Pengaruh Geometrik dan Lingkungan Jalan Pada Kecelakaan Lalulintas di Jalan perkotaan
DOI:
https://doi.org/10.35194/momen.v2i1.646Abstract
Jalan perkotaan merupakan prasarana yang sangat penting dalam menunjang aktivitas sosial dan ekonomi penduduk perkotaan. Karena itu perlu diciptakan suatu sistem transportasi jalan perkotaan yang lancar, aman dan selamat. Pengenalan terhadap karakteristik geometrik dan lingkungan jalan yang diperkirakan berpengaruh terhadap kecelakaan lalulintas diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap pengembangan desain geometrik dan lingkungan jalan yang berwawasan keselamatan.
Pada studi ini dilakukan pengembangan model prediksi kecelakaan lalulintas yang dapat memperkirakan potensi keselamatan jalan. Beberapa variabel geometrik dan lingkungan jalan yang diperkirakan mendasari terjadinya kecelakaan lalulintas dikaji, dan kemudian dengan analisis regresi linier dikembangkan model yang menjelaskan hubungan terjadinya kecelakaan lalulintas sebagai fungsi dari variabel-variabel tersebut. Variabel geometrik dan lingkungan jalan yang dikaji meliputi panjang segmen, lebar jalan, jumlah simpang tanpa lampu lalulintas, volume lalulintas, median dan hambatan samping.
Hasil penelitian menunjukan bahwa diantara variabel-variabel yang diteliti, variabel yang memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap terjadinya kecelakaan lalulintas adalah volume lalulintas, lebar jalan dan jumlah simpang tanpa lampu lalulintas pada suatu segmen jalan. Semakin banyak jumlah simpang tanpa lampu lalulintas pada suatu segmen jalan, jumlah kecelakaan akan semakin meningkat. Pada jalan yang lebih lebar dan volume lalulintas lebih tinggi, kecelakaan lalulintas cenderung berkurang.
Kata kunci: kecelakaan lalulintas, geometrik dan lingkungan jalan, model prediksi kecelakaan.
References
Bowman, B.L., Vecellio, R.L., and Miao, J. (1995). “ Vehicle and Pedestrian Accident Models for Median Locations”. Journal of Transportation Engineering., ASCE, 121(6).
Drew, D.R. (1968). “ Traffic Flow Theory and Control”. McGraw-Hill Series in Transportation.McGraw-Hill Book Company. New York, N.Y.
Evans, L. (1991). “Traffic Safety and The Driver”. Van Nostrand Reinhold, New York.
Hair, J.F.,et.al. (1988). “Multivariate Data Analysis”, Prentice-Hall International, Inc., New Jersey.
Direktorat Jendral Bina Marga (1996). “Indonesian Highway Capacity Manual”. Jakarta.
Khisty, C.J. (1990). “Transportation Engineering : An Introduction”. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, N.J.
Myers, R.H. (1990). “ Classical and Modern Regression with Application”. PWS KENT Publishing Company. Boston, M.A..
Ogden, K.W., Taylor, S.Y. (1999). “Traffic Engineering and Management”. Institute of Transport Studies, Monash University, Australia.
Oglesbly, C.H. & Hick, R.G. (1982).“ Highway Engineering”. Jhon Willy & Soons Inc. New York, N.Y.
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2004). “Pedoman Penanganan Lokasi Rawan Kecelakaan”. Jakarta.
Sailendra, A.B. (1986). “ Pengenalan Faktor Penyebab Kecelakaan Lalulintas Dari Aspek Prasarana Jalan”. Balai Litbang Kimbangwil – Puslitbang Teknologi Prasarana Jalan. Bandung.
Santosa, W. (2003). “ Strategi Peningkatan Keselamatan Lalulintas di Jalan Raya”. Orasio dies natalis ke-43, Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan. Bandung.
Vogt, A. (1999). “Accident Model fpr Rural Intersections : Four-Lane by Two-Lane Stop Controlled and Two Lane by Two Lane Signalized”. Federal Highway Administration Report FHWA-RD-99-128. Washington, DC.
Ziad, S., and Tarek, S. (2001). “ Evaluating Safety of Urban Arterial Roadways.” Journal Transportation Engineering, ASCE, 127(2).