EKSPLORASI DAN IDENTIFIKASI MORFOLOGI KERAGAMAN GENETIK JERUK KEPROK (Citrus reticulata L.) PROVINSI ACEH
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v14i2.4624Abstrak
ABSTRAK
Jeruk Keprok Gayo (Citrus reticulata), komoditi pertanian ini pernah menjuarai kontes buah nasional pada tahun 1992 yang lalu. Tapi setelah itu, komoditi unggulan ini nyaris terlupakan, padahal jeruk keprok gayo masih tetap ada sampai sekarang. Melihat permasalahan di atas, identifikasi perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi terhadap penyebaran sentra produksi jeruk keprok, karakteristik jeruk keprok, dan keanekaragaman sifat tanaman jeruk keprok lokal Aceh. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan daerah sebaran, karakter morfologi, dan kualitas buah jeruk keprok lokal Aceh. Metode pelaksanaan penelitian dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman, tahap kedua yaitu karakterisasi morfologi jeruk keprok lokal Aceh, dan tahap ketiga adalah analisis kemiripan tanaman jeruk keprok lokal Aceh berdasarkan karakter morfologi baik vegetatif maupun generatif. Hasil penelitian ditemukan penyebaran tanaman jeruk keprok di Kabupaten Bener Meriah yang paling banyak terdapat di Kecamatan Bandar tepat nya di desa Tanjung Pura. Penyebaran tanaman jeruk keprok di Kabupaten Aceh Tengah yang paling banyak terdapat di Kecamatan Kebanyakan tepat nya di desa Paya Tumpi yang menjadi salah satu sentral produksi jeruk keprok di Aceh. Tanaman jeruk keprok di Kabupaten Bener Meriah khususnya di Kecamatan Bukit dan Kecamatan Bandar mempunyai tinggi tanaman antara 10 sampai dengan 12 meter dengan tinggi rata-rata tanaman 10,7 m. Bentuk tajuk tanaman jeruk keprok di Provinsi Aceh di dua Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah adalah elliptisoid . Helai daunya menunjukkan tidak adanya variasi antara keseluruhan tanaman sample. Panjang helaian daun berkisar antara 8,1 sampai 10,5 cm dengan lebar antara 3,1 sampai 4,2 cm.
Kata kunci: Eksporasi, identifikasi, jeruk, keprok, aceh
Referensi
Andrini, A., Martasari, C., Budiyati, E., Zamzami, E. (2021). Klasifikasi dan Sebaran Jeruk Nusantara. Teknologi Inovatif Jeruk Nusantara. IPB Press
Badan Pusat Statistik. (2022). Produksi Tanaman Hortikultura. https://www.bps.go.id
Indriyani, N. L. P., Ihsan, F., Emilda, D., Istianto, M. (2022). Budi Daya Duku. Bumi Aksara
Lodong, A.T., Widodo, A.W., Rahman, M.A. (2023). Penentuan Mutu pada Citra Buah Jeruk Keprok Menggunakan Metode Local Binary Pattern (LBP). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. 7 (4) : 1616-1622.
Mustikarini, E.D., Khodijah, N.S., Yulistia Y. (2017). Karakterisasi Morfologi dan Potensi Hasil Durian Lokal Bangka: Karakterisasi Morfologi dan Potensi Hasil Durian Lokal Bangka. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian, 21(1); 1-9.
Nafisah, S. N., Suharno, Tinaprilia, N. (2014). Sikap dan persepsi konsumen terhadap jeruk lokal dan jeruk impor di pasar modern Kota Bogor. Forum Agribisnis. 4(1) : 71-84.
Rohlf, F.J. (1998). Numerical Taxonomy and Multivariate Analysis System (Version 2.0). Exeter Software Publishers Ltd.
Septirosya, T., Poerwanto, R., Qadir, A. (2023). Pendugaan Pertumbuhan Jeruk Keprok Borneo Prima (Citrus reticulata cv. Borneo Prima) Belum Menghasilkan pada Pemupukan Nitrogen dan Pemangkasan yang Berbeda. Media Pertanian. 8(1) : 14-24.
Siregar, S.D. (2019). Kementrian Pertanian, Teknologi Budidaya Jeruk Keprok [Internet]. 2024 [Diakses pada 18 Maret 2024] http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/86440/Teknologi-Budidaya-Jeruk-Keprok/
Talon, M., Wu, G. A., Gmitter, F. G., Rokhsar, D. S. (2020). The origin of citrus. The genus citrus. pp. 9 – 28.
Yulianti, F. C., Martasari, Karsinah, Hartanto. (2010). Variasi Genetik Jeruk Keprok SoE (Citrus reticulata Blanco) Hasil Radiasi Sinar Gamma Menggunakan Penanda ISSR. Buletin Plasma Nutfah. 2010; Vol.16 : 134-139
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.