Identifikasi Area Kerja Kritis dan Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kecelakaan Kerja di PT. Gizindo Primanusantara
DOI:
https://doi.org/10.35194/jmtsi.v8i2.3541Kata Kunci:
Stasiun kerja kritis, faktor psikologis, fisiologis, lingkungan kerja dan sistem kerjaAbstrak
This paper contains a methodology for determining work areas with a high risk of work accidents and identifying the leading causes of work accidents in the area as an evaluation material and company policies to prevent work accidents. The research was conducted at a food company, PT Gizindo Primanusantara. This study is quite important, especially for companies carrying out prevention before a fatal accident occurs, as it is an essential resource for the safety and lives of employees. The observation showed that the company had several work areas with a relatively high risk of work accidents, including Workshop/Technique (utility), Boiler, Chiller, Milling, Fluidized Bed Dryer, and Cartoning. On this basis, the company and researchers desire to determine which work areas have the highest risk of accidents and what factors have the most influence on the occurrence of accidents. From the results of this study, the company will be able to determine the priority of prevention for the Environment or physical facilities and those related to the psychological aspects of employees. To determine the level of accident risk in the work area, researchers used the HAZOPs (Hazard and Operability Study) method, while to find out the main factors causing accidents, they used a survey method by distributing questionnaires by exploring several dimensions that could cause work accidents. The analysis shows six workstations with a high level of accident risk, namely in sequence starting from the Workshop/Technique (utility), Boiler, Chiller, Milling, Fluidized Bed Dryer, and Cartoning. In addition, based on the Factor Analysis, it was identified that there were two leading causes of work accidents, namely employee behaviour and work system factors 66.781%. In contrast, 32.219% came from external factors not identified in the research model.
Tulisan ini berisi metodologi untuk menentukan area kerja yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja tinggi dan mengidentifikasi faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja pada area tersebut sebagai bahan evaluasi dan kebijakan perusahaan dalam rangka pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian dilakukan di salah satu perusahaan makanan, tepatnya di PT Gizindo Primanusantara. Penelitian ini cukup penting terutama bagi perusahaan dalam melakukan pencegahan sebelum terjadi kecelakaan yang lebih fatal terhadap keselamatan dan nyawa karyawan sebagai sumber daya penting bagi perusahaan. Hasil pengamatan diketahui bahwa perusahaan tersebut memiliki beberapa area kerja yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi, di antaranya Workshop/Teknik (utility), Boiller, Chiller, Milling, Fulidized Bed Dryer, dan Cartoning. Atas dasar tersebut ada keinginan dari perusahaan dan peneliti untuk menentukan area kerja mana yang paling memiliki risiko kecelakaan tertinggi dan faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap terjadinya kecelakaan. Dari hasil penelitian ini perusahaan akan mampu menentukan prioritas pencegahan baik terhadap lingkungan atau fasilitas fisik maupun yang berkaitan dengan aspek psikologi karyawan. Untuk menentukan tingkat risiko kecelakaan pada area kerja peneliti menggunakan metode HAZOPs (Hazard and Operability Study) sedangkan untuk mengetahui faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan menggunakan metode survey dengan menyebarkan kuesioner dengan mengeksplorasi beberapa dimensi yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan kerja. Dari hasil analisis diketahui terdapat 6 stasiun kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi yaitu secara berurutan dimulai dari Workshop/Teknik (utility), Boiller, Chiller, Milling, Fulidized Bed Dryer, dan Cartoning. Selain itu berdasarkan Analisis Faktor teridentifikasi bahwa ada dua penyebab utama terjadinya kecelekaan kerja yaitu perilaku karyawan dan faktor sistem kerja sebesar 66,781 %, sedangkan 32,219% berasal dari faktor luar yang tidak teridentifikasi dalam model penelitian.
Referensi
[2] Handari, S. R. T., & Qolbi, M. S. (2021). Faktor-Faktor Kejadian Kecelakaan Kerja pada Pekerja Ketinggian di PT. X Tahun 2019. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 17(1), 90-98.
[3] Mutia, M. (2014). Pengukuran Beban Kerja Fisio logis dan Psikologis pada Operator Pemetikan Teh dan Operator Produksi Teh Hijau di PTMitra Kerinci. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 13(1), 503-517.
[4] Transiska, D. (2015). Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Faktor Manusia Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan Pada Pt. Putri Midai Bangkinang Kabupaten Kampar (Doctoral dissertation, Riau University).
[5] Cholil, A. A., Santoso, S., T RIZA, S. Y. A. H. R. I. A. L., Sinulingga, E. C., & Nasution, R. H. (2020). Penerapan metode hiradc sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja pada divisi operasi pembangkit listrik tenaga gas uap. Jurnal Bisnis Dan Manajemen (Journal of Business and Management), 20(2), 41-64.
[6] Waruwu, S., & Yuamita, F. (2016). Analisis faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang signifikan mempengaruhi kecelakaan kerja pada proyek pembangunan apartement student castle. Spektrum Industri, 14(1), 63.
[7] Haryanto., Prosedur Keselamatan dan Kesehahatan Kerja di perusahaan, (PT Gizindo Primanusantara, Bandung 2008).
[8] Dunjó, J., Fthenakis, V., Vílchez, J. A., & Arnaldos, J. (2010). Hazard and operability (HAZOP) analysis. A literature review. Journal of hazardous materials, 173(1-3), 19-32.
[9] Arifuddin, N. F., Hardi, I., & Kalla, R. (2023). Faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja pada perawat di rumah sakit Dr. Tajuddin Chalid Makassar. Journal of Muslim Community Health, 4(2), 1-14.
[10] Ekasari, L. E. (2017). Analisis Faktor Yang Memengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Pengoperasian Container Crane Di Pt X Surabaya Tahun 2013–2015. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 6(1), 124-133.
[11] Latuconsin, N. A., Thamrin, Y., & Fachrin, S. A. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian kecelakaan kerja pada karyawan di PT. Maruki Internasional Indonesia Makassar Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(1), 53-57.
[12] Pinontoan, O. R., Mantiri, E. S., & Mandey, S. (2020). Faktor Psikologi dan perilaku dengan penerapan manajemen keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. Indonesian Journal of Public Health and Community Medicine, 1(3), 19-27.
[13] Putera, R. I., & Harini, S. (2017). Pengaruh Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Jumlah Penyakit Kerja Dan Jumlah Kecelakaan Kerja Karyawan Pada Pt. Hanei Indonesia. Jurnal Visionida.
[14] Putra, P. B. A. A. (2019). Pengembangan aplikasi kuesioner survey berbasis web menggunakan skala likert dan guttman. Jurnal Sains dan Inform atika p-ISSN, 2460, 173X.
[15] Johnson, R. A., Miller, I., & Freund, J. E. (2000). Probability and statistics for engineers (Vol. 2000, p. 642p). London: Pearson Education.
[16] Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. Historis: Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33-39.
[17] Sarwono Jonathan., Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS., (CV. Andi Ofsset, Yogyakarta, 2006).
[18] Singarimbun, M., & Effendi, S. (1995). Metode penelitian survei.
[19] Babbie, E., Halley, F., & Zaino, J. (2007). Adventures in social research: data analysis using SPSS 14.0 and 15.0 for Windows. Pine Forge Press.
[20] Sutrisno, S., & Wulandari, D. (2018). Multivariate analysis of variance (MANOVA) untuk memperkaya hasil penelitian pendidikan. AKSIOMA: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(1), 37-53.
[21] Mardia, K. V., Kent, J. T., & Taylor, C. C. (2024). Multivariate analysis (Vol. 88). John Wiley & Sons.
[22] Randolph, K. A., & Myers, L. L. (2013). Basic statistics in multivariate analysis. Oxford University Press, USA.