DAYA SAING BERAS PANDANWANGI, BERAS MERAH DAN BERAS HITAM DI WILAYAH PEMASARAN KABUPATEN CIANJUR
DOI:
https://doi.org/10.35194/agsci.v8i2.525Kata Kunci:
daya saing, beras Pandanwangi, beras khususAbstrak
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah melakukan klasifikasi kelas mutu beras yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/PERMENTAN//PP.130/8/2017. Kelas mutu beas yang ditetapkan adalah kelas mutu beras medium, premium dan khusus. Beras yang dimasukkan ke dalam kelas mutu beras khusus antara lain adalah beras Indikasi Geografis, beras organik, beras kesehatan dan beras yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Cianjur merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan beras Indikasi Geografis yaitu beras Pandanwangi. Cianjur juga dikenal sebagai sentra produksi beras merah dan hitam yang dikenal sebagai beras kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji : 1) Tingkat daya saing beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam; 2) Perbedaan signifikan tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam. Data tanggapan mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat daya saing ketiga jenis beras diperoleh dari 30 responden sebagai sampel penelitian. Sampel diambil dengan teknik non probability quota sampling dari populasi petani produsen dan pengecer beras yang ada di wilayah pemasaran beras Cianjur. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama yaitu mengetahui tingkat daya saing, dilakukan pengkategorian kelas tingkat daya saing. Analisis dan pembahasan dilakukan secara deskriptif. Sedangkan untuk menjawab tujuan penelitian ke dua, dilakukan pengujian hipotesis dengan uji T. Uji T digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan daya saing antara beras Pandanwangi terhadap beras merah, beras Pandanwangi terhadap beras hitam dan antara beras hitam dengan beras merah. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam dari segi kualitas, harga dan ketersediaan berdasarkan tanggapan responden didapatkan bahwa tingkat daya saing tertinggi sampai dengan terendah berturut-turut adalah beras Pandanwangi, beras merah dan terakhir beras hitam. Nilai skor rata-rata tanggapan responden berturut-turut sebesar 4.02, 3.11 dan 2.97. 2) Dari hasil uji T diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat daya saing yang signifikan dalam hal kualitas, harga dan ketersediaan baik antara beras pandanwangi dengan beras merah, antara beras Pandanwangi dengan beras hitam dan antara beras merah dengan beras hitamReferensi
Asmarani, Mufita. 2017. Analisis Adaptasi Padi Sawah Beras Merah yang Digogokan. Skripsi. Fakultas Pertanian. UNLA Bandar Lampung. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Direktorat Pelaporan dan Statistik. 2013. Profil Hasil Pendataan Keluarga 2012. Jakarta. David, F. 2015. Strategic Management. Concept and Cases. 13th edition. Ebook. Prentice Hall, New Jersey. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Cianjur. 2009. Laporan Tahunan Kabupaten DT II. Cianjur.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuktura Daerah Istimewa Yogyakarta. 2008. Laporan Tahunan Kabupaten DT I. Yogyakarta. Sa`adah, I.R., Suprianta, Subejo. 2013. Keragaman Warna Gabah dan warna Beras Varietas Lokal Padi Beras Hitam (Oryza Sativa L.) yang Dibudidayakan Oleh Petani Kabupaten Sleman, bantul Dan Magelang. Jurnal Vegetalika Vol.2, No.3. Tan, Pricillia; Nelly M. dan Shierly K. 2016. Gambaran aktivitas dan stabilitas antioksidan ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.) kultivar Enrekang Sulawesi Selatan.Kusumawati, S. 2017. Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Daya Saing
Produk Sayuran Gapoktan Multi
Tani Jaya Giri. Skripsi. Fakultas
Sains Terapan Universitas
Suryakancana Cianjur.
Landaola, T. 2013. Potensi Pertanian
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia.
http://jembatan4.blogspot.co.id/
2013/07/potensi-pertanianterhadap-
pertumbuhan.html.
MP3C. 2015. Buku Persyaratan Persyaratan
Permohonan Pendaftaran Indikasi
Geografis Beras Pandanwangi Cianjur.
Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual. Jakarta.
Pardamean. 2014. Mengelola Kebun dan
Pabrik Kelapa Sawit Secara
Profesional. . Jakarta Timur :PT.
Penebar Swadaya.
Peraturan Menteri Pertanian Republik
Indonesia. 2017. Kelas Mutu
Beras. No.
31/PERMENTAN/PP.130/8/2
017. Jakarta.
Pemerintah Daerah Jawa barat. 2012.
Indikator Kesejahteraan Jawa
Barat. Bandung.
Purwono, J.,S. Sugyaningsih, A.
Priambudi. 2013. Analisis Tata
Niaga Beras Di Kecamatan
Rogojampi Kabupaten
Banyuwangi. Jurnal NeO-Bis.
Vol.7.No.2.
Mahdi, Rizal. 2013. Pertanian Masa
Depan.
http://rizalm09.student.ipb.ac.id
/pertanian-ku/.
Subagyo, P. 2006. Statistik Induktif.
Yogyakarta :BPFE.
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif Dan R&D. Bandung
:Alfabeta.
Sugiyono, 2009. Memahami Penelitian
Kualitatif. Bandung:Alfabet.
Undang – Undang No.18, 2012. Pangan.
Presiden Republik Indonesia
dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuktura Daerah Istimewa Yogyakarta. 2008. Laporan Tahunan Kabupaten DT I. Yogyakarta. Sa`adah, I.R., Suprianta, Subejo. 2013. Keragaman Warna Gabah dan warna Beras Varietas Lokal Padi Beras Hitam (Oryza Sativa L.) yang Dibudidayakan Oleh Petani Kabupaten Sleman, bantul Dan Magelang. Jurnal Vegetalika Vol.2, No.3. Tan, Pricillia; Nelly M. dan Shierly K. 2016. Gambaran aktivitas dan stabilitas antioksidan ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.) kultivar Enrekang Sulawesi Selatan.Kusumawati, S. 2017. Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Daya Saing
Produk Sayuran Gapoktan Multi
Tani Jaya Giri. Skripsi. Fakultas
Sains Terapan Universitas
Suryakancana Cianjur.
Landaola, T. 2013. Potensi Pertanian
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia.
http://jembatan4.blogspot.co.id/
2013/07/potensi-pertanianterhadap-
pertumbuhan.html.
MP3C. 2015. Buku Persyaratan Persyaratan
Permohonan Pendaftaran Indikasi
Geografis Beras Pandanwangi Cianjur.
Direktorat Jenderal Hak
Kekayaan Intelektual. Jakarta.
Pardamean. 2014. Mengelola Kebun dan
Pabrik Kelapa Sawit Secara
Profesional. . Jakarta Timur :PT.
Penebar Swadaya.
Peraturan Menteri Pertanian Republik
Indonesia. 2017. Kelas Mutu
Beras. No.
31/PERMENTAN/PP.130/8/2
017. Jakarta.
Pemerintah Daerah Jawa barat. 2012.
Indikator Kesejahteraan Jawa
Barat. Bandung.
Purwono, J.,S. Sugyaningsih, A.
Priambudi. 2013. Analisis Tata
Niaga Beras Di Kecamatan
Rogojampi Kabupaten
Banyuwangi. Jurnal NeO-Bis.
Vol.7.No.2.
Mahdi, Rizal. 2013. Pertanian Masa
Depan.
http://rizalm09.student.ipb.ac.id
/pertanian-ku/.
Subagyo, P. 2006. Statistik Induktif.
Yogyakarta :BPFE.
Sugiyono, 2011. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif Dan R&D. Bandung
:Alfabeta.
Sugiyono, 2009. Memahami Penelitian
Kualitatif. Bandung:Alfabet.
Undang – Undang No.18, 2012. Pangan.
Presiden Republik Indonesia
dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat Republik
Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
2018-12-17
Terbitan
Bagian
Articles
Lisensi
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
2. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.