Tingkat Literasi Membaca Anak Selama Pembelajar Daring Saat Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.35194/alinea.v10i2.1420Abstract
Artikel ini akan mendeskripsikan tingkat literasi anak selama pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan penelitian deksriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh yaitu: (1) sebagian besar responden tetap membaca buku pelajaran ketika di luar jam pelajaran berlangsung; (2) rata-rata mereka menghabiskan waktu 1 sampai 2 jam setiap harinya untuk membaca, di luar jam pelajaran berlangsung; (3) jenis bacaan yang dipilih sebagian besar anak adalah bacaan yang sesuai dengan materi pelajaran yang diberikan oleh guru,; dan (4) gawai adalah alat bantu utama anak-anak ketika ingin mendapat bahan bacaan di internet. Dengan demikian, walaupun adanya Covid-19 yang mengharuskan anak-anak melakukan pembelajaran di rumah, mereka tetap meluangkan waktu untuk aktivitas literasi membaca. Oleh karena itu, orang tua perlu menjadi filter untuk bahan bacaan yang anak-anak dapatkan dari buku ataupun internet.
Katakunci: tingkat literasi membaca anak, daring, covid-19
Abstract
This article will describe the literacy level of children during online learning during the Covid-19 pandemic. The research method used is descriptive quantitative research. The results obtained are: (1) most of the respondents continue to read textbooks outside of class hours; (2) on average they spend 1 to 2 hours per day reading, outside of class hours; (3) the type of reading that most of the children choose is reading that is in accordance with the subject matter given by the teacher; and (4) the device is the main tool for children when they want to get reading material on the internet. Thus, even though there is Covid-19 which requires children to do learning at home, they still make time for reading literacy activities. Therefore, parents need to be a filter for reading materials that children get from books or the internet.
Keywords: children's reading literacy, online learning, covid-19
References
Amalia, N., & Siregar, A. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Literasi Membaca Bahasa Indonesia yang Berkemajuan. Prosiding Pekan Seminar Nasional, 01, 255–274. https://journal.uhamka.ac.id/index.php/pesona/article/view/2361
Badan Penelitian dan Pengembangan. (2019). Aktivitas Literasi Membaca 34 Provinsi. [Online] Tersedia pada http://repositori.kemdikbud.go.id/13033/1/Puslitjakdikbud_Indeks%20Aktivitas%20Literasi%20Membaca%2034%20Provinsi di unduh pada 25 Maret 2021.
Hakim, M. N. (2021). Studi Tingkat Literasi Membaca Mahasiswa Selama Pembelajaran Daring. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1), 77–87. https://doi.org/10.31943/bi.v6i1.112
Harini, I. N. (2018). Tingkat Literasi Membaca Peserta Didik Kelas IV di SD Muhammadiyah Bantul Kota. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(1), 29–46. https://doi.org/10.14421/al-bidayah.v10i1.128
Hasanah, U., & Warjana. (2019). Pengembangan Pembelajaran Literasi Membaca untuk Meningkatkan Daya Baca Siswa. Mediia Pustakawan, 26(2), 129–139. https://ejournal.perpusnas.go.id/mp/article/view/184
Hutapea. (2019). Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga Jadi Penyebab. [Online] Tersedia pada https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-indonesia-rendah-akses-baca-diduga-jadi-penyebab diunduh pada 10 April 2021.
Ibrahim, G. A. (2017). PISA dan Daya Baca Bangsa—Kompas.com [Newspaper]. Retrieved March 9, 2019, from Kompas.com website: https://nasional.kompas.com/read/2017/04/30/11135891/pisa.dan.daya.baca.bangsa
Kemdikbud. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Kemdikbud.
Kemdikbud. (2017). Hasil Indonesia Nasional Assesment Programme (INAP). Retrivied March 11, 2019, from Puspendik.kemdikbud.go.id website: https://puspendik.kemdikbud.go.id/inap-sd/
Kurniawati, Nia, et al. “Memadukan Inovasi dan Kearifan Lokal dalam Pengajaran Literasi pada Anak Usia Dini: Pendampingan Gerakan Literasi.” Journal of Empowerment, vol. 2, no. 1, 2021, p. 125, doi:10.35194/je.v2i1.1229.
Lies, U., Khadijah, S., Rukmana, E. N., Ningsih, A. S. R., Ariyan, P. M., Angelina, R. B., Syifa, R. N., & Yuliani. (2020). Wisata Virtual Pada Perpustakaan Digital Selama Masa Pandemi Covid-19. Tornare - Journal of Sustainable Tourism Research, 2(3), 63–77. http://jurnal.unpad.ac.id/tornare/article/download/29736/14202
Nurjani. (2019). Literasi Pada Pembelajaran Menulis Bagi Anak Sekolah Dasar. PROCEEDING IAIN Batusangkar, 3(1), 233–242.
Tahmidaten, L., & Krismanto, W. (2020). Permasalahan Budaya Membaca di Indonesia (Studi Pustaka Tentang Problematika & Solusinya). Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 10(1), 22–33. https://doi.org/10.24246/j.js.2020.v10.i1.p22-33
Nurjani. (2019). Literasi Pada Pembelajaran Menulis Bagi Anak Sekolah Dasar. PROCEEDING IAIN Batusangkar, 3(1), 233–242.
Rahim, F. (2008). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Sinar Grafika.
Setiyaningsih, G., & Syamsudin, A. (2019). Pengembangan Media Big Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Usia 5-6 Tahun. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 9(1), 19-28.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryani, Yeni (2017). “Literasi Mengungkap Mitos dan Mensugesti Kebenaran”. Prosiding Seminar. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/8942
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.