RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PADI PANDANWANGI (Oryza sativa L. Aromatic) TERHADAP LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI RIZOBAKTERIA PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN (RPPT)
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.526Kata Kunci:
Interaksi, Konsentrasi, Lama Perendaman, Pandanwangi, Rizobakteri.Abstrak
Penggunaan bakteri non patogenik yang dieksplorasi dari perakaran tanaman (rizobakteri) yang tergolong ke dalam kelompok Rizobakteri Pemacu Pertumbuhan Tanaman (RPPT) merupakan satu sumbangan bioteknologi dalam usaha peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi RPPT dan lama waktu perendaman benih dengan RPPT, serta interaksinya terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi Pandanwangi. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai bulan Juni 2018, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu lama waktu perendaman benih dan konsentrasi RPPT. Faktor I : Lama perendaman benih, dengan perlakuan : T0 = tanpa perendaman, T1 = 4 jam, T2 = 8 jam, T3 = 12 jam Faktor II, dengan perlakuan : Konsentrasi RPPT: K0 = Tanpa pemberian RPPT (kontrol), K1 = 5g RPPT/L air, K2 = 10g RPPT/L air, K3 = 15g RPPT/L air. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah benih berkecambah, tinggi bibit, panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi, tetapi terjadi interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap jumlah benih berkecambah yaitu K1 (5g/L RPPT) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g/L), K2 (10g/L) dengan (T0). Konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih berinteraksi nyata pada tinggi bibit 2 mss yaitu K1 (5g/L) dengan T1 (4 jam), serta K1 (5g) dan K2 (10g) dengan (T0). Interaksi nyata juga terjadi pada 4 mss, yaitu T3 (8jam) dan T4 (12 jam)dengan K1(5g/L), K2 (10g/L), dan K3 (15g/L). Tidak terdapat interaksi nyata antara konsentrasi RPPT dan lama perendaman benih terhadap panjang akar dan berat basah bibit padi Pandanwangi. Perlakuan konsentrasi dan lama perendaman benih dengan RPPT harus memperhatikan jenis tanaman dan kondisi lingkungan RPPT akan diaplikasikan.Referensi
Benyamin, B.D. 2000., P. Roja, MR.
Heble, MS. 1987. Chandra.
Multiple Shoot Cultures Of
Atropa Belladonna : Efect of
Physicochemical Factors on
Growth and Alkaloid Formation.
J. Plant Nutr 129: 129-135
Desmawati. 2006. Pemanfaatan Plant
Growth Promoting Rhizobacter
(PGPR) Prospek Yang
Menjanjikan dalam Berusaha Tani
Tanaman. POPT Direktorat
Perlindungan Tanaman
Hortikultura dan Ditjen
Hortikultura .
http://ditlin.hortikultura.deptan.
go.id/tulisan/d esmawati.htm.
DISPERINDAG (Dinas Perindustrian
dan Perdagangan). 2011. Beras
Pandanwangi. Dinas Perdagangan
dan Industri Kabupaten Cianjur.
Girisonta. 1990. Budidaya Tanaman Padi.
Yogyakarta:Kanisius.
Hardiyanti, I. 2015. Pengaruh Temperatur
Austenisasi Dan Waktu Tahan
Terhadap Sifat Mekanik, Tebal
Scale Dan Struktur Mikro Pada
Baja Paduan Ni-Cr-Mo. Jurnal
Furnace.
KEMKES (Kementrian Kesehatan).
2013. Profil Kesehatan Indonesia
http://www.depkes.go.id/resour
ces/download/pusdatin/profilkesehatan-
indonesia/profil
Kesehatan Indonesia-2013.pdf
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan
Perkembangan Tanaman.
Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Marom, N., Rizal, F.N.U., dan Bintoro,
M. 2017. Uji Efektivitas Saat
Pemberian dan Konsentrasi
PGPR (Plant Growth Promoting
Rhizobacteria) Terhadap
Produksi dan Mutu Benih
Kacang Tanah (Arachis hypogaea
L.). Agriprima, Journal of Applied
Agricultural Sciences. 1(2):191-202.
Maunuksela, L. 2004. Molecular And Physiological Characterization Of Rhizosphere Bacteria And Frankia In Forest Soils Devoid of Actinorhizal Plants. Dissertationes Biocentri Wikki Universitatis Helsingiensis.http://ethesis. Helsinki.fi./julkaisnt/mat/ manuksela/ molecula.pdf. Sadjad, S. 1975. Penyimpanan Benih Tanaman Pangan. Bahan Kuliah Latihan Pola Bertanam. LP 3-IRRI. 22 hal. Salisbury, F.B. dan Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 1. Terjemahan dari Plant Physiology 4th. Edition oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono. Bandung :ITB. Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta:UGM-Press. Suryana, A. 2008. Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(1):1-16. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor. Sutariati, G.A.K. 2006. Perlakuan Benih Dengan Agens Biokontrol Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa dan Peningkatan Hasil Serta Mutu Benih Cabai. Disertasi .Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.163. Utomo, Budi. 2006. Ekologi Benih. Medan:USU Repository.
Heble, MS. 1987. Chandra.
Multiple Shoot Cultures Of
Atropa Belladonna : Efect of
Physicochemical Factors on
Growth and Alkaloid Formation.
J. Plant Nutr 129: 129-135
Desmawati. 2006. Pemanfaatan Plant
Growth Promoting Rhizobacter
(PGPR) Prospek Yang
Menjanjikan dalam Berusaha Tani
Tanaman. POPT Direktorat
Perlindungan Tanaman
Hortikultura dan Ditjen
Hortikultura .
http://ditlin.hortikultura.deptan.
go.id/tulisan/d esmawati.htm.
DISPERINDAG (Dinas Perindustrian
dan Perdagangan). 2011. Beras
Pandanwangi. Dinas Perdagangan
dan Industri Kabupaten Cianjur.
Girisonta. 1990. Budidaya Tanaman Padi.
Yogyakarta:Kanisius.
Hardiyanti, I. 2015. Pengaruh Temperatur
Austenisasi Dan Waktu Tahan
Terhadap Sifat Mekanik, Tebal
Scale Dan Struktur Mikro Pada
Baja Paduan Ni-Cr-Mo. Jurnal
Furnace.
KEMKES (Kementrian Kesehatan).
2013. Profil Kesehatan Indonesia
http://www.depkes.go.id/resour
ces/download/pusdatin/profilkesehatan-
indonesia/profil
Kesehatan Indonesia-2013.pdf
Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan
Perkembangan Tanaman.
Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Marom, N., Rizal, F.N.U., dan Bintoro,
M. 2017. Uji Efektivitas Saat
Pemberian dan Konsentrasi
PGPR (Plant Growth Promoting
Rhizobacteria) Terhadap
Produksi dan Mutu Benih
Kacang Tanah (Arachis hypogaea
L.). Agriprima, Journal of Applied
Agricultural Sciences. 1(2):191-202.
Maunuksela, L. 2004. Molecular And Physiological Characterization Of Rhizosphere Bacteria And Frankia In Forest Soils Devoid of Actinorhizal Plants. Dissertationes Biocentri Wikki Universitatis Helsingiensis.http://ethesis. Helsinki.fi./julkaisnt/mat/ manuksela/ molecula.pdf. Sadjad, S. 1975. Penyimpanan Benih Tanaman Pangan. Bahan Kuliah Latihan Pola Bertanam. LP 3-IRRI. 22 hal. Salisbury, F.B. dan Ross, C.W. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 1. Terjemahan dari Plant Physiology 4th. Edition oleh Diah R. Lukman dan Sumaryono. Bandung :ITB. Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta:UGM-Press. Suryana, A. 2008. Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras. Pengembangan Inovasi Pertanian 1(1):1-16. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Bogor. Sutariati, G.A.K. 2006. Perlakuan Benih Dengan Agens Biokontrol Untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa dan Peningkatan Hasil Serta Mutu Benih Cabai. Disertasi .Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.163. Utomo, Budi. 2006. Ekologi Benih. Medan:USU Repository.
Unduhan
Diterbitkan
2018-12-17
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.