Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) Dengan Metode Supply Chain Operations Reference (SCOR) di PT Mandiri Jaya
Keywords:
Pengukuran Kinerja, Supply chain management, Supply Chain Operations Reference, Produksi Tahu, OptimalisasiAbstract
PT Mandiri Jaya, sebuah perusahaan yang bergerak dalam produksi tahu, menghadapi tantangan signifikan terkait efisiensi manajemen operasionalnya. Permasalahan utama yang teridentifikasi berpusat pada ketidakselarasan proses produksi dengan volume serta variasi permintaan konsumen. Kondisi ini secara langsung berdampak pada pemenuhan target kepuasan pelanggan dan optimalisasi sumber daya. Untuk mengatasi isu tersebut, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan krusial yaitu mengukur secara komprehensif kinerja Supply Chain Management perusahaan. Pengukuran dimulai dari tahapan awal pengadaan bahan mentah, kemudian berlanjut pada proses pengolahan menjadi produk jadi, hingga akhirnya tahap distribusi kepada konsumen akhir. Dalam pelaksanaannya, metode Supply Chain Operations Reference diaplikasikan sebagai kerangka analisis utama. Pemilihan metode ini didasarkan pada kapabilitasnya yang unggul dalam mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam rantai pasok, serta kemampuannya untuk menyediakan penilaian yang objektif dan terstruktur terhadap kinerja operasional. Penelitian ini secara spesifik mengevaluasi kinerja Supply Chain Management PT Mandiri Jaya dengan fokus mendalam pada lima proses inti yang didefinisikan oleh metode Supply Chain Operations Reference: plan (perencanaan), source (pengadaan), make (produksi), deliver (pengiriman), dan return (pengembalian). Hasil evaluasi kinerja SCM PT Mandiri Jaya menunjukkan bahwa total nilai keseluruhan berada pada angka 92,654, sebuah indikator yang menempatkan kinerja perusahaan dalam kategori "Excellent" atau sangat bagus. Meskipun demikian, analisis mendalam terhadap setiap proses mengungkapkan bahwa permasalahan utama yang memerlukan perhatian lebih lanjut teridentifikasi pada proses make dan deliver. Proses make memperoleh skor 75,47, sementara proses deliver mendapatkan skor 87,8. Temuan ini secara tegas mengindikasikan bahwa area krusial yang membutuhkan perbaikan dan optimalisasi meliputi peningkatan kepatuhan terhadap jadwal produksi yang telah ditetapkan serta peningkatan akurasi dalam proses pengiriman produk kepada konsumen. Optimalisasi pada kedua aspek ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan.References
[1] Badan Pusat, S. (2021). Perkembangan Indeks Produksi Industri Manufaktur 2020. Jakarta : Badan Pusat Statistik, 9–15. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/08/18/0fbecb97aae729e237657dc 6/perkembangan-indeks-produksi-industri-manufaktur-2020.html
[2] Darma, I. W. A. S., Indrawan, I. G. A., & Sutramiani, N. P. (2020). Implementasi Supply Chain Management Pada E-Commerce Sebagai Strategi Pengembangan Umkm Jajanan Dodol Khas Buleleng. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer, 6(2), 151–155. https://doi.org/10.36002/jutik.v6i2.1016
[3] heski rianika (Ed.). (2021). No Title (2021st ed.). 2021.
[4] Kharisma, S. B. (2021). PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM ) DENGAN MENGGUNAKAN SCOR MODEL DAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) DI PT . LOKA.02(05), 121–132.
[5] Kemenperin RI. (2021). Tantangan dan Prospek Hilirisasi Sawit Nasional Analisis: Pembangunan Industri. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, 1–63. https://kemenprin.go.id/download/27415/Buku-Analisis- Industri-Kelapa-Sawit-2021
[6] Nurul, A., & Salim, S. (2022). PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN ( SCOR 12 . 0 ) BERBASIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) DAN OBJECTIVE MATRIX ( OMAX ). 7(2), 1–7.
[2] Darma, I. W. A. S., Indrawan, I. G. A., & Sutramiani, N. P. (2020). Implementasi Supply Chain Management Pada E-Commerce Sebagai Strategi Pengembangan Umkm Jajanan Dodol Khas Buleleng. Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer, 6(2), 151–155. https://doi.org/10.36002/jutik.v6i2.1016
[3] heski rianika (Ed.). (2021). No Title (2021st ed.). 2021.
[4] Kharisma, S. B. (2021). PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ( SCM ) DENGAN MENGGUNAKAN SCOR MODEL DAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) DI PT . LOKA.02(05), 121–132.
[5] Kemenperin RI. (2021). Tantangan dan Prospek Hilirisasi Sawit Nasional Analisis: Pembangunan Industri. Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, 1–63. https://kemenprin.go.id/download/27415/Buku-Analisis- Industri-Kelapa-Sawit-2021
[6] Nurul, A., & Salim, S. (2022). PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN ( SCOR 12 . 0 ) BERBASIS ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS ( AHP ) DAN OBJECTIVE MATRIX ( OMAX ). 7(2), 1–7.