PENAMBAHAN TEPUNG SERANGGA PADA MEDIA PERBANYAKAN Metarhizium sp. UNTUK MENINGKATKAN VIRULENSINYA TERHADAP HAMA BELALANG PADI PANDANWANGI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v9i2.782Kata Kunci:
Padi Pandanwangi, Metarhizium sp., Tepung Serangga, Mortalitas, LT50Abstrak
Padi Pandanwangi merupakan padi lokal khas Cianjur yang hanya dapat tumbuh optimal di beberapa kecamatan di Kabupaten Cianjur. Belalang kembara (Locusta migratoria) merupakan hama yang paling sering menimbulkan kerusakan berat pada tanaman padi, mulai pada saat di persemaian, fase anakan, fase berbunga maupun fase berbuah. Pemanfaatan cendawan entomopatogen berpotensi untuk mengendalikan hama belalang. Salah satu jenis cendawan entomopatogen tersebut adalah Metarhizium sp. efektif membunuh serangga hama. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April 2019, menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan, yaitu P1 (Tepung jagung 100 gram+tepung jangkrik 15%), P2 (Tepung jagung 100 gram+tepung kroto 15%), dan P3 sebagai kontrol (Tepung jagung 100 gram). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mortalitas belalang kembara terbaik yaitu pada perlakuan 1 dengan rerata mortalitas 67% pada 72 jam dan 33% pada 84 jam. Hasil analisis LT50 menunjukkan bahwa perlakuan 1 dengan jumlah konidia 5.2 x 106 mempunyai nilai LT50 pada 72 jam dan perlakuan 2 dengan jumlah konidia 4.7 x 106, mempunyai nilai LT50 pada 72 jam, sedangkan perlakuan 3 dengan jumlah konidia 4,35 x 106 mempunyai LT50 pada 108 jam. Penambahan tepung serangga pada media biakan dapat merangsang cendawan entomopatogen menghasilkan enzim khitinase yang mampu mendegradasi khitin pada kutikula belalang kembara.
Referensi
Herlinda S, Muhamad DU, Yulia P & Suwandi. 2006. Kerapatan dan Viabilitas Spora Beauveria Bassiana Akibat Subkultur dan Pengayaan Media Serta Virulensinya Terhadap Larva Plutella Xylostella (Linn.). JHPT. Tropika. 6 (2) : 70-78.
Juliani, W. 2017. Efektivitas Ekstrak Daun Kipahit (Tithonia diversifolia) dan Daun Salaria (Scotinophara coarctata) pada Padi Pandanwangi. Skripsi. Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana. Cianjur.
Kartohardjono, Arifin, Denan Kertoseputro, and Tatang Suryana. 2009. Hama padi potensial dan pengendaliannya. J. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Bogor.
MP3C Beras Pandanwangi Cianjur. Cianjur: Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur.
Nik, N., Rusae, A., dan Atini, B. 2017. Identifikasi Hama dan Aplikasi Bioinsektisida pada Belalang Kembara (Locusta migratoria L) sebagai Model Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Sorgum. J. Savana Cendana 2(3) 46-47.
Nuryanti, N. S. P., Wibowo, L., & Azis, A. 2013. Penambahan Beberapa Jenis Bahan Nutrisi pada Media Perbanyakan untuk Meningkatkan Virulensi Beauveria bassiana terhadap Hama Walang Sangit. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 12(1): 64-70.
Pamili, A. 2014. Populasi Belalang dan Warna Daun Jagung pada Pemupukan yang Berbeda. Diss. Universitas negeri gorontalo.
Prayogo Y, Tengkano W & Marwoto. 2005. Prospek Cendawan Entomopatogen Metarhizium anisopliae untuk Mengendalikan Ulat Grayak Spodoptera Litura pada Kedelai. J. Litbang. Pertanian 24:19-26.
Purnomo, H. 2010. Pengantar Pengendalian Hayati. C. V. Andi Offset. Yogyakarta.
Samsinakova, A., Misikova S & Leopold, J. 1971. Action of Enzymatic System of Beauveria bassiana on cuticle of The Greater Way Moth Larvae (Galleria mellonella). J. Invert. Pathol. 18:322-330
Sembiring. S. A. 2013. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit dan Hama Tanaman Padi. Jurnal Pelita Informatika Budi Darma (9). STMIK Budi Darma. Medan.
Sheroze, A., Rashid, A., Shakir, A. S., & Khan, S. M. 2003. Effect of Bio-Control Agents on Leaf Rust of Wheat and Influence of Different Temperature and Humidity Levels on Their Colony Growth. International Journal of Agriculture & Biology, 5(1), 83-85.
Susilo FX, Hasibuan R, Nordin GL & Brown GC. 1993. The Concept of Threshold Density in Insect Pathology: A Theoretical and experimental study on Tetranychus – Neozygites Mycosis. Prosiding Makalah Simposium Patologi Serangga I. Yogyakarta, 12-13 Oktober 1993.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.