show "Kasidi Becomes Head of State". The text is on the Tri Budhi Sastrio account. The findings show that cohesion and coherence in a discourse vary. Almost all types of cohesion and coherence are spread throughout the text, there are grammatical and lexical cohesion as well as marked and unmarked coherence.
Keywodrs: cohesion; coherence; discourse; YouTube
Abstrak
Artikel ini akan mendiskusikan unsur-unsur kebahasaan dari sudut kohesi dan koherensi. Hal ini dilakukan karena keduanya memiliki pertautan sehingga menimbulkan makna. Metode yang digunakan yairu yang lazim disebut deskriptif dengan objek teks deskripsi pada tayangan youtube “Kasidi Menjadi Kepala Negara”. Teks terdapat di akun Tri Budhi Sastrio. Hasil temuan menunjukkan bahwa kohesi dan koherensi pada sebuah wacana beragam. Hampir semua jenis kohesi dan koherens tersebar di keseluruhan teks, ada kohesi gramatikal dan leksikal sert koherensi berpenanda dan tidak berpenanda.
Kata kunci: kohesi; koherensi; wacana; Youtube
References
Almanar. “Kohesi dalam Media Massa Cetak Bahasa Indonesia”. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2000.
Arifin, E. Zaenal, dkk. “Wacana Transaksional dan Interaksional dalam Bahasa Indonesia”. Tangerang: Pustaka Mandiri, 2015.
Khoiruddin, Alang. “Buku Pintar Bahasa Indonesia”. Lamongan: Pustaka Ilalang, 2014.
Mulyana. “Kajian Wacana Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-Prinsip Analisis Wacana.” Yogyakarta: Tiara Wacana, 2015.
Nurfitriani, Rajab Bahri, dan Azwardi. “Analisis Kohesi dan Koherensi dalam Proposal Mahasiswa PBSI Tanggal 23 Desember 2014”. Jurnal Bahasa dan Sastra, 12(1), 39-49, 2018.
Nurkholifah, Aulia, Oding Supriadi, dan Sahlan Mujtaba. “Analisis Kohesi dan Koherensi pada Isu Nasional di Media Online Kompas.com dan Jawapos.com Edisi April 2021”. Jurnal Edukatif: Ilmu Pendidikan, 3(6), 2021, hlm. 4309-4318.
Putriana, Tri. “Analisis Konten Jurnal Kohesi Leksikal dalam Berita Utama Harian Riau Pos Dalam Kajian Ontologi, Epistimolgi, dan Aksiologi”. Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan, 27(2), 2021, 71-81.
Rosidah, Ilmiyatur dan Muchammad Nadhif Wardiansyah. “Analisis Kohesi dan Koherensi Wacana Bertema Covid-19 di Situs Majalah Online Mojok.co”. Jurnal Ilmiah Edukasi dan Sosial, 11(2), 2020, 107-111.
Sastrio, Tri Budhi. “Kasidi Menjadi Kepala Negara”. Youtube Tri Budhi Sastrio, 23 Oktober 2021.
Setiawan, Yuliyanto Budi. “Analisis Wacana Kritis Pemberitaan Kekerasan Berbasis Gender di Surat Kabar Suara Merdeka”. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 2(1), 2021.
Suhendra, Alma Patriani R. “Analisis Penggunaan Kohesi Leksikal pada Teks Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Bogor”. Jurnal Bahasa, 1-9, 2021.
Widiatmoko, W. “Analisis Kohesi dan Koherensi Wacana Berita Rubrik Nasional di Majalah Online Detik”. Skripsi, 2015.
Qudus, Rokhanah. “Analisis Kohesi Leksikal dalam Novel Dom Sumurup Ing Banyu Karya Suparto Brata”. Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, 2(1), 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.