Analisis Dampak Volume Lalu Lintas terhadap Kualitas Udara dalam Mendukung Pencapaian SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
DOI:
https://doi.org/10.35194/jmts.v9i01.6470Abstract
Kualitas udara perkotaan merupakan salah satu indikator penting keberlanjutan kota sebagaimana diamanatkan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 11 mengenai Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya Target 11.6 yang menekankan pengendalian dampak lingkungan kota termasuk kualitas udara. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak volume lalu lintas terhadap kualitas udara ambien di ruas Jalan Citeureup–Gunung Putri, Kabupaten Bogor, sebagai dasar evaluasi pencapaian SDG 11 pada skala kawasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data primer berupa volume lalu lintas dan konsentrasi polutan udara (CO, HC, SO2, PM10, dan PM2,5) pada enam titik desa di sekitar kawasan industri semen selama periode 2016–2025. Analisis data dilakukan melalui perhitungan derajat kejenuhan dan tingkat pelayanan jalan (LOS), uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon satu sampel, serta uji-t satu sampel. Hasil penelitian menunjukkan derajat kejenuhan jalan berkisar 0,50–0,84 dengan LOS bervariasi dari kategori terbaik hingga sedang, mengindikasikan tekanan lalu lintas yang meningkat pada jam puncak. Konsentrasi CO, HC, dan PM2,5 yang berasal dari kendaraan bermotor pada sejumlah tahun dan lokasi melampaui baku mutu udara ambien nasional (PP No. 22 Tahun 2021), sedangkan emisi industri semen serta parameter SO2 dan PM10 secara umum masih di bawah ambang batas. Temuan ini menegaskan bahwa volume lalu lintas, bukan aktivitas industri, menjadi faktor dominan penurunan kualitas udara di wilayah studi, sehingga pengelolaan lalu lintas dan transportasi berkelanjutan menjadi langkah strategis dalam mendukung pencapaian target SDG 11 di kawasan perkotaan dan peri-urban.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yudi Sekaryadi, Raka Rafian Hakim, Rina Marina Masri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


