USAHA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN KEDELAI VARIETAS ANJASMORO Anjasmoro(Glycine max. (L.) Merril) MELALUI PEMBERIAN PUPUK HAYATI
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v4i1.612Kata Kunci:
kedelai, pupuk hayati, bakteri bintil akar, bakteri endofitAbstrak
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai khususnya Varietas Anjasmoro Anjasmoro ialah dengan memanfaatkan pupuk hayati dalam bentuk inokulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis inokulan pupuk hayati yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai khususnya Varietas Anjasmoro Anjasmoro pada lahan bekas penanaman padi sawah di daerah Cianjur.
Perlakuan pada penelitian ini yaitu Lahan diberi kapur tanpa inokulasi bakteri (R1),Lahan tanpa kapur, dan biji kedelai diinokulasi bakteri (R2), Lahan diberi kapur dan biji kedelai diinokulasi bakteri (R3), Lahan ditabur dengan tanah bekas tanam kedelai, diberi kapur serta biji tidak diinokulasi bakteri (R4). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan lahan ditaburi dengan tanah bekas tanam kedelai, dan diberi kapur serta biji tidak diinokulasi (R4) memberikan respon yang tertinggi untuk setiap parameter pengamatan dibandingkan dengan perlakuan lainnya.Referensi
Adijaya I Nyoman, Suratmini Putu dan Mahaputra Ketut, 2004. Aplikasi Pemberian Legin (Rhizobium) Pada Uji Beberapa Varietas Anjasmoro Kedelai Di Lahan Kering, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali, Jalan By Pass Ngurah Rai Pesanggaran Denpasar.
Adisarwanto, T. 2005. Kedelai.Penebar Swadaya, Jakarta.
Adisarwanto, T. 2008. BudidayaKedelai Tropika. Penebar Swadaya, Jakarta.
Albrecht, S.L. 1998. Eukaryotic Algae and Cyanobacteria. p. 94-131. In D.M. Sylvia, J.J. Fuhrmann, P.G. Hartel, and D.A. Zuberer (Eds.). Principles and Applications of Soil Microbiology. Prentice-Hall, Inc.
Ar-Riza, 2005. Pedoman Teknis Budidaya Palawija di Lahan Lebak. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Astuti, M., 2012. Petunjuk Praktis Kedelai Hitam, Penebar Swadaya, Jakarta.
Balitkabi, 2012. http://balitkabi.litbang.deptan.go.id/hasilpenelitian/kedelai/761-efektifitas-multiisolatrhizobium- iletrisoy-padatanaman-kedelai-di-tanahmasam-ultisol.html. (Diakses 20 Januari 2013).
Bandara dkk dalam Diniyah S., 2010. Potensi Isolat Bakteri Endofit Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri (Ralstonia solanacearum) Dan Jamur (Fusarium sp. Dan Phytopthora infestans) Penyebab Penyakit Layu PadaTanaman, Skripsi, Universitas Islam Negeri, Maulana Malik Ibrahim, Malang.
BPTP Bogor, 1990. Petunjuk Bergambar Untuk Identifikasi Hama dan Penyakit Kedelai di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Balai Penelitian Tanaman Pangan, Japan International Cooperation Agency, Bogor.
Buckman, H.,O. dan Brady, N.,C.1982. Ilmu Tanah (Alih Bahasa). Bharata Karya Aksara. Jakarta.
Budiyanto, M.,A.,K. 2004. Mikrobiologi Terapan. Universitas Muhammadiyah. Malang.
DIPERTA, 2006. Teknologi Produksi Kedelai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian
Tanaman Pangan, Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.