IDENTIFIKASI PANAS METABOLISME PADA PENETASAN TELUR PENYU HIJAU Chelonia mydas L., SELAMA MASA INKUBASI DI PANTAI PANGUMBAHAN KABUPATEN SUKABUMI, JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v4i2.698Kata Kunci:
Chelonia mydan, panas metabolik, periode penetasan.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan perkembangan panas metabolisme selama periode penetasan telur penyu hijau, Chelonia mydas L., dan hubungan antara jumlah telur dengan besarnya panas metabolisme yang dihasilkan. Sebanyak 700 butir telur penyu ditetaskan dalam 5 sarang buatan. Perkembangan suhu di dalam sarang dipantau selama periode penetasan. Semua sarang menunjukkan pola yang sama, yaitu adanya peningkatan suhu metabolisme yang signifikan pada periode 10-hari kelima dari masa penetasan. Perbedaan suhu metabolisme secara signifikan berbeda pada semua sarang percobaan pada hari ke-40an. Peningkatan suhu metabolisme yang ditimbulkan oleh peningkatan jumlah telur yang ditetaskan ini ternyata tidak memberikan perbedaan masa inkubasi. Untuk itu disarankan dilakukan penelitian yang mendalam terhadap proses menetasnya tukik dari dalam cangkang telur penyu.
Referensi
Erkyansyah.1997. Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas L.) Semi Alami pada Dua Pasir Yang Berbeda di Pantai Bandulu Kabupaten Anyer, Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta.
Hatasura, I. N. 2003. Pengaruh Karakteristik Media Pasir Sarang terhadap Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas L.). Skripsi. Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
Limpus, C.J. 1995. Marine Turtle Biologi. dalam Briefing Book. Concervation Assessment & Management Plan (CAMP) and Population & Habitat Viability Assessment (PHVA) Workshops for Marine Turtles of Indonesia. Taman Safari Park, Sea World Inc, PHPA, IUCN/SSC Marine Turtle Specialist Group, IUCN/SSC Concervation Breeding Specialist Group. Bogor.
Merchant, H.L. 1999. Determining Hatching Sex. Dalam Eckert, K.L, K.A.Bjorndal, F.A. Abreu-Grobois & M.Donnelly (eds.). 1999. Research and management techniques for the concervation of sea turtles. WWF, CMS, IUCN,NOAA, MTSG, & Center for Marine Concervation, Florida.
Miller, J.D. 1999. determining clutch size and hatching success. Dalam Eckert, K.L, K.A.Bjorndal, F.A. Abreu-Grobois & M.Donnelly (eds.). 1999. Research and management techniques for the concervation of sea turtles. WWF, CMS, IUCN,NOAA, MTSG, & Center for Marine Concervation, Florida.
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Pritchard, P.C.H. and J.A. Mortimer. 1999. Taxonomy, External morphology, and species identification. Dalam Eckert, K.L, K.A.Bjorndal, F.A. Abreu-Grobois & M.Donnelly (eds.). 1999. Research and management techniques for the concervation of sea turtles. WWF, CMS, IUCN,NOAA, MTSG, & Center for Marine Concervation, Florida.
Yusri, S. 2003. Kondisi Habitat dan Vegetasi Pantai Peneluran Penyu Hijau (Chelonia mydas L.) di Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Skripsi. Jurusan Biologi, FMIPA-UI Depok
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.