IDENTIFIKASI KADAR AMILOSA BERAS PANDANWANGI DARI TUJUH KECAMATAN DI KABUPATEN CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v9i2.778Kata Kunci:
Kadar Amilosa, Beras Pandanwangi, Tujuh KecamatanAbstrak
Salah satu komoditi padi yang menghasilkan beras dengan kualitas unggul di wilayah Kabupaten Cianjur adalah beras Pandanwangi. Beras yang asli Pandanwangi hanya dapat ditanam di tujuh kecamatan di Kabupaten Cianjur yang telah sesuai dengan persyaratan indikasi geografis untuk penanaman padi Pandanwangi. Ciri khas nasi Pandanwangi adalah kepulenannya. Kepulenan nasi dipengaruhi oleh kadar amilosa beras sebelum dimasak. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi kadar amilosa beras Pandanwangi dari tujuh lokasi kecamatan yang berbeda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu Dasar Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana dan di Laboratorium Farmasi Universitas Al Ghifari Bandung pada bulan Februari sampai Maret 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 3 kelompok. Masing-masing perlakuan yaitu beras Pandanwangi dari lokasi A (Cibeber), B (Campaka), C (Warungkondang), D (Cianjur), E (Gekbrong), F (Cugenang) dan G (Mande). Hasil penelitian menunjukkan dari ke tujuh lokasi tanam yang berbeda menghasilkan kadar amilosa pada taraf sedang sesuai dengan karakteristik beras Pandanwangi, kecuali kecamatan Mande dengan kadar amilosa beras Pandanwangi yang tinggi.
Referensi
Anhar, A. 2011. Stabilitasi Kandungan Amilosa Beras Beberapa Varietas Padi Sawah di Sumatera Barat. Jurnal Saintek. Universitas Negeri Padang. Padang. 3 (1): 13-21.
Argasasmita, T.U. 2008. Karakterisasi Sifat Fisikokimia dan Indeks Glikemik Varietas Beras Beramilosa Rendah dan Tinggi. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Aryunis. 2010. Karakterisasi dan Identifikasi Mutu Beras dari Padi Ladang Lokal Asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal. Universitas Jambi. Jambi. 1 (4): 16-27.
Asih, H.G. dan Syamsiah, M. 2019. Aplikasi Gliocompost untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Padi Pandanwangi (Oryza sativa L.var.aromatic). Jurnal Agroscience. Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana. Cianjur. 9(1) : 13-25
Boediono, Mario. P.A. 2012. Pemisahan dan Pencirian Amilosa dan Amilopektin dari Pati Jagung dan Pati Kentang pada Berbagai Suhu. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
BSN (Badan Standarisasi Nasional). 2015. Standar Nasional Indonesia 6128:2015. Beras. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Ismail, B.P., Suprihatno, H Pane and I. Las. 2003. Pemanfaatan penciri abiotic lingkungan tumbuh dalam seleksi simultan galur padi gogorancah toleran kekeringan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor dalam Makarim, A. K, and Ikhwani, Respon Komponen Hasil Varietas Padi Terhadap Perlakuan Agronomi. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman. 27 (1): 33-34.
Juliano, B.O. 1979. Amylose Analysis in Rice. IRRI. Los Banos.
Lestari, R., Kartini, S., Berti, L., dan Romita, M. 2018. Penetapan Kadar Amilosa dan Protein Pada Beras Solok Jenis Anak Daro dan Sokan Yang Ditanam dengan Sistem Pertanian Organik dan Sistem Pertanian Konvensional. Jurnal. Universitas Abdurrab. Pekanbaru. 1 (2) : 28-32
Luna, P., Herawati, H., Widowati, S., dan Prianto, A.B. 2015. Pengaruh Kandungan Amilosa terhadap Karakteristik Fisik dan Organoleptik Nasi Instan. Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. Bogor. 12(1) : 1 - 10
Masniawati, A., E. Johannes., A.I. Latunra dan N. Paelongan. 2012. Karakterisasi Sifat Fisikokimia Beras Merah pada beberapa Sentra Produksi Beras di Sulawesi Selatan. Jurnal. Universitas Hasanuddin. 2 (2). 13-24.
MP3C (Masyarakat Pelestari Padi Pandanwangi Cianjur). 2015. Buku Persyaratan Permohonan Pendaftaran Indikasi Geografis Beras pandanwangi Cianjur. MP3C. Cianjur.
Pangerang, F dan N. Rusyanti. 2018. Karakteritik dan Mutu Beras Lokal Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jurnal. Universitas Kalimantan Utara. 1 (20): 32-43.
Setyono, A.A., Guswara., Noor dan Handoko. 2006. Evaluasi Kadar Protein Beras Giling Hasil Panen dari Berbagai Dosis Aplikasi Urea. Jurnal. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Subang. 41 (2): 19-32.
Waryat dan Handayani. 2017. Karakteristik Mutu Beras Organik dan Non Organik. Jurnal. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta. Jakarta. 5 (1): 24-37.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.