ANALISIS USAHATANI MELON INTHANON (Cucumis melo L.) DI NAJAA FARM CIANJUR JAWA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v15i1.5548Abstrak
Melon merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura buah yang banyak dibudidayakan dan juga dikonsumsi masyarakat di Indonesia. Analisis usahatani yang benar memiliki kemampuan untuk meninjau dan menyelidiki berbagai aspek masalah pertanian secara menyeluruh dan menemukan solusi untuk masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usahatani dan menganalisis kelayakan usaha melon Inthanon yang dikelola oleh Najaa farm. Penelitian ini dilaksanakan di Najaa Farm, yang terletak di Cianjur, Jawa Barat. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer diperoleh dari kuesioner, hasil wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi literatur. Sumber data yang digunakan yaitu wawancara dengan Manajer kebun sebagai responden utama dalam penelitian. Berdasarkan hasil pembahasan dari penelitian, maka disimpulkan bahwa analisis usahatani di Najaa Farm terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel yang dikeluarkan Najaa Farm, total biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, break even point (BEP), serta kelayakan usahatani sebagai hasil dari analisis usahatani di Najaa Farm tersebut. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 189.485.000 yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 160.300.000 dan biaya variabel sebesar Rp 29.485.000. Rata-rata penerimaan usahatani melon di Najaa Farm sebesar Rp 375.000.000/Ha dalam satu tahun. Rata-rata pendapatan yang didapatkan sebesar Rp 209.200.625 dalam satu tahun. Rata-rata keuntungan usahatani sebesar Rp 19.715.625/Ha dalam satu tahun. BEP dalam nilai Rupiah dihasilkan sebesar Rp 5.900.610.000 dan untuk memperoleh titik impas dengan harga jual sebesar Rp 30.000, maka Najaa Farm harus menjual sebanyak 196.687 unit. Untuk hasil R/C rasio di Najaa Farm didapatkan senilai 1,979, yang berarti usaha ini layak untuk dijalankan.
Referensi
Amir, N. H., Rasmikayati, E., dan Saefudin, B. R. (2017). Analisis Usahatani Kopi di Kelompok Tani Hutan Giri Senang Desa Giri Mekar Kabupaten Bandung. Agroinfo Galug: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 3(3), 472-479.
Andriani, I. S. (2022). Analisis Usahatani Melon (Cucumis melo L.) di Kecamatan Giriwoyo Kabupaten Wonogiri. Skripsi. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Surakarta.
Badan Pusat Statistik. (2019). Produksi Tanaman Buah-buahan, 2019. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIjMg==/production-of-fruits.html
Daryono, B. S., dan Maryanto, S. D. (2018). Keanekaragaman dan Potensi Sumber Daya Genetik Melon. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Juani, M., Sajidin, M., Khairiah, I., Selfiyana, W., Arni, K. G., Zohrah, S., Yusrianti, Tamimi, K., Agung, R. F., Ilhami, M. R., Diani, E. Y., dan Hurniwati. (2025). Pemanfaatan Limbah Melon Muda Menjadi Selai Melon untuk Membangun Ekonomi Masyarakat Desa Pandan Wangi Melalui Kreativitas Hasil Pertanian Menjadi Produk UMKM. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 3267-3272.
Kasim, S. (1997). Petunjuk Teknis Menghitung Keuntungan dan Pendapatan Usahatani. Banjarmasin: Universitas Lambung Banjarbaru Mangkurat,
Nuha, M. U., Setiadi, A., dan Ekowati, T. (2024). Feasibility Analysis of Hydroponic Melon Business at PT. Agro Bergas Sejahtera, Bergas Subdistrict, Semarang Regency. Quantitative Economics and Management Studies (QEMS), 5(1), 91-99.
Sesanti, R. N., dan Handayani, S. (2018). Analisis Usahatani Melon (Cucumis melo L.) dengan Sistem Hidroponik di Politeknik Negeri Lampung. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian (Semnas Tektan 7) Hal. 39-44.
Shinta, A. (2011). Ilmu Usaha Tani. Malang: UB Press (Universitas Brawijaya Press).
Soekartawi. (2011). Analisis Usahatani. Jakarta: UI Press.
Soekartawi, (2006). Agribisnis Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali Press.
Sugiyono. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Tohir, K.A. (1991). Seuntai Pengetahuan Usahatani Indonesia. Jakarta : Rineka Cipta
Wulandari, L., Siregar, H., & Tanjung, H. (2018). Analisis Investasi dan Sensitivitas Unit Usaha Pembiayaan Syariah menuju Spin Off (Studi Kasus: Adira Finance). Al Muzara’ah, 5(2), 125 - 133.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.