ISLAMIC LEGAL REVIEW OF TERMINATION OF EMPLOYMENT FROM A SHARIA ECONOMIC PERSPECTIVE: A COMPARATIVE STUDY WITH INDONESIAN POSITIVE LAW
DOI:
https://doi.org/10.35194/arps.v5i1.5523Kata Kunci:
Pemutusan Hubungan Kerja, Hukum Islam, Hukum Positif Indonesia, Akad Ijarah, Keadilan Industrial, Termination of Employment, Islamic Law, Indonesian Positive Law, Ijarah Contract, Industrial JusticeAbstrak
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan isu krusial dalam hubungan industrial yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan pekerja dan stabilitas sosial ekonomi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya praktik PHK sepihak yang bertentangan dengan prinsip keadilan yang dijunjung oleh hukum positif Indonesia maupun ajaran Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan ketentuan hukum Islam dan hukum positif Indonesia terkait PHK, serta menilai sejauh mana peraturan nasional mencerminkan nilai-nilai keadilan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan analisis deskriptif-komparatif terhadap sumber-sumber hukum Islam—seperti Al-Qur’an, hadits, dan fikih muamalah—serta peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun hukum positif Indonesia sama-sama menekankan prinsip keadilan, melarang PHK secara sewenang-wenang, dan menganjurkan penyelesaian sengketa secara damai. Namun, kedua sistem hukum ini memiliki perbedaan dalam pendekatan normatif dan filosofisnya: hukum Islam menekankan nilai spiritual dan etika melalui konsep ijarah (akad kerja), sedangkan hukum Indonesia cenderung menggunakan pendekatan hukum formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam ke dalam praktik hukum ketenagakerjaan Indonesia berpotensi menciptakan sistem PHK yang lebih adil, bermartabat, dan berorientasi pada kesejahteraan. Termination of Employment (PHK) is a crucial issue in industrial relations, with significant implications for workers' welfare and socio-economic stability. This study is motivated by the increasing prevalence of unilateral termination practices that contradict the principles of justice upheld by both Indonesian positive law and Islamic teachings. The objective of this research is to analyze and compare the legal provisions of Islamic law and Indonesian positive law regarding employment termination, and to assess the extent to which national regulations reflect the Islamic values of justice. This study adopts a qualitative approach through library research and employs a descriptive-comparative analysis of Islamic legal sources, such as the Qur'an, hadith, and fiqh muamalah, as well as Indonesian labor legislation. The findings indicate that both Islamic law and Indonesian positive law emphasize justice, prohibit arbitrary termination, and advocate for the use of dispute resolution procedures. However, the two legal systems differ in their normative and philosophical approaches: Islamic law promotes spiritual and ethical values through the concept of ijarah (employment contract), while Indonesian law takes a formal legal approach. The study concludes that incorporating Islamic values into Indonesia’s labor law practices can potentially foster a more equitable, dignified, and welfare-oriented system of employment terminationReferensi
Anwar, Syamsul. (2010). Hukum Perjanjian Syari’ah. Raja Grafindo Persada.
Dwihardiani, V., Rizal, M., & Natari, S. U. (2023). Konsep Penyeleseian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Dalam Perkara Pemutusan Hubungan Kerja. Wawasan?: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(3), 256–265. https://doi.org/10.58192/wawasan.v1i3.1100
Hasibuan, E. F. D., Dotulong, L. O. H., & Uhing, Y. (2023). DAMPAK PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MAHAKARYA CIPTA NUSANTARA TIMIKA PAPUA. Jurnal EMBA?: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(3), 1399–1407. https://doi.org/10.35794/emba.v11i3.50697
Iskandar, I., Dzulfaldi, M. S., & Syaputri, S. A. (2024). Perlindungan KUH-Perdata dalam Pemutusan Sepihak pada Kontrak Kerja Tinjauan Fikih Muamalah. AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah Dan Ekonomi Islam, 4(2). https://doi.org/10.36701/al-khiyar.v4i2.1841
Kholid. (2018). Prinsip-Prinsip Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Tentang Perbankan Syariah. Jurnal Asy-Syari’ah, 20(2), 146–162.
Laili, A. R. (2022). Pemutusan Hubungan Kerja Menurut Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Islam. Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah), 5(2).
Makkuasa, A. A., Zainuddin, Z., & Qahar, A. (2024). Peran Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Terhadap Perkara Pemutusan Hubungan Kerja. Journal of Lex Philosophy (JLP), 5(2), 1100–1113. https://mail.pasca-umi.ac.id/index.php/jlp/article/view/1882
Marwansyah. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia (rev), . Alfabeta.
Mofea, S. (2022). Legal protection of workers due to termination of employment due to resignation. International Journal of Social Sciences, 5(3), 211–221. https://doi.org/10.21744/ijss.v5n3.1938
Mohammad, S. A. N., & Sabir, S. (2022). PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (FIKIH MUAMALAH). Al-Mizan?: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 6(1). https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/621
Nirmala, A. T., & Aditya A Pratama. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Prima Media.
Nur Aksin. (2018). Upah Dan Tenaga Kerja (Hukum Ketenagakerjaan Dalam Islam). Jurnal Meta Yuridis, 1.
Ollyvia Cantik Nur Annisa. (2023). ANALISIS DAMPAK PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA TERHADAP HAK PESANGON PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA. JOURNAL EQUITABLE, 8(1), 129–143. https://doi.org/10.37859/jeq.v8i1.4494
Podungge, I. P., Patiolo, D., Silvya, V., & Hanifa, I. (2021). Peran Serikat Pekerja/Buruh dalam Penyelesaian Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja Secara Sepihak yang Dilakukan oleh Perusahaan terhadap Pekerja/Buruh. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(5), 384–399.
PRAMESWARI, K. , & HANDAYANI, E. (2020). PENGATURAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ANTARA KARYAWAN DENGAN PERUSAHAAN. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 99–112.
Pratiwi, N., Kurniati, K., & Kahpi, A. (2021). TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI TENGAH PANDEMI COVID-19. SIYASATUNA?: JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR’IYYAH, 2(3), 745–758. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/25513
Republik Indonesia. (n.d.). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
Siti Zulaichah. (2019). Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak Ditinjau dari Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Islam. Journal of Islamic Business Law, 3(4).
UU Republik Indonesia No 13. (2003). Pemutusan Hubungan Kerja (Vol. 13).
Dwihardiani, V., Rizal, M., & Natari, S. U. (2023). Konsep Penyeleseian Perselisihan Hubungan Industrial di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Dalam Perkara Pemutusan Hubungan Kerja. Wawasan?: Jurnal Ilmu Manajemen, Ekonomi Dan Kewirausahaan, 1(3), 256–265. https://doi.org/10.58192/wawasan.v1i3.1100
Hasibuan, E. F. D., Dotulong, L. O. H., & Uhing, Y. (2023). DAMPAK PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. MAHAKARYA CIPTA NUSANTARA TIMIKA PAPUA. Jurnal EMBA?: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 11(3), 1399–1407. https://doi.org/10.35794/emba.v11i3.50697
Iskandar, I., Dzulfaldi, M. S., & Syaputri, S. A. (2024). Perlindungan KUH-Perdata dalam Pemutusan Sepihak pada Kontrak Kerja Tinjauan Fikih Muamalah. AL-KHIYAR: Jurnal Bidang Muamalah Dan Ekonomi Islam, 4(2). https://doi.org/10.36701/al-khiyar.v4i2.1841
Kholid. (2018). Prinsip-Prinsip Hukum Ekonomi Syariah Dalam Undang-Undang Tentang Perbankan Syariah. Jurnal Asy-Syari’ah, 20(2), 146–162.
Laili, A. R. (2022). Pemutusan Hubungan Kerja Menurut Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Islam. Jesya (Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah), 5(2).
Makkuasa, A. A., Zainuddin, Z., & Qahar, A. (2024). Peran Hakim Pengadilan Hubungan Industrial Terhadap Perkara Pemutusan Hubungan Kerja. Journal of Lex Philosophy (JLP), 5(2), 1100–1113. https://mail.pasca-umi.ac.id/index.php/jlp/article/view/1882
Marwansyah. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia (rev), . Alfabeta.
Mofea, S. (2022). Legal protection of workers due to termination of employment due to resignation. International Journal of Social Sciences, 5(3), 211–221. https://doi.org/10.21744/ijss.v5n3.1938
Mohammad, S. A. N., & Sabir, S. (2022). PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (FIKIH MUAMALAH). Al-Mizan?: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 6(1). https://ejurnal.iiq.ac.id/index.php/almizan/article/view/621
Nirmala, A. T., & Aditya A Pratama. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Prima Media.
Nur Aksin. (2018). Upah Dan Tenaga Kerja (Hukum Ketenagakerjaan Dalam Islam). Jurnal Meta Yuridis, 1.
Ollyvia Cantik Nur Annisa. (2023). ANALISIS DAMPAK PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA TERHADAP HAK PESANGON PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA. JOURNAL EQUITABLE, 8(1), 129–143. https://doi.org/10.37859/jeq.v8i1.4494
Podungge, I. P., Patiolo, D., Silvya, V., & Hanifa, I. (2021). Peran Serikat Pekerja/Buruh dalam Penyelesaian Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja Secara Sepihak yang Dilakukan oleh Perusahaan terhadap Pekerja/Buruh. Jurnal Hukum Lex Generalis, 2(5), 384–399.
PRAMESWARI, K. , & HANDAYANI, E. (2020). PENGATURAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA ANTARA KARYAWAN DENGAN PERUSAHAAN. Mizan: Jurnal Ilmu Hukum, 7(1), 99–112.
Pratiwi, N., Kurniati, K., & Kahpi, A. (2021). TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA DI TENGAH PANDEMI COVID-19. SIYASATUNA?: JURNAL ILMIAH MAHASISWA SIYASAH SYAR’IYYAH, 2(3), 745–758. https://journal3.uin-alauddin.ac.id/index.php/siyasatuna/article/view/25513
Republik Indonesia. (n.d.). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.
Siti Zulaichah. (2019). Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak Ditinjau dari Hukum Ketenagakerjaan dan Hukum Islam. Journal of Islamic Business Law, 3(4).
UU Republik Indonesia No 13. (2003). Pemutusan Hubungan Kerja (Vol. 13).
Unduhan
Diterbitkan
2025-07-31
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.