Etnopedagogi dan Pendidikan Karakter dalam Cerita Raden Aria Cikondang
DOI:
https://doi.org/10.35194/jd.v5i1.1879Abstrak
Artikel ini akan membahas aspek etnopedagogis dan pendidikan kakarkter dalam cerita rakyat Raden Aria Cikondang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang mengandung unsur etnopedagogi berupa catur diri insan, moral kemanusiaan, gapura pancawaluya, dan prilaku nyunda tri-silas. (2) Nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita berupa nilai religius, cinta tanah air, tanggung jawab, demokratis, menghargai prestasi, dan kreatif. (3) Cerita rakyat Raden Aria Cikondang dapat dimanfaatkan sebagai bahan, model, dan kegiatan pembelajaran cerita rakyat di kelas X SMK. (4) Tanggapan siswa terhadap bahan ajar komik digital cerita rakyat Raden Aria Cikondang pada aspek pembelajaran, bahasa, gambar, dan penyajian memperoleh hasil 94%. Dengan demikian bahan ajar tersebut termasuk kategori kriteria kelayakan sangat baik.
Kata Kunci: cerita rakyat; etnopedagogi; pendidikan karakter
ABSTRACT
This article will discuss the ethnopedagogical and character education aspects of the folklore Raden Aria Cikondang. The research method used is descriptive qualitative method. The results of the study prove that (1) The folktale "Raden Aria Cikondang" contains ethnopedagogical elements in the form of human self-chess, human morality, pancawaluya gate, and nyunda tri-silas behavior. (2) The value of character education contained in the story is in the form of religious values, love for the homeland, responsibility, democracy, respect for achievement, and creativity. (3) The folklore "Raden Aria Cikondang" can be used as materials, models, and folklore learning activities in class X SMK. (4) Students' responses to the teaching materials of the folklore digital comic "Raden Aria Cikondang" in the aspects of learning, language, images, and presentation obtained 94% results. Thus the teaching materials are included in the category of very good eligibility criteria.
Keywords: folklore; ethnopedagogy; character building
Referensi
Bahri, S. (2015). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Moral di Sekolah. Dalam Ta’allum Jurnal Pendidikan Islam. Vol.3 No. (1).
Kesuma, Dharma dkk. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Remadja Rosdakarya.
Putri. (2019). Komik Pendidikan Karakter sebagai Upaya Penanaman Pendidikan Karakter di SD. Seminar PPDN : Universitas Ahmad Dahlan.
Sahronih. (2018). Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Karaktter dalam Mengatasi Degradasi Moral anak SD di Era Digital. Dalam Prosiding Seminar dan Diskusi Nasional Pendidikan Dasar: UNJ Jakarta.
Santoso, Imam Teguh. (2014). “Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Budaya Jawa untuk Mengoptimalkan Pendidikan Karakter pada Anak di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina”. Dalam Jurnal IJCETS Vol. 3. No.3 Bulan Juni.
Sudaryat, Y. 2015. Wawasan Kesundaan. Bandung: Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah UPI Bandung.
Utomo, Yudi. (2011). “Kajian Etnopedagogi Tradisi Lisan Cerita Keramat Cikundul sebagai Bahan Ajar Sastra di SMA”. Cianjur: Dalam Dinamika Vol.3 No.6 Bulan Juli.
Wahyuningsih Ary Nur. (2012).”Pengembangan Media Komik Bergambar Materi Sistem Saraf untuk Pembelajaran yang Menggunakan Strategi PQ4R”. Dalam Jurnal of Innovative Science Education Universitas Negeri Semarang. JISE Vol 1. No.2
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.