KERAPATAN KELOMPOK TELUR DAN KEPADATANPOPULASI HAMA KEONG MAS (Pomacea canaliculata) DI LAHAN PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic)

Muhammad Taopik, Widya Sari

Abstract


Padi Pandanwangi merupakan varietas unggulan di kabupaten Cianjur dan memiliki indikasi geografis khusus. Serangan hama Keong mas merupakan salah satu penyebab turunnya produksi padi Pandanwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerapatan kelompok telur dan kepadatan populasi Keong mas di lahan padi Pandanwangi kabupaten Cianjur Jawa Barat.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret s/d Juni 2018 secara observasi di empat kecamatan sentra padi Pandanwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan telur Keong mas paling tinggi pada fase vegetatif adalah di kecamatan Warungkondang (0,52 kel/plot), dan berbeda nyata dengan tiga kecamatan lainnya. Kepadatan populasi Keong mas pada fase vegetatif paling tinggi adalah di  kec. Warungkondang (2,75 ind/m2), tidak berbeda nyata dengan kecamatan Cianjur dan Gekbrong, tetapi berbeda nyata dengan kecamatan Cibeber. Kerapatan telur Keong mas paling tinggi pada fase generatif adalah di kecamatan Gekbrong (0,30 kel/plot), tidak berbeda nyata dengan kecamatan Warungkondang (0,28 kel/plot) dan kec. Cibeber (0,18 kel/plot), tetapi berbeda nyata dengan kec. Cianjur (0,09 kel/plot). Kepadatan populasi Keong mas pada fase generatif yang tertinggi adalah di kecamatan Warungkondang (1,58 ind/m2), walaupun tidak berbedanyata dengan tiga kecamatan lainnya. Keong mas maupun telur Keong mas paling banyak populasinya pada kecamatan Warungkondang yang merupakan daerah penanaman padi Pandanwangi paling luas di Cianjur. Tanaman padi yang selalu ada dan sumber air yang selalu tersedia menyebabkan daerah tersebut menjadi habitat yang kondusif bagi perkembangan populasi Keong mas.

Keywords


Indikasi geografis, Keong mas, Kerapatan kelompok telur, Kepadatan populasi, Padi Pandanwangi.

References


Budiyono, S. 2006. Teknik mengendalikan Keong mas pada tanaman padi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. 2(2): 128-133.

Carlsson, N.O.L. 2006. “ Invasive Golden Apple Snails are Threatening Natural Ecosystems in Southeast Asia.” In Joshi. R.C. and L.S. Sebastian (Ed.) Global Advances in Ecology and Management of Golden Apple Snail. PhilRice, Ingnieria DICTUC and FAO.

Estebenet, A.L. and Martin, P.R. 2003. Shell Interpopulation Variation and Its Origin in Pomacea canaliculata (Gastropoda: Ampullariidae) from Southern Pampas, Argentina. Journal of Molluscan Studies. 69(4): 301-310.

Frashad, 1925. “Anatomy of Common Indian Apple Snail”. Pila Glubbosa memories of the Indian Musium

Girisonta, 1990. Budidaya Tanaman Padi. Kanisius Yogyakarta.

Hendarsih, S. dan Kurniawati, N 2009. “Keong mas Dari Hewan Peliharaan Menjadi Hama Utama Padi Sawah ”. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

IRRI (International Rice Research Institute). 2003. Rice Knowledge Bank, Philipina: Version 2.2.

Kenji, I. 2003. Expansion of The Golden Apple Snail, Pomea Canaliclata, And Feathures of Its Habitat. Extension Bulletin 540, Food & Fertilizer Technology Center, Taiwan.

Krebs, J.C. 1989. Ecologycal Methodology. Harper Collins Publisher dalam Rudianto, F.N., Setyawati, T.R. dan Mukarlina. 2014. Struktur Komunitas Gastropoda pada Persawahan Pasang Surut dan Tadah Hujan di Kecamatan Sungai Kakap. Jurnal Protobiont. 3(2): 177-185.

Mohan, N. 2002, Introduced Species Summary Project Apple Snail (Pomacea caniculata). Diakses dari: http://124.81.86.181/wrkb/knowledgeBank/regionalsites/indonesia/docs/bukletHama3RIR.pdf. Pada tanggal 5/1/2018

Pitojo, S. 1996. Petunjuk Pengendalian dan Pemanfaatan Keong mas. Trubus. Agriwijaya. Ungaran.

Purnamaningsih, R. 2006. Induksi Kalus dan Optimasi Regenerasi Empat Varietas Padi Melalui Kultur In Vitro. Balai Besar Penelitian dan Pengawasan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian. Bogor. Jurnal AgroBiogen 2(2):74-80.

Riyanto, R. 2004. Aspek-Aspek Biologi Keong mas (Pomacea canaliculata). In Forum MIPA. 8 (1) : 20-26. Pendidikan MIPA FKIP Unsri.

Rozakyah, Yolanda, R., dan Purnama, AA. 2014. Kepadatan Distribusi Keong mas (Pomacea canaliculata) di Saluran Irigasi Bendungan Batang Samo Desa Suka Maju Kabupaten Rokan Hulu. Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pasir Pengarain.

Saenong, S, Murniati E, Bahar FA. 1989. Dormansi benih padi (Oryza sativa L.) di dalam: Ismunadji M, Syam M, Yuswandi, editor. Padi. Buku 2. Bogor: Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian

Suin, N.M. 2002. Metode Ekologi. Universitas Andalas: Padang.

Sulistiono, 2012. Cara Aman Mengendalikan Keong Emas. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Institute Pertanian Bogor (FPIK-IPB). http://dinpertantph_ jatengprov.go.id.

Suryana, A. 2008. Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras. Pengembangan Inovasi Pertanian.

Suryana R.N., Dwi Rachmina, Sumedi dan Tanti N. 2009. Kajian Efisiensi Daya Saing Padi Pandanwangi Indonesia. Ringkasan Eksekutif Hasil-hasil Penelitian Tahun 2009 dalam Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan Tinggi. Institut Pertanian Bogor; Bogor.

Susanto. 1993. Siput Murbei. Kanisius. Jakarta

Syam, M. dan Wurjandari, D. 2005. Masalah Lapang (Hama, Penyakit dan Hara) pada Padi. Jakarta: Kerjasama Balai Penelitian Tanaman Padi, BP2TP, BPTP dan IRRI.

Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia, 1989. Siput Murbai Indah yang Menimbulkan Malapetaka bagi Padi Sawah.




DOI: https://doi.org/10.35194/agsci.v9i1.630



AGROSCIENCE INDEXED BY : 

             

Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana, Jl. Pasir Gede Raya-Cianjur, 43216, Telp. (0263) 283579, Email: agroscience@unsur.ac.id 

Agroscience is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.