Sentimen Ujaran Kebencian Pasca Pemilu 2024 di Media Sosial

Penulis

  • Plavantiya Densa Navaarta Mevia* Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Gallant Karunia Assidik Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.35194/jd.v8i2.5079

Kata Kunci:

social media, hate speech sentiment, election

Abstrak

This article will describe the forms of hate speech after the 2024 election on social media. This study uses a qualitative descriptive method. The research data is in the form of netizen comments on three presidential candidate pairs, namely Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Data sources were obtained from Instagram and YouTube accounts. The results of the study indicate that there are sentiments of hate speech after the 2024 election on social media, most of which are in the form of defamation and insults. In addition, other hate speech was found, including: first, in the form of hoaxes and defamation. Second, hate speech in the form of hoaxes and insults. Third, hate speech in the form of defamation and incitement. Fourth, hate speech in the form of incitement and provocation. Fifth, hate speech in the form of insults and provocation. Sixth, hate speech in the form of insults and incitement. Seventh, hate speech in the form of insults and blasphemy. Keywords: social media; hate speech sentiment; election ABSTRAK Artikel ini akan mendeskripsikan bentuk-bentu ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa komentar netizen terhadap tiga pasangan calon presiden yaitu Anis Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sumber data diperoleh dari akun instagram, youtube. Hasil penelitian menunjukkan adanya sentimen ujaran kebencian pasca pemilu 2024 di media sosial yang paling banyak berupa pencemaran nama baik dan penghinaan . Selain itu, di temukan ujaran kebencian yang lain di antaranya: pertama, berupa hoaks dan pencemaran nama baik. Kedua, ujaran kebencian berupa hoaks dan penghinaan. Ketiga, ujaran kebencian berupa pencemaran nama baik dan hasutan. Keempat, ujaran kebencian berupa hasutan dan provokasi. Kelima, ujaran kebencian berupa penghinaan dan provokasi. Keenam, ujaran kebencian berupa penghinaan dan hasutan. Ketujuh, ujaran kebencian berupa penghinaan dan penistaan. Kata Kunci: media sosial; sentimen ujaran kebencian; pemilu

Referensi

Abdillah, Rijal et al. 2023. “Studi Psikologi Siber Tentang Dampak Hate Speech Bagi Pengguna Media Sosial.” Sibatik Journal | Volume 2(11): 3459–72. https://publish.ojs-indonesia.com/index.php
Alfarisi, Alfian Salman. 2023. “"Meraih Keunggulan Bidang Ilmu Sosial Dan Politik Analisis Ujaran Kebencian Pada Akun Tiktok @Ina.Dyms Fans Tim E-Sport Mobile Legend.” Prosiding Konferensi Nasional Sosial Politik (KONASPOL) 1. https://doi.org/10.32897/konaspol.2023.1.0.2344
Amelia, Nafidatul Mauliyah, and Raissa Dwifandra Putri. 2023. “Ujaran Kebencian Dalam Perspektif Teori Kepribadian Dalam Psikologi.” Flourishing Journal 3(2): 61–73. https://doi.org/10.17977/um070v3i22023p61-73.
Ash-Shidiq, M. A., and A. R. Pratama. 2021. “Ujaran Kebencian Di Kalangan Pengguna Media Sosial Di Indonesia?: Agama Dan Pandangan Politik.” Universitas Islam Indonesia 2(1): 1–11. https://journal.uii.ac.id/AUTOMATA/article/view/17286.
Claudia, Vinsca Sabrina, and Yanuar Rizka Wijayanto. 2020. “Tindak Tutur Ujaran Kebencian (Hate Speech) Pada Komentar Forum Diskusi COVID-19 Dalam Jejaring Sosial Facebook ‘Ini Kebumen.’” Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS): 533–42. https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks
Dewiyana, Evana Putri, Herdiana Herdiana, and Sri Mulyani. 2023. “Ujaran Kebencian Netizen Di Kolom Komentar Akun Instagram Artis (Publik Figur) Yang Kontroversial.” Diksatrasia?: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 7(2): 254. http://dx.doi.org/10.25157/diksatrasia.v7i2.11263
Dhika JR, Vicno Triwira. 2023. “Ujaran Kebencian Warganet Pada Akun Instagram @Uk (Uki Kautsar): Kajian Linguistik Forensik.” INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia 4(2): 210. . https://ojs.unm.ac.id/indonesia
Dwihana, Affri Sasanti Dwihana, and Gallant Karunia Assidik Assidik. 2024. “Fenomena Pelanggaran Kesantunan Berbahasa Pada Komentar Akun Twitter @Kikysaputri.” Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra 10(1): 605–17. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3321
Fadhilah, Nada, and Sailal Arimi. 2024. “Inkrah Ujaran Kebencian Atas Kasus Pencemaran Nama Baik Oleh FA Di X?: Sebuah Kajian Pragmatik Forensik.” 15(2): 206–19. http://dx.doi.org/10.31503/madah.v15i2.795
G. Ambar Wulan, Roberto G. M. Pasaribu; Mulyadi; 2021. “Pencegahan Kejahatan Ujaran Kebencian Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Kepolisian 14(3): 19. https://doi.org/10.35879/jik.v14i3.278
Hartatik, Sadita Novilyana. 2025. “Ujaran Kebencian Berbahasa Jawa Di Media Sosial Instagram Maret-Oktober 2023 Terhadap Pembatalan Piala Dunia U-20 Di Indonesia?: Kajian Pragmatikoforensik.” 1(1): 17–24. https://doi.org/10.20961/
Jamilah, Fitri, and Primasari Wahyuni. 2020. “Ujaran Kebencian Dalam Kolom Komentar YouTube Pada Tahun Politik Pemilihan Presiden 2019.” Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing 3(2): 325–41. https://doi.org/10.31540/silamparibisa.v3i2
Juditha, Christiany. 2019. “Comparison of SARA Issues Sentiment between Online News Portal and Social Media Towards the 2019 Election.” Journal Pekommas 4(1): 61. https://doi.org/10.30818/jpkm.2019.2040107
K.N. Widyatnyana, I.W. Rasna, and I.B. Putrayasa. 2023. “Analisis Jenis Dan Makna Pragmatik Ujaran Kebencian Di Dalam Media Sosial Twitter.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia 12(1): 68–78. https://doi.org/10.23887/jurnal_bahasa.v12i1.2216
Kusumasari, Dita, and S Arifianto. 2019. “Makna Teks Ujaran Kebencian Pada Media Sosial | Kusumasari | Jurnal Komunikasi.” Jurnal Komunikasi 12(1): 1–15. https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/4045/4661
KBBI Daring.2024. Diakses 02 September sampai dengan 30 Desember 2024. https://kbbi.kemdikbud.go.id/
Linawati. 2017. “Tindak Tutur Ujaran Kebencian Dalam Komentar Pembaca Pada Surat Kabar Online Tribunnews.Com.” Bahasa Dan Sastra Indonesia - S1 Universitas Negeri Yogyakarta 6(5): 606–14. http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/bsi.
Lyrawati, Dayang Putri Nur. 2019. “Deteksi Ujaran Kebencian Pada Twitter Menjelang Pilpres 2019 Dengan Machine Learning.” Journal Ilmiah Matematika 7(2): 104–10. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/mathunesa/issue/view/1825
Mariana, Dina, Br Tarigan, Santy Monika, and Angla Florensy Sauhenda. 2024. “Ujaran Kebencian Terhadap Capres Cawapres Pada Pemilu 2024 Di Media Sosial X?: Kajian Linguistik Forensik.” 13. . https://doi.org/10.24114/kjb.v13i3.63699
Muhamad Ayub, and Sofia Farzanah Sulaeman.2022. “Dampak Sosial Media Terhadap Interaksi Sosial Pada Remaja: Kajian Sistematik. ” Jurnal Penelitian Bimbingan dan Konseling 7 (1):21-32. https://dx.doi.org/10.30870/jpbk.v7i1.14610
Musyafak, Najahan, and Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i. 2019. “Narasi Ujaran Kebencian Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PILKADA).” Jurnal Ilmu Dakwah 39(2): 166. https://doi.org/10.21580/jid.v39.2.4673
Ningrum, Dian Junita, Suryadi Suryadi, and Dian Eka Chandra Wardhana. 2019. “Kajian Ujaran Kebencian Di Media Sosial.” Jurnal Ilmiah KORPUS 2(3): 241–52. https://doi.org/10.33369/jik.v2i3.6779
Nurahman, Taufik, Yufis Azhar, and Nur Hayatin. 2020. “Analisis Sentimen Konten Radikal Dalam Kontestasi Politik 2019 Di Media Twitter Menggunakan Interjection Dan Punctuation.” Jurnal Repositor 2(7): 905. https://doi.org/10.22219/repositor.v2i7.30759
Permatasari, Devita Indah, and Subyantoro Subyantoro2. 2020. “Ujaran Kebencian Facebook Tahun 2017-2019.” Jurnal Sastra Indonesia 9(1): 62–70. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi
Priwardani, Nuriza, and Gallant Karunia Assidik. 2023. “Tindak Tutur Direktif Dalam Interaksi Jual Beli Di Toko Helm Riza.” SeBaSa 6(1): 160–69. https://doi.org/10.29408/sbs.v6i1.6513
Sa’idah, Farra Lailatus, Dyan Evita Santi, and Suryanto Suryanto. 2021. “Faktor Produksi Ujaran Kebencian Melalui Media Sosial.” Jurnal Psikologi Perseptual 6(1): 1–15. http://jurnal.umk.ac.id/index.php/perseptual
Sadat, Anwar, Herman Lawelai, and Ansar Suherman. 2022. “Analisis Sentimen Media Sosial: Hate Speech Kepada Pemerintah Di Twitter.” PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan 10(1): 69–76. https://doi.org/10.55678/prj.v10i1.584
Sihite, Janto, and Abdurahman Adisaputera. 2023. “Ujaran Kebencian Dalam Kolom Komentar Akun Facebook DW Indonesia: Kajian Pragmatik.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2(3): 12095–108. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu.
Talita, Aini Suri, and Aristiawan Wiguna. 2019. “Implementasi Algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) Untuk Mendeteksi Ujaran Kebencian (Hate Speech) Pada Kasus Pilpres 2019.” MATRIK?: Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer 19(1): 37–44. https://doi.org/10.30812/matrik.v19i1.495
Zuhri, Khoirul, and Nurul Adha Oktarini Saputri. 2020. “Analisis Sentimen Masyarakat Terhadap Pilpres 2019 Berdasarkan Opini Dari Twitter Menggunakan Metode Naive Bayes Classifier.” Journal of Computer and Information Systems Ampera 1(3): 185–99. https://doi.org/10.51519/journalcisa.v1i3.45

Diterbitkan

2025-08-01