ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) PADA PROYEK JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK II SELATAN PAKET 3

Authors

  • Anisa Nurhasanah Universitas Suryakanca
  • Mochammad Ichwan Nur Effendie Universitas Suryakancana
  • ilham ilham Universitas Suryakancana
  • Suci Anggraeni Universitas Suryakancana

DOI:

https://doi.org/10.35194/jmts.v8i02.5821

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi, karena aktivitas di lapangan memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan. Kecelakaan kerja umumnya tidak terjadi secara kebetulan, tetapi disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelalaian pekerja, metode pelaksanaan yang tidak sesuai, pengaruh lingkungan, serta penggunaan alat kerja yang kurang aman. Studi ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko keselamatan konstruksi pada proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3, dengan ruas membentang dari sukabungah hingga sadang dengan total panjang sekitar 31,25 km, yang melintasi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwarkarta, Jawa Barat. Studi ini dilakukan dengan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta mengevaluasi penyebab dominan kecelakaan kerja pada proyek tersebut. Metode yang digunakan dalam studi ini meliputi studi literatur, observasi langsung di lapangan, serta wawancara dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proyek, seperti Health Safety Envirotment, Site Manager, Qualty Control, Mandor, dan Pekerja lapangan. Proses analisis dilakukan berdasarkan standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004, dengan mempertimbangkan tingkat probabilitas dan dampak. Untuk menelusuri akar penyebab kecelakaan yang mungkin terjadi, digunakan pendekatan Fault Tree Analiysis (FTA). Hasil studi menunjukan bahwa terdapat 48 variabel risiko yang teridentifikasi di proyek ini, dengan 3 risiko yang termasuk dalam kategori tinggi, yaitu pekerjaan saat pemasangan girder box, proses pengencoran menggunakan concreate pump diketinggian, dan yang terakhir menyusun potongan bekisting diketinggian. Faktor penyebab utamanya terbagi dalam empat kelompok, yaitu faktor manusia (man), metode kerja (method), lingkungan (mother of nature), dan peralatan (machine). Temuan ini menunjukan bahwa pengelolaan risiko keselamatan konstruksi harus diperkuat melalui pelatihan keselamatan kerja, peningkatan pengawasan, penggunaan alat pelindung diri secara konsisten, serta penerapan prosedur kerja yang sesuai dengan kondisi proyek. Kata kunci: Analisis Risiko, Keselamatan Konstruksi, Fault Tree Analysis, Studi Kecelakaan Kerja, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 3.

References

[1] R. R Juliano,2020 "Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Menggunakan Metode Fault Tree Analysis Pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek Jilid II Elevated." Other thesis: Institut Teknologi Sepuluh November.
[2] C. W. Alamsyah, E. Walujodjati, and S. P. Rahadian 2021 "Analisis Manajemen Risiko K3 Pekerjaan Jalan Tol Cisumdawu Phase III." J. Kons. Garut:Institut Teknologi Garut
[3] M. A. Bethoven, 2023 "Analisi Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Jalan Tol Solo-Jogja-Nyia Kulon Progo dengan Metode Risk Assesment Berdasarkan AS/NZS 4360:2004." Universitas Islam Indonesia
[4] W.Syaputra, N. Fakhri G, S. Risky Ardian, A. Jati Nugroho, "Integrasi FMEA dan FTA Dalam Analisis Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Di Bengkel Bubut." J. Tek. dan Manajemen Industri Trapan vol.3 No. I (2024), doi: 10.55826/tmit.v3Il.254.
[5] C. H Crisia 2023 "Analisis Risiko Faktor K3 dan Kualitas Sumber Daya Manusia Terhadap Pelaksanaan Pembangunan Gedung Dengan Fault Tree Analysis Method." S2 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
[6] Z. Zaharuddin, F. A. Daulay and E. E. Nainggolan 2025 "Analisis Kecelakaan Kerja Dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja Dengan Pendekatan Fault Tree Analysis Dan HIRARC." Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
[7] Budiono, S. (2003). Bunga Rampai Hiperkes dan Kesehatan Kerja. Semarang:UNDIP
[8] Council of Standar Autralia. (2004). AS/NZS 4360:2004. NSW Australia.
[9] Ginting, N. S. Br, & Kristiana, R. (2020). “ Analisis Efektivitas Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Pekerjaan Proyek Konstruksi Menggunakan Metode Fine dan Fault Tree Analysis”. Teknik, 41(2),192-200.
[10] Imam. (2007). Manajemen Risiko, Surabaya: Universitas Indonesia
[11] Jurnal ilmiah Damayanti, A., Masgode, M., Rustan, F., & Dirgantara, A. (2023).
[12] Ramli, S. (2010). Pedoman Prkatis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Management. Yayasan Bina Kepribadian Bangsa.
[13] Soeharto, I. (1999). Manajemen Proyek: Dari Konsep tual Sampai Operasional. Jakarta: Erlangga.
[14] Veronza, W. B. (2017). “Analisis Risiko Kecelakaan Kerja pada Proyek Spazio Tower II Surabaya Menggunakan Metode Bowtie”. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Novenmber.
[15] Wardhana, I. (2018). “Manajemen Risiko Konstruksi Proyek Jalan Layang dengan Metode Sosrobahu. Laporan Teknik Sipil”. Jakarta: Universitas Negri Jakarta.
[16] Widiasanti, R.(2020). “Analisis Risiko K3 pada Proyek Konstruksi Gedung. Jurnal Teknik Sipil”. Jakrta: Universitas Negri Jakarta.manuaba, A. (2003). Ergonomi dan K3 dalam Industri. Surabaya: Airlangga University Press
[17] Widjanarka, W. (20017). Teknik Digital. Jakarta: Erlangga

Downloads

Published

2025-12-13