PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PROGRAM PERCEPATAN PENGANEKARAGAMAN KONSUMSI PANGAN
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v5i1.585Kata Kunci:
Pemberdayaan Perempuan, Partisipasi dan P2KPAbstrak
Salah satu program yang melibatkan perempuan sebagai peran utama adalah program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP). Partisipasi perempuan dalam program P2KP tidak terlepas dari faktor-faktor yang melekat dalam diri. Tingkat partisipasi perempuan juga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat partisipasi perempuan dalam pelaksanaan P2KP dan mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang mempengaruhi tingkat partisipasi perempuan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelita Pertiwi Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, meibatkan responden sebanyak 20 orang yang diambil melalui metode sampling jenuh (sensus). Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi perempuan dalam pelaksanaan program P2KP berada pada kategori sedang dan faktor pendorong internal yang mempengaruhi tingkat partisipasi perempuan tersebut yaitu: usia, pendidikan, pendapatan, luas lahan/pekarangan, dukungan suami dan keluarga serta ketersediaan waktu luang. Sedangkan faktor pendorong eksternal meliputi: pelatihan-pelatihan bagi anggota, dukungan dan kebijakan pemerintah, pelaksanaan program P2KP, bantuan modal dan keterlibatan lembaga terkait dalam pendampingan.
Referensi
Kountur, R. 2004. Metode Penelitian, Untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Penerbit PPM. Jakarta.
Pamuji, Otok. 1997. Menuju Pendekatan Pembangunan yang Partisipatif. Bina Swadaya. Jakarta.
Peraturan Menteri Pertanian No.43 Tahun 2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber daya Lokal.
Samadi. 2006. Geografi 2 SMA Kelas XI. Yudistira. Jakarta.
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Tarsito. Bandung.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.