PERBANDINGAN HASIL DISINFEKSI MENGGUNAKAN OZON DAN SINAR ULTRA VIOLET TERHADAP KANDUNGAN MIKROORGANISME PADA AIR MINUM ISI ULANG
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v9i1.636Kata Kunci:
Air minum isi ulang, Disinfeksi, Mikroorganisma, Ozon, Sinar Ultraviolet (UV).Abstrak
Salah satu indikator air minum yang digunakan aman untuk kesehatan adalah kandungan mikrobiologi.. Air minum yang aman adalah kandungan mikrobiologinya 0 koloni/ 100ml. Adanya mikrobiologi pada air minum menunjukkan bahwa dalam satu atau lebih tahap pengolahan air minum pernah mengalami kontak dengan cemaran yang mengandung mikrobiologi. Disinfeksi merupakan metoda untuk membunuh mikrobiologi yang terkandung dalam air minum. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil disinfeksi menggunakan ozon dengan sinar ultraviolet terhadap kandungan mikrobiologi pada air minum isi ulang. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian observasional. Parameter yang diamati adalah suhu, pH dan total mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH menunjukkan terjadi penurunan dari hari ke hari, hal ini disebabkan karena reaksi kimia dan aktivitas mikrobiologi.
TPC pada proses disinfeks menggunakan ozon diketahui bahwa nilai TPC yang terkecil yaitu 1 koloni/100 ml pada hari kedua, hal ini disebabkan reaksi ozon dalam air dimana H2O2 dan (OH*) merupakan oksidator yang sangat kuat baru bekerja optimal pada hari kedua kemudian akan meningkat sampai 13 koloni / 100 ml pada hari ke 5. TPC pada proses disinfeksi menggunakan sinar UV pada hari pertama nilai TPC paling kecil yaitu 1 koloni/100 ml tetapi pada hari berikutnya TPC cenderung meningkat sampai 18 koloni/ 100 ml pada hari ke 5.Referensi
Choi., Y., The effect of UV disinfection on drinking water quality in distribution., http/www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0043135409005892,. 2010
Hibler, C.P., C.M. Hancock.. Waterborne giardiasis, In : Drinking Water Microbiology, G>A. McFeters, Ed. Springer-verlag. New York. 1987
Kertawidjaya, Iyon dan Sholihin,. Kimia Lingkungan,.Kimia FMIPA IKIP Bandung,. 1993.
Navratinova, S., Hubungan Disinfeksi Sinar Ultraviolet (UV) dengan Kualitas Bakteriologis Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang,. http://ejournal3 undip.ac.id/indexphp jkm/article/21050, 2019
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 / MENKES / PER / IV / 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum
Rice, R.G. Ozone oxidation products – Implication for drinking water treatment, pp.153 – 170, in : Biohazards of Drinking Water Treatment, R.A. Larson, Ed. Lewis Publishing, Chelsea, MI,.1989
Said, Nusa Idaman, Disinfeksi untuk Pengolahan Air Minum, Jurnal JAI Vol 3, No.1, 2007
Sonntag.,C. Von,. Chemistry of ozon in water and wastewater treatment,. http://www. Iwapublishing.com/books,. 2012.
Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.