PEMANFAATAN KERIKIL DAN PASIR LAUT TAIPABU PULAU BINONGKO SEBAGAI AGREGAT PADA BETON

Authors

  • Andi Ahdan Amir Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Mahmud Mahmud Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Sakur Sakur Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.35194/momen.v5i2.2551

Abstract

Akibat letak geografis, Taipabu Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi yang berkaitan dengan konstruksi masih menggunakan pasir dan kerikil laut sebagai bahan agregat dalam pembuatan beton. Semua gregat pada dasarnya dapat digunakan pada konstruksi non-struktural maupun struktural manakalah me-menuhi syarat spesifikasi. Guna memperoleh kepastian data karakteristik kerikil dan pasir laut Taipabu Pulau Binongko, maka perlu dilakukan penelitian tentang pemanfaatan kerikil dan pasir laut Taipabu Pulau Binongko sebagai agregat pada beton. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik kerikil dan pasir laut Pulau Taipabu Kabupaten Wakatobi sebagai agregat dan mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan jika kuat tekan rencana 20 MPa. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasir laut Taipabu Pulau Binongko memenuhi spesifikasi, sementara karakterisik kerikil yakni berat volume 0.58 kg/liter pada kondisi lepas dan 1.10 kg/liter kondisi padat tidak memenuhi spesifikasi 1.4 kg/liter sampai dengan 1.9 kg/liter. Kuat tekan beton yang diperoleh sebesar 25.766 MPa tidak mencapai kuat tekan yang ditargetkan sebesar 30.8 MPa. Rendahnya kuat tekan yang diperoleh diakibatkan oleh karakteristik agregat kasar yaitu berat isi yang rendah.

Author Biographies

Andi Ahdan Amir, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Program Studi Teknik Sipil

Mahmud Mahmud, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Program Studi Teknik Sipil

Sakur Sakur, Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

Program Studi Teknik Sipil

References

BSN (2000) Tata cara pembuatan rencana campuran beton normal, SNI 2834-2000. Jakarta: BSN.
Departemen P.U. (1990). Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. SNI 03-1974-1990. Bandung: LPMB.
Fauzi, M. (2011). Analisis Penggunaan Pasir Laut Pada Campuran Beton Terhadap Rumah Tahan Gempa. Jurnal Inersia, 14-18.
Gunawan, A. (2014). Pengaruh Campuran Dua Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Inersia, 61-72.
Iduwin, T. (2017). Penggunaan Pasir Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Di Kota Bengkulu. Forum Mekanika, 106-113.
Imran, I., & Yunus, M. (2017). Analisis Kuat Tekan Beton yang Menggunakan Pasir Laut sebagai Agregat Halus pada Beberapa Quarry di Kabupaten Fakfak. Journal INTEK, 66-72.
Joedono, J., & Wahyudi, M. (2017). Penggunaan Pasir Silika Dan Pasir Laut Sebagai Agregat Beton. Spektrum Sipil , 140–149.
Latjemma, S. (2021). Pengaruh Sumber Material Agregat Halus Sebagai Bahan Campuran Terhadap Kuat Tekan Beton Normal. Media Bina Ilmiah, 6035-6048.
Rahmawati, R., Zulfadly, Z., & Jamaluddin, J. (2021). Perkerasan Kaku Jalan Pantai Dengan Menggunakan Pasir Laut. Karajata Engineering, 7-15.
Ramang, R., Sina, D. A., & Irpan, M. (2014). Studi Kelayakan Teknis Penggunaan Pasir Laut Alor Kecil Terhadap Kualitas Beton Yang Dihasilkan. Jurnal Teknik Sipil, 111-124.
Rini , R., Hani, S., & Laia, D. (2022). Analisis Eksperimental Penggunaan Pasir Laut Sorake dan Pasir Sungai Gomo pada Campuran Beton. All Fields of Science J-LAS, 413-418.
Siswanto, R., Suyono, H., & Hayu, G. A. (2017). Pengaruh Penggunaan Pasir Pantai Sebagai Agregat Halus dan Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Parsial Semen Terhadap Kuat Tekan Beton. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 192-199.
Sultan, M. A., Abbas, M. Y., Gaus, A., Rakhman, K. A., & Barmawi, N. (2020). Penggunaan Ekstrak Tembakau Sebagai Inhibitro Pada Beton Bertulang Menggunakan Pasir Laut Dan Air Laut. Teras Jurnal , 17-26.

Downloads

Published

2022-12-06