Revolusi Ekosonik; Kritik Ekologis dalam Lirik Lagu Navicula
DOI:
https://doi.org/10.35194/jd.v8i1.4637Keywords:
Navicula, Ekosonik, Kritik EkologisAbstract
Navicula's songs attract public attention on the music scene because of their courage and awareness of the worsening global environmental crisis. Navicula successfully explores critical issues such as deforestation, pollution, and the negative impacts of excessive consumerism. The theoretical framework used in the research is the use of language styles (figure of speech) with a focus on literary ecocritical theory. This study utilizes a qualitative approach. The songs used as data sources are the songs “Di Rimba, Metropolutan, Lagu Sampah, Kembali ke Akar”, and “Over Konsumsi”. The research results can be concluded that by using metaphor, symbolism, personification, and other rhetorical techniques, Navicula is able to provide a strong and compelling picture of the negative impact of human behavior on nature. Additionally, artistic strategies such as repetition, contrast, and irony are used to highlight paradoxes in human behavior towards the environment and emphasize the urgency of acting in preserving and protecting the natural environment.
Keywords: ecosonic; ecological criticism; Navicula
ABSTRAK
Lagu-lagu Navicula menarik perhatian publik pada panggung musik karena keberanian dan kesadarannya akan krisis lingkungan global yang semakin memburuk. Navicula sukses mengeksplorasi isu-isu kritis seperti deforestasi, polusi, dan dampak negatif dari konsumerisme berlebihan. Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian adalah penggunaan gaya bahasa (majas) dengan fokus pada teori ekokritik sastra. Studi ini memanfaatkan pendekatan kualitatif. Lagu-lagu yang dijadikan sumber data yaitu lagu “Di Rimba, Metropolutan, Lagu Sampah, Kembali ke Akar”, dan “Over Konsumsi”. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan metafora, simbolisme, personifikasi, dan teknik retorika lainnya, Navicula mampu memberikan gambaran yang kuat dan memikat tentang dampak negatif dari perilaku manusia terhadap alam. Selain itu, strategi artistik seperti repetisi, kontras, dan ironi digunakan untuk menyoroti paradoks dalam perilaku manusia terhadap lingkungan dan menekankan urgensi untuk bertindak dalam menjaga dan melindungi lingkungan alam.
Kata kunci: ekosonik; kritik ekologi; Navicula
References
Ba’in. Bimbingan Penulisan Ilmiah. Ombak, 2012.
Darma, Budi. Pengantar Teori Sastra. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2004.
Fathan, Reizalle Fassa. Makna Lirik Lagu Dalam Album Earthship Karya Grup Musik Navicula: Tinjauan Semiotika Riffaterre. Diss. Universitas Andalas, 2023.
Griffin, D. H. Satire: A Critical Reintroduction. University Press of Kentucky, 1994.
Harsa, A. D., and Sukendro, G. G. "Analisis Gaya Bahasa Sarkasme Lagu 'Suci Maksimal' Oleh Musisi Jason Ranti." Koneksi, vol. 4, no. 2, 2020, pp. 265. https://doi.org/10.24912/kn.v4i2.8133.
Iswari, F. M., and Melani, F. "Representasi Pesan Lingkungan Dalam Lirik Lagu Surat Untuk Tuhan Karya Grup Musik Kapital (Analisis Semiotika)." E-Journal Ilmu Komunikasi, vol. 3, no. 1, 2015, pp. 254-268.
Jalil, Abdul, and Elmustian Rahman. Teori Sastra. Labor Bahasa, Sastra, dan Jurnalistik Universitas Riau, 2004.
Keraf, Gorys. Komposisi. Nusa Indah, 1994.
Keraf, Gorys. Diksi dan Gaya Bahasa. PT Gramedia Pustaka Utama, 2010.
Komaruddin, and Yooke Tjuparmah. Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Bumi Aksara, 2016.
Kosasih, E. Apresiasi Sastra Indonesia. Nobel Edumedia, 2008.
Mallick, R., & Bajpai, S. P. "Impact of Social Media on Environmental Awareness." Environmental awareness and the role of social media. IGI Global, 2019. pp. 140-149.
Mandala, Dewi, and Dwipayanti. "Analisis Semiotika Riffaterre Dalam Lagu Sakura Karya Naotaro Moriyama." Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha, vol. 7, no. 2, 2021, pp. 139–145. https://doi.org/10.23887/jpbj.v7i2.34461.
Mulyana. Kajian Wacana (Teori, Metode, dan Aplikasi Prinsip-Prinsip Analisis Wacana). Tiara Wicana, 2005.
Nuroh, E. Z. "Analisis Stilistika Dalam Cerpen." Jurnal Pedagogia, vol. 1, no. 1, 2011, pp. 21-34. Retrieved from http://ojs.umsida.ac.id/index.php/pedagogia/article/view/30.
Parera, J. D. Teori Semantik. Erlangga, 2004.
Rosa, D. V. "Keberanian Menyisir Sejarah Dan Kebudayaan Indonesia Dalam Bentang Timur Barat." Indonesian Journal of Humanities, vol. II, no. 2, 2012, pp. 232-238.
Setianingsih, Evi, Sukirno Sukirno, and Nurul Setyorini. "Pendidikan Karakter Lirik Lagu Metropolutan, Over Konsumsi, Dan Orangutan Karya Navicula Dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya Di Kelas X SMA." Surya Bahtera, vol. 6, no. 53, 2018.
Siswantoro. Metode Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar, 2014.
Sumadi. Kohesi dan Koherensi dalam Wacana Naratif Bahasa Jawa. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1998.
Tarigan, H. G. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa, 1985.
Tarigan, Henry Guntur. Pengajaran Gaya Bahasa. Angkasa, 2013.
Thobroni, M. Indahnya Puisi. Pustakan Insan Madani, 2008.
Wibisono, Gunawan, and Drajat Tri Kartono. "Gerakan Sosial Baru Pada Musik: Studi Etnografi Pada Band Navicula." Jurnal Analisa Sosiologi, vol. 5, no. 2, 2016, pp. 69-84.
Wiyatmi. Pengantar Kajian Sastra. Pustaka Book Publish, 2009.
Downloads
Published
Issue
Section
License
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.