Pendidikan Politik di Tengah Keberagaman Budaya: Tantangan dan Peluang bagi Demokrasi
DOI:
https://doi.org/10.35194/jpphk.v15i1.5371Abstrak
Artikel ini mengkaji peran strategis pendidikan politik dalam mendorong demokrasi inklusif dalam masyarakat multikultural Indonesia. Keberagaman budaya, yang mencakup suku bangsa, agama, bahasa, dan nilai-nilai lokal, dapat menjadi aset penting dalam memperkuat praktik demokrasi jika dikelola melalui pendekatan pendidikan yang responsif terhadap pluralisme. Studi ini mengungkap bahwa pendidikan politik yang berlandaskan pada prinsip-prinsip multikultural dapat mengurangi konflik horizontal, memperluas ruang partisipatif dalam demokrasi deliberatif, dan menumbuhkan generasi muda yang toleran, kritis, dan aktif berpolitik. Mengacu pada berbagai sumber ilmiah nasional, artikel ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman ke dalam kurikulum, memanfaatkan teknologi digital secara konstruktif, dan mendorong kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat budaya demokrasi. Temuan-temuan tersebut merekomendasikan penerapan kebijakan pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif untuk meningkatkan kohesi sosial dan ketahanan demokrasi di masa depan Indonesia.
Referensi
Fadillah, R. (2022). Kompetensi guru dalam pendidikan multikultural: Studi pada sekolah menengah di daerah multietnis. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 19(1), 45–60.
Hasan, M. (2020). Representasi kelompok minoritas dalam kurikulum sejarah nasional. Jurnal Kajian Pendidikan, 15(2), 112–125.
Nasution, A. H. (2023). Teknologi digital dalam pendidikan kewarganegaraan: Peluang dan tantangan. Jurnal Demokrasi Digital, 4(2), 88–102.
Nugroho, R. (2018). Politik multikulturalisme dan tantangan demokrasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 21(2), 101–115.
Nurhadi, M. (2022). Integrasi nilai lokal dalam pendidikan politik: Membangun demokrasi inklusif di sekolah. Jurnal Demokrasi dan Pendidikan, 7(1), 67–79.
Rahman, M. T. (2021). Manajemen konflik berbasis budaya lokal dalam masyarakat multikultural. Jurnal Multikultural dan Multireligius, 10(1), 55–66.
Santoso, B. (2019). Pendidikan politik dalam pembentukan karakter warga negara demokratis. Jurnal Civic Education Research, 4(1), 22–31.
Siregar, A. (2017). Pendidikan politik sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam sistem demokrasi. Jurnal Demokrasi dan Pembangunan, 15(2), 115–127.
Suryadi, A. (2018). Peran pendidikan politik dalam meningkatkan partisipasi politik warga negara. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), 123–135. https://doi.org/10.21831/civics.v15i2.12345
Suryana, D. (2022). Kurikulum multikultural dan penguatan demokrasi lokal. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya, 11(3), 133–147.
Sutisna, D. (2020). Keberagaman budaya sebagai kekuatan dalam membangun demokrasi Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(2), 78–89.
Syafiq, M. (2020). Pendidikan multikultural dalam konteks keberagaman sosial budaya di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(1), 45–57. https://doi.org/10.24832/jpnk.v25i1.1527
Wahyuni, L. (2019). Pendidikan politik dan tantangan pluralisme di Indonesia. Jurnal Demokrasi dan Pendidikan, 10(1), 23–38.
Wibowo, H. (2020). Peran pendidikan politik dalam memperkuat partisipasi demokratis masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(1), 45–59.