ANALISIS KERUGIAN BAHAN BAKAR MINYAK AKIBAT KEMACETAN DI KOTA BENGKULU ( STUDI KASUS : JALAN SEMANGKA RAYA - JALAN SALAK RAYA PASAR PANORAMA)
DOI:
https://doi.org/10.35194/jmts.v8i01.5664Abstract
Kemacetan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan umum di kawasan perkotaan yang berdampak pada meningkatnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kerugian BBM akibat kemacetan pada ruas Jalan Semangka Raya – Jalan Salak Raya, Pasar Panorama, kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui survei volume lalu lintas dan metode Moving Car Observer (MCO) untuk mengukur jarak tempuh dan waktu tempuh kendaraan. Penelitian ini dilakukan selama dua hari, pada hari libur dan hari kerja pada jam sibuk pagi, siang, dan sore. Data yang diperoleh meliputi data volume kendaraan, waktu tempuh kendaraan, jarak tempuh, kecepatan rata – rata kendaraan, serta konsumsi BBM berdasarkan jenis kendaraan golongan 1. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi bahan bakar minyak kendaraan akibat kemacetan menunjukkan perbedaan antara hari libur dan hari kerja. Secara keseluruhan, konsumsi BBM terpakai lebih tinggi pada hari libur sesi pagi (mobil Terios) 2,5 liter dengan kerugian BBM kendaraan 0,5 liter sedangkan pada hari kerja sesi pagi (mobil Avanza) konsumsi BBM terpakai 2,26 liter dengan kerugian BBM kendaraan 0,55 liter. Perhitungan konsumsi BBM ini dilakukan menggunakan rumus Konsumsi bahan bakar dasar dari Tamin (2000). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah untuk mengurangi dampak kerugian akibat kemacetan, khususnya di kawasan pasar yang padat aktivitas. Kata kunci : Kemacetan, BBM, Moving Car Observer, Volume lalu lintasReferences
[1]. Alkalah, C. (2016). Hubungan Panjang Antrian dan Waktu Tunda Terhadap Kenaikan Bahan Bakar Minyak Kendaraan 1–23.
[2] Bambang Tri, L. (2023). Analisis Biaya Kerugian Pada Kemacetan Akibat Perlintasan Kereta Api Ditinjau Dari Konsumsi Bahan Bakar Minyak Di Kota Bandar Lampung (Studi Kasus: Jalan Haji Komarudin).
[3] Board, T. R. (2010). Highway Capacity Manual 2010. National Research Council.
Direktorat Jenderal Bina Marga, 2014. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014
[4] Hudoyo, B. (2017). Bab III Landasan Teori (SPT). Universitas Islam Indonesia, 1, 1–15.
Jenderal, D., Marga, B., Direktorat, S., Bina, J., Direktur, P., Bina, J., Kepala, P., Kerja, S., & Bina, J., (n.d.).
[5] Maptuhi, A. C., Farida, I., & Susetyaningsih, A. (2015). Kerugian Finansial Akibat Kemacetan Ditinjau Dari Bahan Bakar Minyak Di Kabupaten Garut ( Studi Kasus Jalan Jendral Ahmad Yani ). 9–22.
[6] Mustikarani, W., & Suherdiyanto. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Di Sepanjang Jalan H Rais a Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Jurnal Edukasi, 14, 143–155.
[7] Nation. (2001). Perhitungan Biaya Tundaan Lalu Lintas Di Jalan Wahid Hasyim II Kota Samarinda
[8] Novianto, H. (2020). Analisis Kemacetan Lalu Lintas Akibat Parkir Di Badan Jalan. De’Teksi-Jurnal Teknik Sipil Unigoro, 5(2), 19–29. http://ojs.ejournalunigoro.com/index.php/DeTeksi/article/view/261
[9] Siti Fatimah. (2019). Pengantar Transportasi. Myria Publisher, 112. https://books.google.co.id/books?id=PEnCDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
[10] Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:alfabeta.
[11] Wahidmurni. (2017). Karakteristik Arus Lalu lintas Arus. 2588–2593.
[12] Walimuda, H. T., Putra, S., Sulistyorini, R., & Herianto, D. (2022). Kerugian BBM Akibat Kemacetan di Kota Bandar Lampung. (JRSDD, Edisi Maret 2022, Vol.10, No.1, Hal: 123 – 134 (p-ISSN:2303-0011)(e-ISSN:2715-0690)), 10(1), 123–134.
[13] Wijanarko, I., & Ridlo, M. A. (2019). Faktor-Faktor Pendorong Penyebab Terjadinya Kemacetan Studi Kasus?: Kawasan Sukun Banyumanik Kota Semarang. Jurnal Planologi, 14(1), 63. https://doi.org/10.30659/jpsa.v14i1.3859
[2] Bambang Tri, L. (2023). Analisis Biaya Kerugian Pada Kemacetan Akibat Perlintasan Kereta Api Ditinjau Dari Konsumsi Bahan Bakar Minyak Di Kota Bandar Lampung (Studi Kasus: Jalan Haji Komarudin).
[3] Board, T. R. (2010). Highway Capacity Manual 2010. National Research Council.
Direktorat Jenderal Bina Marga, 2014. Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014
[4] Hudoyo, B. (2017). Bab III Landasan Teori (SPT). Universitas Islam Indonesia, 1, 1–15.
Jenderal, D., Marga, B., Direktorat, S., Bina, J., Direktur, P., Bina, J., Kepala, P., Kerja, S., & Bina, J., (n.d.).
[5] Maptuhi, A. C., Farida, I., & Susetyaningsih, A. (2015). Kerugian Finansial Akibat Kemacetan Ditinjau Dari Bahan Bakar Minyak Di Kabupaten Garut ( Studi Kasus Jalan Jendral Ahmad Yani ). 9–22.
[6] Mustikarani, W., & Suherdiyanto. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Di Sepanjang Jalan H Rais a Rahman (Sui Jawi) Kota Pontianak. Jurnal Edukasi, 14, 143–155.
[7] Nation. (2001). Perhitungan Biaya Tundaan Lalu Lintas Di Jalan Wahid Hasyim II Kota Samarinda
[8] Novianto, H. (2020). Analisis Kemacetan Lalu Lintas Akibat Parkir Di Badan Jalan. De’Teksi-Jurnal Teknik Sipil Unigoro, 5(2), 19–29. http://ojs.ejournalunigoro.com/index.php/DeTeksi/article/view/261
[9] Siti Fatimah. (2019). Pengantar Transportasi. Myria Publisher, 112. https://books.google.co.id/books?id=PEnCDwAAQBAJ&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false
[10] Sugiyono, (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:alfabeta.
[11] Wahidmurni. (2017). Karakteristik Arus Lalu lintas Arus. 2588–2593.
[12] Walimuda, H. T., Putra, S., Sulistyorini, R., & Herianto, D. (2022). Kerugian BBM Akibat Kemacetan di Kota Bandar Lampung. (JRSDD, Edisi Maret 2022, Vol.10, No.1, Hal: 123 – 134 (p-ISSN:2303-0011)(e-ISSN:2715-0690)), 10(1), 123–134.
[13] Wijanarko, I., & Ridlo, M. A. (2019). Faktor-Faktor Pendorong Penyebab Terjadinya Kemacetan Studi Kasus?: Kawasan Sukun Banyumanik Kota Semarang. Jurnal Planologi, 14(1), 63. https://doi.org/10.30659/jpsa.v14i1.3859
Downloads
Published
2025-07-29
Issue
Section
Articles